Sunday, November 25, 2018

Akibat Guna-Guna Calon Mertua

"Menjalani suatu hubungan memanglah tidak semudah apa yang ada dalam angan-angan. Perlu pengorbanan dan niat tulus menjalaninya, salah satunya dari keluarga sendiri. Berikut kisahku menghadapi ujian dari calon mertuaku yang tega mengguna-guna."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Aku Yuliana, biasa dipanggil Yuli. Kehidupanku tergolong sederhana karena orang tuaku sendiri bukanlah keturunan ningrat atau pengusaha.

Sampai suatu ketika aku mengenal Doni dalam sebuah acara. Tak lama kemudian kami berkomitmen untuk melanjutkannya ke jenjang pernikahan.

Saat Lebaran lalu, dia mengajakku ke rumahnya untuk dikenalkan kepada keluarganya. Awalnya mereka menyambutku dengan ramah. Namun, setelah mengetahui bibit, bebet dan bobot alias status keluargaku, sikap mereka pun berubah.

Setelah pertemuan malam itu, hubungan kami masih berjalan normal. Calon suamiku itu masih selalu menunjukkan perhatian terhadapku. Akan tetapi, dia tak pernah lagi mengajakku bertemu keluarganya.

GEJALA ANEH

Semakin lama intensitas pertemuan kami semakin berkurang hingga tersiar kabar jika dia akan dijodohkan dengan anak teman bisnis ayahnya di Malaysia. Hancur sudah harapanku untuk membangunr umah tangga bersamanya.

"Aku memang akan dijodohkan, tapi aku sama sekali tidak menyetujui rencana itu. Aku mohon sama kamu, bantu aku untuk memperjuangkan hubungan kita," pintanya.

Perasaan sedih, senang juga marah bercampur menjadi satu. Aku tahu siapa calon suamiku itu. Dia termasuk orang yang keras kepala dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang sudah menjadi keinginannya. Ternyata benar, 'berbagai macam ancaman yang diberikan ibunya tak menyurutkan niatnya untuk menikahiku'.

Tak ayal, sikapnya yang demikian semakin membuat ibunya marah. Calon mertuaku itu bahkan menuduhku telah mengguna-gunai anaknya agar terpikat denganku. Astagfirullah!

Beberapa minggu setelah kejadian itu, entah mengapa aku merasa lemah. Aku yang dulunya selalu bersemangat, rajin beribadah menjadi suka bermalas-malasan, mudah marah, dan sering sakit-sakitan hingga harus keluar masuk rumah sakit berkali-kali.

Tak hanya itu, terkadang timbul rasa benci yang luar biasa jika aku bertemu dengan Doni. Kami menjadi sering terlibat adu mulut karena selisih paham. Untungnya dia selalu mengalah dan mau mengerti. Semakin lama, baik orang tuaku maupun Mas Doni mulai merasakan adanya sesuatu yang berbeda denganku, sesuatu yang bukan disebabkan karena masalah yang sedang kuhadapi, melainkan adanya campur tangan pihak lain.

Didorong rasa penasaran yang kuat, Mas Doni menanyakan hal tersebut kepada Ustad Massar.

Jawaban yang cukup mencengangkan pun didapat. Ternyata, selama ini aku dalam pengaruh ilmu hitam alias guna-guna. Jawaban itu seolah memutar kembali ingatan Mas Doni saat menemukan benda-benda aneh di dalam tas dan kamar ibunya.

Tak pernah kuduga, jika kejadian waktu itu menjadi titik awal kesakitan yang harus aku rasakan selama hampir setahun lamanya. Tapi, aku bersyukur karena kini aku sudah sembuh.

