Wednesday, November 21, 2018

Heboh, Mushaf Alquran Tertua Di Inggris

"Dunia Islam dihebohkan dengan penemuan mushaf Alquran tertua. Alquran yang berumur sekitar 1.370 tahun itu ditemukan di Inggris. Kini mushaf tersebut dipamerkan di Museum University of Birmingham"

Sumber Gambar @Source

MakNyak.com - Dunia Islam dan khususnya muslim Inggris dikejutkan dengan penemuan mushaf Alquran tertua. Mereka bangga karena memiliki "harta yang tidak ada duanya" itu. Mushaf Alquran tertua ditemukan di Inggris pada Juli 2015 yang lalu. Para peneliti dari University of Birmingham menemukan mushaf itu memiliki bahan daun dari perkamen berumur 1.370 tahun tersebut berasal dari tahun 568 dan 645 Masehi.

"Penanggalan radiokarbon telah membuahkan hasil yang menarik dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang salinan tertulis Alquran yang paling awal," ucap Susan Worrall, Direktur Koleksi Khusus di Universitas Birmingham.

Nabi Muhammad SAW diperkirakan hidup antara tahun 570 dan 632 Masehi. menurut sejarah, Nabi Muhammad menerima wahyu yang membentuk Alquran antara tahun 610 dan 632 Masehi. Pesan ilahi itu tidak langsung ditulis pada waktu itu.

"Sebaliknya, wahyu yang diawetkan dalam 'Memories of Men'," ujar David Thomas dan Nadir Dinshaw, profesor agama di universitas yang sama.

Penanggalan radiokarbon dari perkamen (alat tulis yang terbuat dari kulit domba, kambing dan lembu) tersebut menunjukkan hewan yang di jadikan perkamen tinggal selama atau setelah masa Nabi Muhammad. Artinya, menurut Thomas dan Dinswah, bagian-bagian Alquran yang ditulis di perkamen bisa berusia kurang dari 20 tahun setelah kematian Nabi Muhammad.

NASKAH KUNO

Naskah mushaf Alquran mencakup dua daun perkamen dan berisi bagian dari surah (bab) 18 sampai 20, di tulis dengan tinta dalam bentuk awal dari tulisan Arab dan disebut Hijazi.

Naskah terikat dengan daun serupa Alquran pada akhir abad ke-7. Naskah disimpan di Mingana Collection of Middle Eastern Manuscripts di University of Birmingham yang dikelola Perpustakaan Penelitian Cadbury.

Sebagian besar dari wahyu Ilahi yang diterima Nabi Muhammad di ingat dalam memori, kemudian dituliskan kembali pada perkamen, batu, daun kelapa, dan tulang belikat unta. "Khalifah Abu Bakar, pemimpin pertama setelah Muhammad, memerintahkan untuk mengumpulkan semua bahan Alquran dalam bentuk buku," ucap Thomas dan Dinshaw.

Versi akhir tertulis selesai di bawah arahan Khalifah Utsman bin Affan, pemimpin ketiga dari komunitas Islam, di sekitar tahun 650, dan didistribusikan ke kota-kota utama di bawah kekuasaan Islam.

"Umat Islam percaya bahwa Alquran yang mereka baca hari ini adalah teks yang sama yang standar di bawah Utsman, dan menganggapnya sebagai catatan yang tepat dari wahyu yang disampaikan kepada Muhammad," tutur Thomas dan Dinshaw.

"Ini memang merupakan penemuan menarik, komunitas muslim tidak cukup kaya dalam persediaan kulit bintang selama puluhan tahun. Untuk menghasilkan mushaf lengkap atau salinan dari Alquran diperlukan banyak sekali kulit binatang" kata Muhammad Isa Waley, Kurator utama untuk naskah Persia dan Turki di Perpustakan Inggris.

"Bersama dengan keindahan dan konten dan Naskah Hijazi yang mengejutkan, ini jelas ada berita bagus yang menggembirakan hati umat Islam," ucap Waley.

PENULISAN PERTAMA

Mushaf Alquran itu menjadikannya sebagai salah satu penulisan mushaf Alquran versi paling awal. Manuskrip tersebut ditulis dengan huruf Hijazi atau versi awal huruf Arab.

