Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts
Friday, December 7, 2018

Melihat Bukti Keajaiban Haji

"Ibadah haji memang mengandung banyak misteri. Meski berhaji di tempat yang sama dan melakukan ritual yang sama, tetapi pengalaman masing-masing jamaah haji berbeda-beda. Ada yang mengalami kesembuhan dari sakit, ada yang merasa di azab, dan ada pula yang merasa diberi kemudahan selama ibadah. Benarkah keajaiban haji itu ada?"


MakNyak.com - Kisah nyata, ketika seorang yang akan menunaikan haji, berangkat dalam keadaan sakit, tetapi ia tetap memaksakan dirinya, di pesawat tiga penumpang terpaksa merelakan kursinya agar si sakit bisa berbaring karena tidak kuat duduk, maka tiga penumpang tersebut duduk di bawah.

Sepertinya penyakit berat. Akan tetapi apa yang terjadi ketika sampai di Kota Makkah mukarramah. ia mulai terlihat sehat. Uniknya, ketika sampai dan melihat Kakbah, ia sepertinya tidak pernah sakit dan langsung tawaf serta sa'i berjalan dan berlari-lari kecil.

Ada juga kisah seorang kakek yang sudah sangat sepuh, badannya sudah bongkok, dan kadang sering ling-lung. Kakek ini harus benar-benar dijaga kesehatannya dan jangan sampai sendiri dan dilepas karena bisa hilang.

Tetapi ternyata kakek ini termasuk yang paling sehat, tidak pernah sakit berat kecuali hanya pilek ringan. Termasuk juga yang paling semangat ketika melakukan manasik, yang lebih muda dari dia ada yang pingsan, ada yang kelelahan, bahkan kakek ini kuat naik gunung Jabal Rahmah sampai puncak dengan cepat.

Ada juga seorang tua yang sudah terkena stroke, sehingga selama gaji harus dibawa menggunakan kursi roda dan harus memakai selang kateter untuk kencing. Selain itu, juga sudah agak tidak nyambung ketika berbicara. Ia di urus oleh anaknya yang sangat berbakti kepada ayahnya.

Anaknya mengaku bahwa selama haji ayahnya bisa lebih tenang, tidak sebagaimana di rumah. Sehingga proses ibadah haji lebih mudah di laksanakan.

Cerita nyata seperti ini sudah banyak, mulai dari yang tadinya kakinya asam urat kambuh atau seorang nenek tua jumpo yang jalan saja harus dipapah. Ternyata ketika akan melihat dan sudah melihat Kakbah mereka kuat melakukan tawaf dan sa'i dengan total jarak berkilo-kilo dengan berdesak-desakan.

Subhanallah, itulah keajaiban haji yang banyak dijumpai dan dialami oleh umat Islam yang melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.

MULUT BISU

Apa yang dirasakan H Amir merupakan bukti bahwa Allah benar-benar membalas perbuatan dan ucapan yang tidak baik. Saat Arbain di Madinah, H Amir memang berniat untuk mengkhatamkan Quran sebelum dirinya kembali ke Makkah. Di hari terakhir, H Amir ini tanpa sengaja mengatakan kepada jamaah bahwa dia merasa bersyukur bisa menghatamkan Quran.

"Alhamdulillah, saya diberi kesehatan. Saya juga hampir mengkhatamkan Alquran. Kurang 1 juz saja," kata Amir kepada jamaah rombongannya saat itu.

Ajaibnya, setelah ia berkata seperti itu, Amir yang berangkat haji pada tahun 1998, itu langsung merasa kesakitan di tenggorokannya. Tubuhnya pun menggigil panas dingin. Bahkan, ia merasa bahwa mulutnya seperti orang bisu. Tidak mampu digunakan untuk bicara. Untungnya Amir segera tersadar jika ucapannya itu termasuk takabur.

"Padahal niat saya itu hanya bersyukur karena bisa menghatamkan. begitu mengucap itu, tubuh saya sakit semua. Tenggorokan sakit tidak bisa buat ngomong. Menggigil dan kepanasan," tegas Amir

Kemudian Amir bergegas mohon ampun di depan Masjid Nabawi dan sakit itu pun berangsur sembuh hingga bisa melanjutkan untuk ngaji.

"Saya sadar bahwa ini takabur. Hal yang baik pun atau tidak baik, tidak boleh diucapkan. Bangga atau sombong," lanjut pria asal Ujung Pandang.