Metode tersebut juga akhirnya membuat calon mertuaku itu sadar. Biarlah peristiwa yang lalu cukup dijadikan bahan renungan dan pelajaran untuk mencapai hidup yang lebih baik.
Friday, November 23, 2018

Kisah Muslimah Melahirkan di Dalam Kubur

"Kisah ajaib muslimah yang melahirkan di alam kubur terjadi pada masa khalifah Umar bin Khattab. Seorang wanita ahli puasa meninggal dunia dalam keadaan hamil. Atas izin Allah SWT, ketika jenazahnya dimakamkan, ia bisa melahirkan bayi di dalam kubur."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Ketika Umar bin Khattab berkhutbah di hadapan orang banyak, lewatlah seseorang bersama putranya yang di gendong di atas pundaknya. Melihat itu, Umar berkata, "Aku tidak melihat burung gagak lain melebihi keserupaan ayah dan anak ini."

Apa yang dikatakan Umar adalah perumpamaan melihat kemiripan orang tersebut dengan putranya. Dalam pandangan orang-orang Arab, binatang yang paling serupa satu sama lain dan sulit dibedakan adalah burung gagak.

Kemudian orang itu menjawab, "Demi Allah, wahai amirul mukminin, ibu anak ini melahirkan setelah meninggal dunia."

Mendengar hal ini, Umar pun segera membetulkan posisi duduknya dan bertanya, "Bagaimana itu bisa terjadi?"

ISTRI MULIA

Orang itu bercerita, pada saat itu ia ingin melakukan safar (perjalanan jauh) dalam kafilah. Namun, istrinya melarang. Bahkan, ketika ia sudah sampai di depan pintu rumah, istrinya masih saja bersikeras melarangnya.

Saat itu sang istri tengah hamil.

Sang istri berkata, "Bagaimana mungkin kau meninggalkan aku sementara aku sedang hamil>"

Sang suami itu pun menenangkannya sembari berkata, "Aku menitipkan janin yang berada di dalam perutmu kepada Allah."

Laki-laku itu tetap pergi bersama kafilahnya. Akan tetapi, setelah pulang, ia melihat banyak kerumunan orang di rumahnya. Saat ia mendekat, anak-anak dari pamannya menghampiri untuk memberitahu bahwa istrinya telah meninggal dunia.

"Aku sangat bersedih dan terkejut karenanya seraya mengucap: inna illahi wa inna ilaihi raji'un," ujar laki-laki itu.

Ia melanjutkan kisahnya. Suatu malam ketika ia duduk di pemakaman Baqi' bersama anak-anak pamannya untuk makan malam, ia melihat ada asap yang keluar dari kuburan istrinya.

"Apa ini?" tanyanya.

Mereka menjawab, "Kami tidak tahu. Kami hanya melihat asap tersebut setiap malam di kuburan istrimu."

DIKABULKAN ALLAH

Orang pun berkata, "Demi Allah, aku orang yang paling mengetahui tentang istriku, dia sering berpuasa, dia wanita yang mulia, dia beramar makruf mahi munkar sehingga Allah tidak mungkin menghinakannya."

Orang itu lalu mengambil kapak dan bergegas menuju kuburan itu. Sementara anak-anak dari pamanku mengikutiku dari belakang. Ternyata kuburan itu terbuka dan terlihat seorang bayi sudah berada di pelukan ibunya.

Orang itu mendekat, kemudian ada suara yang berbicara, "Wahai orang yang menitipkan kepada Tuhan-Nya, ambillah kembali titipanmu. Kalau seandainya engkau juga menitipkan ibunya, tentu engkau akan mendapatinya juga."

Para ulama mengatakan, maksudnya adalah andai saja pria itu menitipkan juga istrinya kepada Allah SWT, maka dia akan menemuinya sebagaimana dia menitipkan istrinya itu, yakni istrinya tetap hidup. Tapi, takdir Allah telah tetap dan Allah tidak menakdirkan dia untuk mengucapkan doa itu. Pria itu berkata, "Aku mengambil bayi tersebut dan serta merta kuburan itu kembali menutup."