Komunitas Muslim Inggris setempat mengaku bahagia dengan temuan itu. Apalagi, pihak Universitas mengatakan, naskah kuno tersebut akan dipamerkan untuk umum. "Saat melihat naskah tersebut, hatiku tergetar. Air mata kebahagiaan dari emosi jiwa yang meluap tergenang di mataku. Saya yakin, semua orang di seluruh Inggris akan datang ke Birmingham untuk menyaksikan," kata Muhammad Afzal, pemimpin Birmingham Central Mosque.
Tuesday, November 20, 2018

Perawat Yang Piawai Bersyair

"Shafiyyah tergolong wanita pertama yang beriman dan dibaiat Rasulullah. Setelah masuk Islam, wanita yang piawai bersyair dan pemberani ini ikut dalam berbagai peperangan dan menjadi perawat para mujahid yang terluka".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Shafiyyah binti Abdul Muththallib yang lahir dari suku Quraisy Alhasyimiyyah. Ia juga merupakan bibi Rasulullah dan saudara kandung "Singa Allah", Hamzah bin Abdul Munthalib. Shafiyyah juga merupakan ibu dari seorang sahabat bernama Zubair bin Al Awwam. Dia tumbuh dewasa di rumah Abdul Muththallib, kakeknya seorang pemuka Quraisy yang terpandang dan mulia.

Pengaruh lingkungan inilah yang membuat Shafiyyah menjadi seorang wanita yang memiliki kepribadian kuat. Dia juga fasih bertukar kata, cerdas, berani, dan ahli menunggang kuda. Dia termasuk angkatan pertama yang beriman kepada keponakannya, Nabi Muhammad, dengan kualitas keimanan yang sangat bagus. Shafiyyah juga ikut berhijrah bersama anaknya ke Madinah.

Di madinah Shafiyyah turut berperang dalam menyebarkan agama Islam. Semangat jihad yang merasuk dalam dirinya, mendorongnya ikut dalam Perang Uhud bersama rombongan kaum muslimah lainnya. Di sela-sela peperangan itu ia juga smepat merawat mujahid yang terluka.

MUJAHIDAH

Dalam Perang Uhud, pasukan Muslim kocar-kacir, akibat tidak patuhnya regu pemanah terhadap intruksi Rasulullah Saw. Ketika pasukan muslim mulai melarikan diri, berdirilah Shafiyyah dengan gagah berani sambil mengibas-ngibaskan tombak. "Apakah kalian akan melarikan diri dan meninggalkan Rasulullah?" kata Shafiyyah saat itu.

Atas teguran itu, beberapa pemanah kembali berperang, meskipun pada akhirnya mereka kalah. Dalam peperangan itu, Shafiyyah melihat saudaranya, Hamzah bin Abdul Muththallib terbunuh. Tentu saja Shafiyyah sangat bersedih. Namun kesedihan itu tidak berangsur lama, ia kembali tegar dan sabar dalam menerima musibah.

Saat itulah melalui anak shafiyyah, Rasulullah memerintahkan wanita pemberani ini untuk pulang. namun Shaffiyah bersikukuh tetap tinggal. Rasulullah pun mengijinkannya untuk menyelesaikan perang. Selanjutnya Nabi Muhammad Saw mendatangi jenazah Hamzah dan mengucapkan, innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Setelah itu Rasulullah memerintahkan kepada sahabatnya untuk menguburkan jenazah Hamzah.

PEMBERANI

Keberanian Shafiyyah juga bisa dilihat saat terjadi Perang Khandaq, yakni ketika ada seorang Yahudi yang hendak menyerang kaum wanita. Ketika itu, para wanita dan anak-anak dikumpulkan di sebuah benteng. Sementara, pasukan kaum muslim sedang berada di medan perang. Melihat kaum wanita terancam, Shafiyyah segera bangkit dan mengambil sebuah kayu.

Kemudian, ia turun dari benteng untuk mengintai dan mencari kelengahan orang Yahudi tersebut. Pada saat yang tepat Shafiyyah berhasil memukul bagian belakang kepala Yahudi itu hingga tersungkur. Shafiyyah lalu memukulnya lagi beberapa kali sampai orang Yahudi itu mati.