SEMBUH DARI KANKER

Sementara Hj Susilawati mengatakan jika kankernya benar-benar sembuh setelah menunaikan ibadah haji. Sejak tahun 1998, Susi, panggilan Susilawati, divonis menderita kanker. Ia pun pasrah jika Allah mengambil nyawanya kapan saja. Namun, permintaan Susi saat itu ingin menunaikan ibadah haji.

"Saya saat itu ingin pergi haji. Kemudian saya berdoa agar diberi kesempatan untuk melihat Alif (cucunya) tumbuh besar," tutur muslimah 70 tahun ini.

Tepat saat menunaikan ibadah haji, ketika di kediaman Khadijah, lantas Susi disarankan oleh jamaah lain untuk mengguyurkan air zamzam ke sekujur tubuhnya.

"Saya kan minum air zamzam, kemudian saya guyur itu zam-zam ke sekujur tubuh saya," terangnya.

Tepat setelah mengguyur air zam-zam, Susi merasa kondisi fisiknya benar-benar berubah. Ia merasa sangat sehat. Ajaibnya lagi, Susi yang sebelumnya menjalani kemoterapi bisa berjalan hingga 13 kilometer. Sepulang haji, Susi merasa bahwa Allah memberikan mukzijat kepadanya.

"Ketika saya kontrol, dokter bilang kalau kanker saya hilang. Dokternya sendiri juga heran. Subhanallah," tandas Susi penuh syukur.

HARUS INTROSPEKSI

Menurut DR Sahid HM MAg, semua peristiwa yang terjadi dalam melaksanakan ibadah haji bisa dijadikan introspeksi. Orang yang melaksanakan ibadah haji bisa dijadikan introspeksi. Orang yang melaksanakan ibadah haji itu berharap akan mendapatkan sesuatu yang baik ketika pulang dari ibadahnya nanti.

Sebagian mengindikatori bahwa orang yang baik akan mendapatkan yang baik. Sebaliknya, jika orang melakukan kejahatan, itu akan mendapatkan sesuatu yang kurang baik. Biasanya itu berkaitan dengan personal.

"Seseorang akan menyadari dengan perbuatan yang pernah ia lakukan dulu. Misalnya, dulu pernah memukul orang, maka pada saat di Tanah Suci dipukul orang," jelas Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya.

Manusia tidak bisa menilai sendiri, apakah baik dan tidak. Bisa jadi ketika melaksanakan ibadah haji, juga mendapatkan ujian. Sebelum berangkat haji sudah melakukan hal-hal yang baik, tapi di Tanah Suci mendapatkan hambatan. Itu bisa jadi cobaan dari Allah. Paling penting introspeksi diri.

"Biasanya orang itu menjustifikasi dirinya sendiri, kemudian diceritakan kepada orang lain. Permasalahan personal itu tidak bisa digeneralisir dan tidak bisa dijadikan ukuran," imbuhnya.

Pada saat akan menunaikan ibadah haji, perbanyak perilaku yang baik. Melakukan ibadah vertikal dan horizontal. Meningkatkan ibadah kepada Allah dengan cara shalat yang baik, membaca Alquran dan banyak melakukan zikir.

Selain melaksanakan hubungan yang baik dengan Allah, orang yang akan melaksanakan ibadah haji juga harus melakukan hubungan baik dengan tetangga, teman, dan kerabat. Karena pada saat tawaf dan sai akan berbarengan dengan banyak orang juga. Ibadah yang dilakukan juga banyak, jadi butuh energi yang ekstra.

"Jika mendapatkan 'keajaiban' lebih baik yang diceritakan yang baik-baik diceritakan yang baik-bai saja agar bisa memotivasi orang lain untuk berbuat yang lebih baik lagi," ujar dosen Syariah ini.