Cara Khalid bin Walid Menghadapi Kematian

"Panglima perang yang terkenal pemberani di dalam sejarah Islam, Khalid bin Walid, punya cerita tersendiri dalam menghadapi kematian. Ternyata saat menghadapi sakaratulmaut pun ia hadapi tanpa rasa takut dan selalu mengucap "Laa ilaaha illallaahu".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Khalid bin Walid begitu banyak menghabiskan waktunya untuk berjihad di jalan Allah SWT. Ia begitu kuat dan pemberani di medan perang sehingga ia mendapatkan julukan Saifullah atau pedang Allah.

Ayah Khalid bin Walid adalah al-Walid bin al-Mughirah, salah seorang tokoh Quraisy di zamannya. Ibunya adalah Lubabah binti al-Harits, saudara dari Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits. Khalid bin Walid sendiri memeluk Islam pada tahun 8 H, saat perjanjian Hudaibiyah tengah berjalan.

Khalid bin Walid pernah turut serta dalam Perang Mu'tah. Nabi Muhammad Saw memujinya dalam perang tersebut. Rasul berkata, "Bendera perang dibawa oleh Zaid, lalu beperang hingga syahid. Kemudian bendera diambil oleh Ja'far dan berperang hingga syahid. Setelah itu, bendera perang dibawa oleh pedang di antara pedang-pedangnya Allah (Saifullah, yakni Khalid bin Walid) hingga Allah memenangkan kaum muslimin."

DIPUJI RASULULLAH

Khalid juga turut serta dalam Perang Khaibar, Hunain, dan Fathu Makkah. Rasulullah Saw pernah mengutusnya untuk menghancurkan berhala Uzza. Khalid pun menghancurkan berhala itu di hadapan penyembahnya. Setelah hancurkan Uzza, Khalid berkata lantang, "Aku mengingkarimu. Kamu tidak Mahasuci. Sesungguhnya Allah telah menghinakanmu". Sejurus kemudian, Khalid membakar berhala itu.

Abu Bakar juga menjadikan Khalid pemimpin pasukan dalam peperangan melawan orang-orang murtad. Abu Bakar mengatakan, "Sebaik-baik hamba Allah dan saudara dekat adalah Khalid bin Walid. Khalid bin Walid pedang di antara pedang-pedangnya Allah."

Khalid bin Walid juga mencatatkan sejarah yang begitu luar biasa dalam menghadapi negara Romawi di Syam dan Persia di Irak. Ia pula yang memerdekakan Damaskus.

Keberanian Khalid bin Walid ternyata tidak hanya terlihat di medan perang saja. Saat kematian hendak menjemputnya, ia tak mau kelihatan takut. Ia pun mengistiqomahkan mengucap kalimat "Laa ilaaha illallaahu."

MENGUCAP TAUHID

Ia berkata, "Aku telah turut serta dalam 100 perang atau kurang lebih demikian. Tidak ada satu jengkal pun di tubuhku, kecuali terdapat bekas luka pukulan pedang, hujaman tombak, atau tusukan anak panah. Namun, lihatlah aku sekarang, akan wafat di atas tempat tidurku. Maka, janganlah mata ini terpejam (wafat) sebagaimana terpejamnya mata orang-orang penakut. Tidak ada suatu amalan yang paling aku harapkan dari pada "Laa ilaaha illallaah", dan aku terus menjaga kalimat tersebut (tidak berbuat syirik)".

Hingga akhirnya Khalid bin Walid wafat pada tanggal 18 Ramadan 21 H. Umar bin Khattab sangat bersedih dengan kepergian Sang Pedang Allah. Ketika ada yang meminta umar agar menenangkan wanita-wanita Quraisy yang menangis karena kepergian Khalid, Umar berkata, "Para wanita Quraisy tidak harus menangisi kepergian Abu Sulaiman (Khalid bin al-Walid):.

Sebelum wafatnnya, Khalid mendermakan senjata dan kuda tunggangannya untuk berjihad di jalan Allah SWT.

Dua Strategi Iblis Menggoda Manusia

"Seperti yang kita tahu, iblis selalu gigih menggoda hati manusia. Untuk merusak hati mereka dan menjerumuskan ke dalam neraka. Seperti pada kisah berikut, iblis menyusup dan ikut dalam kapal besar yang dibuat Nabi Nuh. Di sanalah iblis membuka rahasia dua strateginya untuk mengusik umat Islam kepada Nabi Nuh."