Setelah kejadian itu Shafiyyah dikenal sebagai wanita muslimah pertama yang membunuh musuh. Dalam Perang Khandaq itu, kaum muslim berhasil meraih kemenangan berkat keberanian seorang waniat muslimah yang tidak mengenal kemustahilan dalam membela agama Allah.

Shafiyyah mencintai Rasulullah sejak masih kecil. Oleh karena itu, ia snagat sedih dan berduka ketika Nabi Muhammad Saw wafat. Dalam menggambarkan kesedihan hatinya, Shafiyyah membuat syair tentang Rasulullah.

Sepeninggal Nabi Saw, Shafiyyah menjalani hidup dengan penuh kemuliaan dan kehormatan sampai ia wafat pada Khaththab pada usia kurang lebih 70 tahun.

Didoakan Nabi, Makanan Bisa Bicara

"Saat orang kafir Yahudi ingin membunuh Rasulullah, berbagai cara mereka tempuh. Termasuk membubuhkan racun pada daging kambing yang akan dimakan Rasulullah. Ajaibnya, daging itu memberitahu kepada Rasulullah jika dia beracun."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Selepas Perang Khiabar, Rasulullah dan beberapa sahabat lainnya merasa lapar. Mereka kemudian menuju dapur umum untuk mendapatkan makanan. Benar, saat itu para perempuan muslimah tengah memasak untuk disediakan bagi para mujahid pembela Islam.

Akan tetapi, ada salah satu perempuan Yahudi yang menyusup di antara para pemasak itu. Ia bernama Zainab binti Haris istri dari Salam ibnu Musykim. Ia hendak memberikan hadiah kepada Rasulullah berupa adaging kambing yang telah dipanggang.

"Wahai sahabat, bagian daging kambing mana yang disukai Rasulullah?" tanya Zainab kepada salah satu pasukan muslim.

DIBUBUHI RACUN

"Bagian paha kambing, Rasulullah sangat menyukainya, maka hidangkanlah yang terlezat untuk beliau," kata pasukan Islam itu.

"Baiklah, akan kubuatkan masakan daging kambing yang lezat," ucap Zainab berpura-pura.

Ia lantas kembali ke dapur dan memotong bagian paha kaki kambing panggang itu. Potongan itu ditempatkan di sebuah wadah khusus. Akan tetapi, selanjutnya Zainab menaburkan serbuk racun di antara daging panggang itu.

Tidak lama kemudian, Zainab menyerahkan bagian daging itu kepada salah satu sahabat untuk diberikan kepada Rasulullah. Dengan jantung berdegub kencang, Zainab melihat Rasulullah menerima potongan daging itu.

Selanjutnya, setelah semua sahabat mendapatkan bagian makanan masing-masing, Rasulullah memimpin doa. Semua pasukan yang ada di tempat itu mengikuti doa Rasulullah Saw.

Setelah doa selesai dibacakan, masing-masing menghadap makanan kemudian menyantapnya dengan tenang. Namun, Rasulullah tiba-tiba menghentikan niatnya untuk makan potongan kaki dari kambing panggang itu. Mendadak beliau mendengar suara yang berasal dari kambing panggang itu.

DAGING BICARA

Sahabat yang melihat keanehan itu lantas menghentikan makannya. Mereka tertegun memandangi Rasulullah yang seolah tengah berdialog dengan seseorang. Akan tetapi, tidak ada satu pun dari mereka yang berani menanyakan keganjilan itu.

Selanjutnya, Rasulullah menginstruksikan kepada sahabatnya untuk mengumpulkan semua orang, termasuk para pemasak. Setelah orang-orang dikumpulkan, beliau bertanya pada mereka.

"Apakah kalian akan jujur padaku bila aku tanyakan sesuatu pada kalian?" tutur Rasulullah.

"Ya, kami akan jujur kepadamu wahai kekasih Allah," jawab salah satu di antara mereka.

"Apakah kalian telah membubuhi racun di daging kambing panggang ini?" tanya Rasulullah sekali lagi.

Pertanyaan Rasulullah sontak membingungkan para sahabat yang mendengarkan. Mereka saling pandang untuk mengetahui siapa yang nekad melakukan tindakan kepada Rasulullah itu.