MakNyak.com - Alksaih, ketika semua pengikut Nabi Nuh dan segenap pasangan hewan dan makhluk melata lain Nabi Nuh sudah naik ke atas kapal, tiba-tiba Nabi Nuh melihat ada yang aneh. Ketika beliau memperhatikan satu per satu dari mereka yang hadir di kepal, matanya memandang seorang lelaki tua yang tidak dikenalnya.

"Siapakah Anda?" tanya Nabi Nuh ingin tahu.

"Aku adalah iblis," jawabnya.

MENGGANGGU UMAT

Iblis yang cerdik tentu punya segala macam cara untuk masuk ke dalam kapal Nabi kekasih Allah itu. "Mengapa engkau mau ikut kami?" tanya Nabi Nuh lagi.

"Aku bukan mau ikut kepalmu dan ingin selamat bersamamu. Aku hanya ingin menganggu hati para pengikutmu. Biarlah tubuh mereka bersamamu asal hari mereka bersamaku," jawab iblis terus terang.

Mendengar pengakuan iblis, Nabi Nuh marah dan mencoba mengusir iblis tersebut.

"Keluarlah dari kapalku, wahai musuh Allah!" kata Nabi Nuh kepada iblis.

Iblis tidak menjawab apakah mau keluar atau akan tetapi di dalam kapal tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, sebelum Nabi Nuh, Allah juga pernah mengusir iblis keluar dari surga. Tetapi, iblis masih saja membangkang perintah Allah dan terus menggoda Adam sampai berhasil.

STRATEGI IBLIS

Sebelum meninggalkan Nabi Nuh, iblis tersebut sempat membocorkan sedikit rencananya, "Wahai kekasih Allah, aku menyimpan lima strategi yang dengannya aku akan boleh mencelakakan umat manusia. Aku akan sebutkan padamu yang tiga, tapi akan menyembunyikan darimu dua lainnya," kata iblis terus terang.

Sesaat setelah itu kemudian Allah mewahyukan pada Nuh agar tidak usah mendengarkan yang tiga, tapi dengarn saja dua yang lainnya. "Aku tidak berminat mendengar tiga strategi yang akan engkau sebutkan itu, tapi sebutkan dua strategi yang engkau sembunyikan dariku," jawab Nuh.

"Baiklah wahai Nabi Nuh, aku akan berusaha membinasakan manusia dengan dua cara. Pertama, dengan cara menanamkan sifat dengki dalam hati mereka. Kedua, dengan cara menanamkan sifat serakah dalam jiwa mereka," kata iblis seadanya.

"Mengapa engkau memilih dua sifat itu?" tanya Nabi Nuh As.

"Karena dengki, maka aku dilaknat oleh Allah dan dijadikannya sebagai setan yang terkutuk. Karena serakah, maka Adam menghalalkan segala makanan di surga sehingga dia dikeluarkan. Dengan dua sifat ini, kami semua dikeluarkan dari surga," tukas iblis.

Setelah Kapal Nabi Nuh mendarat dengan segenap penumpangnya, tiba-tiba iblis datang lagi menghampiri Nabi Nuh.

"Aku sangat berterima kasih padamu, lebih dari semua makhluk yang ada di bumi ini," ujar iblis dengan suara yang amat merdu.

"Terima kasih dari apa?" tanya Nabi Nuh ingin tahu.

"Permohonanmu agar orang-orang kafir itu dicelakakan telah dikabulkan oleh Allah. Dengan cara itu berarti engkau telah meringankan bebanku," kata iblis.