Tiba-tiba Zainab mengaku bahwa dirinya yang melakukan tindakan itu.

"Ya, saya yang melakukan," jawab Zainab jujur.

Sahabat yang lain mendadak marah dan hendak membunuh Zainab. Akan tetapi, tindakan mereka dihentikan oleh Rasulullah.

"Apa yang mendorong kamu melakukan tindakan semacam itu?" tanya beliau.

"Kami ingin tahu, bila Anda seorang pendusta, maka kami akan merasa lega dari Anda. Dan, bila Anda seorang Nabi, maka racun itu tak akan membahayakan hidup Anda," balas Zainab.

Kisah mukjizat daging panggang bisa bicara itu dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Abu Daud.
Monday, November 19, 2018

Kisah Pahala Haji Tukang Sol Sepatu

"Ketika berada di Masjidilharam, Hasan Al Basri mengalami mimpi yang membingungkan dirinya. Saat itu ia mendengar percakapan dua malaikat bahwa diantara ratusan ribu jamaah haji saat itu, hanya sedikit yang meraih mabrur. Salah satunya adalah seorang tukang sol sepatu. Anehnya lagi, orang tersebut belum pernah haji. Berikut kisahnya."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Suatu hari ketika hasan al Basri berada di Masjidilharam dalam suasana haji, ia bermimpi. Dalam mimpinya ia melihat dua Malaikat sedang membicarakan haji. Diantara mereka mengatakan, bahwa jumlah jamaah haji mencapai 700 ribu orang.

Malaikat pertama berkata, "Tahukah kamu, beberapa orang yang mendapat haji mabrur"?

Malaikat kedua menjawab, "Hanya Allah yang tahu dan hanya sedikit saja, karena haji mereka bersifat riya, ada yang keluarga dan tetangganya lebih memerlukan uang tapi tidak dibantu, ada yang hajinya sudah beberapa kali, tetapi orang di sekitarnya banyak yang sengsara, dan ada juga yang berangkat dengan hasil pekerjaan yang haram".

DIALOG MALAIKAT

Malaikat pertama mengatakan bahwa ada seseorang yang mendapatkan pahala haji mabrur sedang dia tidak mengerjakan haji.

"Siapa dia?" tanya Malaikat kedua.

"Dia adalah Sa'id Bin Muhafah, tukang sol sepatu di Kota Syria," jawab Malaikat pertama.

Mendengar ucapan itu, Hasan al Basri terbangun. Sepulang dari Makkah, ia langsung menuju Kota Syria.

Sampai di sana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu di tanya, dan akhirnya bertemu dengan Sa'id bin Muhafah. Sejenak Hasan kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaannya, akhirnya ia menceritakan perihal mimpinya. Sa'id mulai menjawab dengan bercerita pengalamannya.

Sa'id menuturkan bahwa ia sebenarnya sudah puluhan tahun lalu saya sangat rindu menuju Makkah untuk menunaikan berhaji. Mulai saat itu istiqomah setiap hari menyisihkan uang dari hasil kerja sebagai tukang sol sepatu.

Sedikit demi sedikit uang dikumpulkan. Ketika jumlahnya sudah cukup, ia berencana pergi haji. Akan tetapi sewaktu Sa'id hendak berangkat, istrinya yang tengah hamil memintanya untuk membelikan daging yang dia cium dari kejauhan.

Sa'id pun mencari sumber aroma daging itu. Ternyata aroma itu berasal dari sebuah gubuk yang hampir runtuh. Di dalamnya ada seorang janda dengan enam anaknya. Sa'id berinisiatif meminta sedikit dari daging itu untuk istrinya.

TIDAK PERNAH HAJI

Akan tetapi permintaan Sa'id ditolak. Di pemilik daging tidak berkenan memberikannya meskipun secuil.

"Dijual berapapun akan saya beli, saya mohon," ujar Sa'id memelas.

Sekali lagi, janda itu tetap tidak menjual dagingnya. Janda itu berkata, "Daging ini halal untuk kami tetapi haram untuk Tuan".

"Apa maksudmu?" tanya Sa'id.