"Wahai Nabi Nuh, jangan sekali-kali engkau mendengki karena ia telah menghantarku pada keadaan seperti ini. Dan, jangan sekali-kali engkau serakah karena ia telah menghantar Adam seperti yang dialaminya," lanjut iblis.
Thursday, November 22, 2018

Wirid Dan Doa Meraih Sukses Usaha

"Ketika memulai sebuah bisnis atau usaha, tentu berharap meriah sukses. Nah, untuk mencapainya tentu tak hanya kerja keras semata. Berdoa dan zikir, tentu menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk menggapai kesuksesan itu."

Ilustrasi (Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Menyerahkan segala sesuatu hanya kepada Allah, kepasrahan diri hanya kepada-Nya, percaya akan janji-janji-Nya ridha akan ketetapan-Nya, berprasangka baik kepada-Nya dan menunggu jalan ke luar yang diberikan-Nya, itulah cara islami untuk meraih kesuksesan dan keberkahan usaha.

MENATA NIAT

Hal utama dalam amal adalah niatnya. Begitupun saat memulai usaha, tentu niat kita harus sudah ditata terlebih dahulu.

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al Khathab Ra, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, 'Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya'," (HR Bukhari dan Muslim).

Bagaimana maksudnya? Tentu saja, kita niatkan segala bentuk usaha kita sebagai bagian dari wujud penghambaan kita kepada Allah SWT. Sebab, hakikat penciptaan manusia adalah untuk beribadah. "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku," (QS Adz Dzariyat (51): 56).

Maka, setiap apa yang kita lakukan semestinya harus kita niatkan untuk mengabdi atau ibadah kepada Allah SWT. Insya Allah dengan menata niat yang tepat, setiap gerak langkah kita akan dibimbing dan sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya.

HEBATNYA ISTIGFAR

Di antara tuntunan yang ditawarkan untuk menggapai tujuan tersebut: memperbanyak istigfar. Sebagaimana jaminan Allah SWT dalam Alquran, "Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), 'Beristigfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu'," (QS Nuh : 10-12).

Kalau masih ragu, simak kisah yang termuat dalam Tafisr Al Qurthubi. Suatu hari ada orang yang mengadu kepada Al Hasan Al Bashri tentang alamnya paceklik, maka beliau pun berkata, "Beristigfarlah kepada Allah". Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliau pun memberi solusi, "Beristigfarlah kepada Allah". Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, Al Hasan menimpali," Beristigfarlah kepada Allah".

Ar Rabi' bin Shabih yang kebetulan hadir bertanya, "Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristigfar?"

Maka, Al Hasan Al Bashri pun menjawab, "Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman demikian."

Hasan Al Basri kemudian menukil ayat 10-12 dari surat Nuh tersebut di atas.

Masih belum cukup, mari kita cermati hadis Nabi, "Barang siapa memperbanyak istigfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka," (HR Ahmad dari Ibnu Abbas).

WIRID DAN ZIKIR

Di era kekinian, ulama kita memberikan tips lebih rinci lagi. Ustad Yusuf Mansur, dalam beberapa kesempatan memberikan arahan berbagai zikir agar kita sukses berusaha, berbisnis dan sejenisnya.

Menurut beliau, setidaknya setiap pagi dan sore kita memperbanyak shalawat kepada Rasulullah Saw setidaknya 100 kali, bertasbir, Subhanallahi wa bihamdih, hasbiyallaahu laa-ilaaha illaa hu. Alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul arsyil adzhiim. Ini adalah bagian dari dua ayat terakhir dari surat At Taubah. Baca saja keduanya tujuh kali.

Kemudian baca Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas, masing-masing sebanyak tiga kali. Ustad Yusuf Mansur pun mengingatkan, setiap habis mengerjakan zikir-zikir tersebut, iringi dengan ingat kepada Allah dalam tarikan napas kita, lalu berdoa, "Alaa bidzikirillaahi tath-mainnul quluub (Ingatlah, dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang)," (QS Ar-Ra'du: 28).

BERDOA KE ALLAH

Terakhir barangkali, jangan pernah melupakan doa. Sebab, dengan berdoa berarti kita sadar bahwa kita makhluk yang lemah dan harus bergantung kepada Allah SWT. Bahkan, doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi Allah, dari Abu Hurairah Ra berkata bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, "Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa," (Sunan At Tirmizi, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad).