"Karena daging ini adalah bangkai keledai, bagi kami daging ini adalah halal karena jika kami tidak memakannya tentu kami akan mati kelaparan," jawabnya sambil menahan air mata.

Mendengar ucapan tersebut Sa'id menangis. ia langsung pulang dan menceritakan kejadian itu kepada istrinya. Sang istri pun ikutan menangis. Akhirnya uang bekal gaji yang Sa'id kumpulkan selama bertahun-tahun diberikan semuanya untuk janda miskin itu. Sa'id rela tidak berhaji tahun itu demi membahagiakan keluarga janda miskin itu.

Mendengar cerita tersebut Hasan Al Basri tidak bisa menahan air mata. "Kalau begitu engkau memang pantas mendapatkan pahala haji mabrur karena kebaikan tersebut," ujar Hasan Al Basri.

Ikhlas Diuji Sakit, Sambut Maut Dengan Ngaji

"Mengidap suatu penyakit, tidak selamanya dianggap sebagai suatu penderitaan. Namun, penyakit bisa membawa hikmah tersendiri. Bahkan ketika ikhlas menerima penyakit itu, suatu kemudahan menjemput sakaratulmaut didapat. Seperti kisah berikut ini."

Ilustrasi (Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Kesehatan merupakan suatu nikmat yang luar biasa. Tapi suatu penyakit juga bisa menjadi nikmat, ketika seseorang yang menderita sakit itu ikhlas menerimanya. Seperti yangd ialami oleh Asnan (bukan nama sebenarnya).

Asnan, merupakan sosok laki-laki yang gagah dan sehat. Ia menjalani profesi sebagai abdi negara dan pengusaha, secara finansial dia tidak diragukan lagi. Namun cobaan dari Allah datang, ia mengalami kegagalan rumah tangga dan harus berpisah dengan istrinya.

Ketika dalam keadaan Single, dia kembali menemukan sosok perempuan yang menjadi idamannya. Ia kemudian memutuskan untuk menikah dengan perempuan itu. Setelah beberapa tahun, Asnan dikaruniai empat orang anak. Tampaknya kehidupan rumah tangganya sangat sempurna. Namun cobaan dari Allah diberikan kepada keluarganya.

Asnan menderita stroke. Tiba-tiba dia tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya, cara berbicaranya juga sudah cadal dan pelan. Dari sakit yang dideritanya, ia begitu ikhlas menerima apa yang sudah digariskan Allah kepadanya.

TIDAK BISA AKTIVITAS

Sejak mengalami stroke, ia tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Ia hanya bisa terbaring diatas tempat tidurnya.

Makan dan minum pun harus dibantu oleh istri atau orang lain yang menjaganya saat di tinggal sang istri pergi bekerja.

Selama ia menderita sakit stroke, usahanya terbengkalai dan banyak yang bangkrut. Bahkan yang tersisa hanya toko dan keterampilan make up dari sang istri. Secara otomatis istri menjadi tulang punggung keluarga.

Istrinya tidak bisa merawat anak dengan sepenuhnya karena harus bekerja secara maksimal. Namun Asnan kadang-kadang ingin diperhatikan oleh istrinya. kadang dia mencari perhatian dengan agak sedikit cerewet soal makanan.

Terkadang almarhum juga tidak ingin makan kalau bukan istrinya yang menyuapi. Hal-hal kecil inilah yang terkadang diinginkan oleh almarhum.

Namun pihak keluarga juga menyadari, bahwa seseorang yang sakit, pasti akan membutuhkan perhatian lebih. Bahkan semenjak sakit, almarhum sangat rajin melaksanakan ibadah. Setiap mendengarkan azan, ia langsung bergegas meminta bantuan untuk bersuci.

Setelah melakukan wudhu, langsung melaksanakan shalat. Setiap hari ia menggunakan waktunya untuk shalat dan mengaji. Meskipun bicaranya sudah cadal, ia tetap berusaha untuk mengaji surat-surat pendek atau Al Fatihah. Selama sakit, ia juga tidak menggunakan diapers. Ketika ingin buang air kecil, almarhum minta tolong kepada perawat khusus untuk membantunya.