Bahkan, Allah akan murka jika ada orang yang meninggalkan doa. Dari Abu Hurairah Ra berkata bahwasannya Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya," (Sunan At Tirmizi).

Amalan Istimewa Di Bulan Zulkaidah

"Awal bulan Zulkaidah, Di bulan tersebut kita disunahkan untuk berpuasa, setidaknya puasa sunah tiga hari di pertengahan bulan itu."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Bulan Zulkaidah, inilah satu bulan di antara bulan-bulan yang disebut oleh Allah sebagai bulan haram.

Bulan dimana akan ada banyak sekali limpahan pahala, dan ibadah yang kita lakukan tentunya akan lebih menjadi sebuah hal yang baik di hadapan Sang Pencipta.

LIMPAHAN PAHALA

Subhanallah, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir lagi, bulan haram tersebut dijadikan sebagai bulan yang suci lagi diagungkan kehormatannya. Di dalamnya amalan-amalan yang baik akan dilipatgandakan pahalanya.

Di bulan kesebelas dalam kalender Islam itu begitu istimewa karena di dalamnya Allah melarang manusia untuk berperang.

MASUK BULAN HAJI

Keutamaan lainnya, bulan Zulakidah termasuk di antara bulan-bulan haji, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 197, "(Muslim) haji adalah beberapa bulan yang di maklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal."

UMRAH NABI

Di bulan tersebut juga Rasulullah Saw melaksanakan umrah. Menurut Ibnu Rajab; Rasulullah pernah melakukan umrah empat kali dalam bulan-bulan haji. Sebagaimana hadis dari Anas bin Malik Ra, beliau mengatakan, "Nabi Saw melakukan Umrah sebanyak empat kali, semuanya di bulan Zulkaidah, kecuali umrah yang dilakukan bersama hajinya. Empat umrah itu adalah umrah Hudaibiyah di bulan Zulkaidah, umrah tahun depan di bulan Zulkaidah,...." (HR Al Bukhari).

PUASA SUNAH

Sebagaimana di bulan-bulan Islam lainnya, di bulan Zulkaidan pun kita disunahkan untuk berpuasa tiga hari. Dari Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash, Rasulullah Saw bersabda, "Puasalah tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepuluh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang tahun," (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan An Nasai).

Untuk pelaksanaan puasanya, sebaiknya di laksanakan pada ayyamul bidh (hari-hari putih), yaitu tanggal 13, 14, dan  15 dari bulan Hijriyah.

Rasulullah Saw bersabda, "Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari dari salah satu bulan, maka berpuasalah pada hari ke 13, 14 dan 15," (HR Tirmizi).

Fadilah atau keutamaannya luar biasa, yakni berpahala puasa setahun. Dari Jabir bin Abdillah, Nabi Saw bersabda, "Puasa tiga hari setiap bulan adalah puasa dahr (puasa setahun). Dan puasa ayyamul bidh (hari-hari putih) adalah hari ke-13, 14 dan 15," (HR An-Nasai).

Mudah-mudahan kita semuanya mampu untuk menjalankannya.
Wednesday, November 21, 2018

Nasihat Rasulullah Agar Jadi Orang Hebat

"Bukanlah orang sakti, kaya, atau pejabat yang menyandang gelar sebagai orang kuat dan hebat. Tapi, orang yang mampu mengendalikan kemarahannya, itulah orang hebat. Begitu pesan Rasulullah Saw yang patut kita teladani."

Ilustrasi

MakNyak.com - Kita awali renungan kita dengan pesan Rasulullah Saw, "Ada tiga hal yang apabila dilakukan akan dilindungi allah dalam pemeliharaan-Nya, ditaburi rahmat-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam surga-Nya, yaitu: Apabila diberi, ia berterima kasih; apabila berkuasa, ia suka memaafkan; dan apabila marah, ia menahan diri," (HR Hakim dan Ibnu Hibban).