SEMAKIN RAJIN IBADAH

Dua hari menjelang wafat, almarhum selalu mencari istrinya yang sibuk mengurus toko. Apalagi menjelang Lebaran, toko sangat ramai dan tutup melebihi jam sembilan malam. Ketika sampai di rumah, istrinya capek dan hanya bisa melihat sebentar saja.

Sebelum wafat, akhirnya perawatnya bilang kepada istri almarhum bahwa selama dua hari ini almarhum mencarinya.

"Bu, dua hari ini Bapak selalu mencari ibu. Tapi saya lihat ibu sangat capek, jadi saya tidak memberitahukannya," cerita perawatnya yang tidak mau disebutkan namanya.

Besoknya, setelah pulang dari bekerja, istrinya langsung mendatangi ke kamarnya untuk melihat kondisi suaminya. Sambil duduk di sebelah almarhum, istrinya berkata.

"Kenapa sih Pak, kok nyari-nyari saya. Saya kan lagi bekerja. Bapak mau ngaji ta. Ayo kita bareng-bareng baca Al-Fatihah," ucap istrinya.

Akhirnya, almarhum membaca Al Fatihah seratus kali sambil berada di sandaran istrinya. Setelah itu, terdengar suara napas yang cukup keras, seperti orang yang tidur dan sedang mengambil napas panjang. Bahkan suara napasnya sampai terdengar.

Mendengarkan itu, istrinya meminta tolong perawat untuk mendampinginya. Ia kembali melanjutkan membimbing suaminya untuk ikut membaca surat-surat pendek.

Sang istri tetap melanjutkan membaca surat-surat pendek dan ternyata suaminya sudah menghembuskan napas terakhir tanpa diketahui oleh istrinya yang dari tadi memangkunya. Yang mengingatkan adalah perawatnya.

"Bu, bu, mohon maaf. Bapak sudah tidak ada," kata perawatnya.

Seketika itu, istrinya kaget dan benar-benar tidak mengira bahwa almarhum dengan cepat menghembuskan napas terakhirnya. bahkan yang memangkunya juga tidak mengetahui kapan Almarhum menghembuskan napas terakhirnya.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah: 155-157).
Sunday, November 18, 2018

Memutus Silaturahim, Menjerit Saat Sekarat

"Silaturahim itu amal yang mulia, menghadirkan berkah, memperpanjang usia, dan melapangkan rezeki. Tapi, jaminan Rasulullah itu tak diindahkan Sutini. Bahkan, ia sengaja memutus tali silaturahim dengan saudara bahkan dengan orang tuanya. Alhasil, di akhir hidupnya, Sutini susah sakaratulmaut. Ia hanya menjerit-jerit kesakitan".

Sumber Gambar @Source

MakNyak.com - Beberapa tahun silam, juga bertepatan dengan momen Idul Fitri, ada kisah yang patut untuk kita jadikan pelajaran. Gara-gara memutus tali silaturahim, seorang wanita susah sakaratulmaut. Dikisahkan Diana (bukan nama sebenarnya) ada seorang wanita yang tinggal di daerah Surabaya. Warga memanggilnya dengan Bu Sutini. Di akhir masa tuanya, Sutini hanya mampu tergolek lemas di pembaringan. ia tak mampu berbuat apa-apa kecuali hanya mengedipkan mata untuk memberikan tanda.

Pelit bin Kikir. 

"Ampunnn.... Tolonggg......," jeritan Sutini tiada hentinya.

Sungguh sangat menderita sekali Sutini saat menghadapi Sakaratulmaut. Suaranya hanya terdengar terhenti sampai di kerongkongan tenggorokan. Entah apakah itu karena sakit, atau memang susah sakaratulmaut. Yang jelas Sutini ini berteriak-teriak minta ampun terus menerus. Sepintas, jika dilihat persis seperti orang yang sedang tercekik.

"MUngkin itu karena kebencian dalam dirinya kepada keluarganya," cerita Diana.

Menurut Diana, Sutini ini sangat membenci saudara dan orang tua. Kabarnya, keretakan tali persaudaraan itu dikarenakan adanya iri hati satu sama lain. Yang paling nampak ketika Lebaran tiba. Lazimnya, pada momen bahagia tersebut, sanak saudara saling memaafkan dan saling berkunjung untuk silaturahim.

Anehnya, Sutini enggan meminta maaf kepada saudara atau ibunya. Sudah belasan tahun sikap Sutini dinilai warga tak kunjung berubah. Dari banyak cerita warga, Sutini merasa kesal karena dirinya merasa tidak mendapatkan keadilan saat pembagian harta warisan.

"Padahal, dia itu sudah dapat jatah yang sama. Sampai orang tuanya sendiri cerita dengan harapan bisa menyadarkan anaknya tersebut." tambah Diana mengingat.

Di luar permasalahan di dalam keluarga Sutini dan orang tuanya, yang paling diingat warga adalah sikap pelit Sutini. Perbuatan Sutini tersebut membuat keluarganya sendiri sering mendapatkan musibah.

Diana mengingat, saat berkunjung ke rumah Sutini, ia hanya mampu menggelengkan kepala melihat ucapan Sutini kepada pengemis yang datang. Bagi Sutini, para pengemis itu tak pantas dikasihani. "Begitulah kata-kata dia setiap ada pengemis. Meskipun pengemis, kan tidak seharusnya Sutini mengucapkan demikian," ujarnya.

Salah satu adik Sutini, ungkap Diana, bercerita kepada tetangga, sejak tahun 2010 silam Sutini memutuskan tali persaudaraan dengan keluarganya. Sekitar tahun 2012, Sutini mengalami musibah. Ia mengalami kecelakaan dan patah tulang akibat motornya bertabrakan dengan mobil. Sekitar empat hari lamanya ia menjalani operasi.

"Beberapa bulan kemudian, tepatnya Desember tahun itu juga, musibah yang sama menimpa putranya yang bernama Andik," lanjut Diana.

MENGADU DOMBA

Dari kecelakaan itu, putra Sutini mengalami luka dan gegar otak ringan. Saat itu Sutini hanya mengira semua kejadian yang menimpa keluarganya adalah semata-mata dari Allah SWT. Namun tak disangka, di bulan Mei 2013 musibah yang hampir merenggut nyawanya kembali datang. Seperti kebiasaan di pagi hari, Sutini selalu masak pagi-pagi untuk suami dan anaknya.

Sungguh naas waktu itu, kompor elpiji 3 kg yang digunakan memasak Sutini meledak menghancurkan pintu dan segala perabotan di dalam dapur. Dalam kondisi yang tak sadar lagi-lagi Sutini harus menjalani rawat inap selama dua minggu di rumah sakit.

Namun sebelum menutup mata, Sutini mengaku kepada salah satu saudaranya jika berniat untuk memohon maaf kepada sanak saudaranya dan orang tua. Di akhir hidupnya, Sutini semakin sadar bahwa musibah yang terjadi dalam hidupnya karena kesalahan yang dibuat dirinya sendiri.

Suatu ketika, ustad di kampung itu menasihati agar Sutini membuang jauh-jauh rasa kebencian dan iri hati kepada keluarga sendiri. Sang ustad tersebut menganjurkan agar Sutini tak menyimpan dendam. Apalagi sampai membawanya sampai akhir hayat. Sutini sendiri sebenarnya mengetahui hal itu. Sayangnya ai seolah acuh tak acuh saja terhadap saran sang ustad tersebut. Bahkan, malah mengumpatnya.

"Almarhum memang pernah mengakui kesalahannya kepada saya. Ia berterus terang jika pernah menzalimi dua saudara perempuan saya juga. Hingga akhirnya kedua saudara saya tersebut saling memutuskan tali persaudaraan gara-gara diaduk domba oleh Sutini. Sejak itulah Sutini dan keluarga lainnya sudah tak bertegur sapa lagi sampai akhirnya dia meninggal," urai Pardi (bukan nama sebenarnya).

Pardi menyimpulkan, jika perbuatan Sutini adalah karma dari Allah SWT akibat perbuatannya yang suka mengadu domba. Sebenarnya seluruh keluarganya sudah memaafkan Sutini atas kesalahan yang dibuatnya. Keluarga sudah memaklumi jika watak Sutini memang kurang baik sejak kecil. Tak sekalipun Sutini bertegur sapa dengan keluarganya meski itu bertemu di dalam kampung. "Orang tua saya sangat kecewa ketika Sutini seperti itu," jelas Pardi.