Subhanallah, dari hadits di atas, maka setidaknya ada tiga syarat agar kita menjadi orang hebat, yakni bersedia berterima kasih saat diberi, memaafkan saat berkuasa dan terakhir mampu menahan marah.

BERTERIMA KASIH

Ucapan terima kasih memang terkesan sederhana. Ucapan terima kasih menjadi indikasi bahwa kita mensyukuri pemberian seseorang. Ini tentu sejalan dengan firman Allah SWT, yang artinya, "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)," (QS Ar Rahman: 60).

Di hadis lain pun Rasulullah Saw berpesan, "Barang siapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila dia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya. Jika ia memujinya, maka ia telah berterima kasih kepadanya, namun jika menyembunyikannya berarti dia telah mengingkarinya...," (HR Al Bukhari).

Subhanallah, begitulah indahnya Islam. Bahkan, saat hijrah, Rasulullah Saw juga berpesan agar orang-orang Muhajirin mengucapkan terima kasih kepada kaum Anshar yang telah menolong dan membantunya. Ketika itu orang-orang Muhajirin datang kepada Nabi Saw dengan mengatakan, "Wahai Rasulullah, orang-orang Anshar telah pergi membawa seluruh pahala. Kami tidak pernah melihat suatu kaum yang paling banyak pemberiannya dan paling bagus bantuannya di saat kekurangan selain mereka. Mereka juga telah mencukupi kebutuhan kita." Nabi menjawab, "Bukankah kalian telah memuji dan mendoakan mereka." Para Muhajirin menjawab, "Iya." Nabi bersabda, "Itu dibalas dengan itu," (HR Abu Dawud dan An Nasai).

MEMAAFKAN

Nasihat Rasulullah Saw selanjutnya adalah mudah memaafkan. Tak sekedar memaafkan, ketika kita sedang ada peluang, misalnya saat berkuasa, lalu bersedia memaafkan, sungguh itulah akhlak yang luar biasa. Insya Allah dengan memaafkan dalam posisi kita sedang di atas angin (berkuasa) tersebut tentu kita akan menjadi pribadi yang luar biasa hebat.

Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa Nabi Musa As pernah bertanya kepada Allah SWT, "Ya Rabbi, siapakah di antara hamba-Mu yang lebih mulia menurut pandangan-Mu? Allah berfirman, 'Ialah orang yang apabila berhasil menguasai musuhnya dapat segera memaafkannya'," (HR Kharaithi dari Abu Hurairah).

Bahkan, Allah SWT menjamin akan memaafkan kita jika kita bersedia memberi maaf. Di dalam Alquran telah disinggung, "Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. Apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian?" (QS An Nuur: 22).

MENGENDALIKAN MARAH

Sifat dan teladan Rasulullah selanjutnya adalah mengendalikan marah. Diungkapkan oleh Rasulullah Saw, "Orang kuat bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya pada saat marah," (HR Bukhari dan Muslim).

Subhanallah, sehebat apakah pesan Rasulullah Saw itu? Marah (ghadlab) merupakan fithrah yang telah diberikan Allah SWT kepada setiap manusia. Setiap manusia pasti pernah merasakan rasa amarah. namun demikian, Islam telah memerintahkan umatnya agar bisa menahan amarah. Allah SWT berfirman, artinya, "....Dan orang-orang yang bisa menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain," (QS Ali Imran: 135).

Ayat ini menjelaskan bahwa mengendalikan amarah adalah salah satu sifat orang-orang bertaqwa serta berbudi pekerti luhur. Nabi Saw bersabda kepada Uqbah bin Amir Ra, "Wahai 'Uqbah maukah engkau aku beritahukan budi pekerti yang paling utama ahli dunia dan akhirat? Yaitu, menyambung silaturahim dengan orang yang telah memutuskannya, memberi orang yang tidak pernah memberimu, dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu."

Subhanallah, itulah tiga baginda Rasul Saw sebagai jalan menuju derajat mulia di sisi Allah SWT dan sesama manusia.