Bertobat Dari Maksiat

"Seolah kebal akan nasihat, Harjo terus mengumbar dosa. Meski istrinya sudah setia dan sabar, ia tetap mengkhianatinya. Jika dinasihati, ia justru marah dan menyakiti istrinya. Bersyukur dia mau diruqyah sehingga sadar dari kemaksiatannya".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Harjo, salah seorang direktur perusahaan asing di Jakarta. Baginya, seorang istri tidaklah lebih dari seorang pelayan atau pembantu yang harus menuruti semua perintah. Bulan berganti bulan, tahun pun kian berlalu, selama itu pula kehidupan rumah tangga mereka lalui dengan bermacam ragam.

"Mi, segera siapkan semua berkas Papi untuk meeting hari ini," perintah Harjo.

"Kamu siapkan juga semua kebutuhan Laras dan Andik, jangan sampai ada yang lupa," tambahnya.

Selain sibuk sebagai ibu rumah tangga, Hartini juga harus bertanggung jawab mengurusi kedai kopi yang dikelolanya. Meski begitu, dia tidak pernah mengeluh ataupun membangkang apapun yang diperintahkan suaminya.

Di sisi lain, Harjo dengan entengnya bermain hati dengan sekretarisnya. Menurutnya, Hartini sudah tak menarik lagi dan hanya pantas dibuat konco wingkeng semata alias temen di urusan dapur.

Ibarat bolak-balik membaca buku, kita pasti tahu ending-nya apa dan bagaimana. Tanpa sengaja Hartini membuka ponsel milik suaminya yang berdering, alangkah kagetnya saat dia mendengar suara perempuan yang mengaku sebagai simpanan suaminya.

"Apa benar Indah itu selingkuhan Papi? jadi, Papi telah mengkhianati mami dan juga anak-anak?!" jerit Hartini.

Alih-alih iba melihat tangisan sang istri, Harjo kalap dan langsung menganiaya istrinya. Kata-kata kasar dan ancaman pun meluncur dari mulutnya dengan nada marah tak terkendali.

Ternyata, tindakan tersebut bukanlah kali pertamanya, ketidakpedulian, ucapan yang kasar dan pukulan keras seolah telah menjadi kawan dalam hidupnya. Sikap keras suaminya mulai dirasakan Hartini pasca melahirkan Andik, anak keduanya.

Namun, wanita itu hanya bisa diam dan pasrah demi kedua anaknya dan keutuhan rumah tangganya. Alunan doa selalu dia panjatkan setiap selesai shalat, supaya dirinya diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

DIRUQYAH

Namun, kini kesabarannya telah habis tak tersisa menghadapi perangai suaminya yang semakin kasar dan tidak manusiawi. Hartini berniat mengakhiri biduk rumah tangganya dengan menceraikan Harjo suaminya.

Namun, niatan itu pun diurungkannya setelah mendapatkan arah dari salah seorang saudara yang prihatin melihat keadaannya.

"Coba Mbak datang saja ke tempat praktik Ustad Massar di Semarang. Dia ahli dalam meruqyah, siapa tahu beliau dapat membantu seperti beberapa teman saya yang rumah tangganya terselamatkan setelah berkonsultasi dengan beliau," ungkapnya.

Setelah mengungkapkan permasalahan yang dihadapi, sesaat kemudian ustad Massar melaksanakan ruqyah jarak jauh bagi suami Hartini (Harjo). Tak berselang lama setelah itu, secara perlahan Harjo mulai menunjukkan perubahan sikap yang positif, dimana dirinya menjadi lebih tenang dan mulai menyadari kesalahan-kesalahan yang selama ini diperbuat.

"Maafkan papi, Mi, selama ini telah banyak salah kepada Mami dan juga anak-anak," rujuk Harjo.

Kini, Harjo yang suka ringan tangan telah kembali kepada pribadi yang saleh dan mencintai keluarga melebihi dirinya sendiri. Meski di mata orang lain Harjo merupakan orang yang baik, tapi hari nuraninya tetap tak bisa melupakan dosa yang pernah dibuatnya.