Secara psikologi juga dipersiapkan bagaimana agar diri tidak merasa benci, iri, dengki, sombong dan takabur terhadap orang lain. Perlu di ingat lagi bahwa kita berangkat haji bukan untuk pamer dan kesombongan, tapi untuk menghadap Allah. "Mentalitas spiritual dan psikologis perlu dibangun sejak akan berangkat haji. Sehingga dalam menjalankan ibadah haji, sudah siap secara mental dan psikologi," tandasnya.
Sunday, December 2, 2018

Simpan Ilmu Hitam, Jenazah Berbau Busuk

"Meski sudah berusia lanjut, Wilujeng (bukan nama sebenarnya) belum juga bertobat dari kesalahannya. Seolah tak merasa tua, ia masih saja menyimpan ilmu hitam untuk memikat para pria. Nauzubillah, saat ia meninggal dunia, jenazahnya yang sedang dimandikan mengeluarkan kotoran dari mulutnya. Lebih menghebohkan lagi, mulutnya menebarkan bau yang kurang sedap."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Di salah satu desa di Trenggalek, Jawa Timur hiduplah seorang wanita yang usianya tak muda lagi. Dialah Wilujeng (40), ia hidup sebatang kara, karena orang tuanya sudah mendahuluinya menghadap sang Kuasa. Ia pun hidup diurus pamannya, Bambang (bukan nama sebenarnya).

Suatu hari Wilujeng terkena musibah, ia terjatuh. Tapi aneh bin ajaib. Meski hanya jatuh dari ketinggian 1 meter, kedua kakinya lumpuh. Ia hanya bisa berjalan dengan kursi roda dan berbaring di atas kasur selama satu tahun lebih.

"Semua warga saling kasak-kusuk, jangan-jangan ini peringatan dari sang Mahakuasa," kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya kala bercerita tentang kejadian setahun yang lalu itu.

Mendapati keadaan keponakannya seperti itu, Bambang memboyong Wilujeng ke rumahnya. Ia berharap, dengan berada di rumahnya, keadaan Wilujeng bisa dipantau setiap saat.

"Ya karena saudara-saudaranya yang lain enggan merawatnya," sambungnya.

SEKARAT TIGA HARI

Waktu pun bergulir, hari-hari Wilujeng dihabiskan dengan derita di tempat tidur. Meski sudah berusaha diobati, namun penyakit Wilujeng tak mau pergi. Sampai pada akhirnya, ujung hidup Wilujeng tak terhindarkan. Tapi aneh, meski sudah bernapas susah payah, Wilujeng tak kunjung tenang.

"Tiga hari lamanya dia kesakitan. Sepertinya dia sedang menghadapi sakaratulmaut," kisah warga itu.

Lebih memilukan lagi, sebagaimana dibenarkan Bambang, pamannya, sepanjang tiga malam itu Wilujeng tidak terlelap sedikit pun. Dari bibirnya terdengar rintihan, gumam kesakitan yang tak terperikan.

"Aduuuhhh...., aduhhh, badanku... Aduhh...," begitu rintihnya sepanjang malam.

Bambang semakin panik, lalu bergegas ia pun menemui seorang ustad di desanya itu. "Mari kita pindahkan di atas tanah beralaskan tikar saja, biar dia nyaman," kata sang ustad begitu mendapati kondisi Wilujeng.

"Kita bacakan Yasin dan kita doakan, semoga Bu Wilujeng dimudahkan akhir hidupnya," ajak Ustad Mahfud kepada warga yang juga ikut datang saat itu.

Alunan lirih bacaan surat Yasin pun memecah kekresahan Bambang. Tapi, tiba-tiba salah satu warga berteriak kaget, "Astagfirullah."

Sontak suasana pun berubah gaduh.

"Ada belatung, dari mana ini," ucap warga nyaris bersamaan.

Semua warga pun terkejut karena tidak tahu dari mana asalnya binatang kecil itu. Belum terjawab keheranan itu, belatung-belatung itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Bahkan warga punt idak bisa menangkapnya.

Begitulah yang terjadi dalam perjalanan syakaratul mautnya selama tiga hari dan belatung terus berkeluaran dan akhirnya Wilujeng meninggal dunia.

"Apa yang telah diperbuat Wilujeng selama ini?" tanya ustad kepada Bambang.

Bambang pun terdiam, sebelum beberapa jurus kemudian ia berucap, "Dia banyak menyimpan ilmu hitam," ustad.

Nauzubillah, di detik itulah warga tahu bahwa yang bersangkutan menyimpan hal yang dilarang agama itu.

"Itu warisan orang tuanya," sambung Bambang.

MULUT KELUAR KOTORAN

Begitulah tragisnya kematian Wilujeng. Tak lama kemudian, warga pun berdatangan untuk melayat dan merawat jenazah Wilujeng.

Tak hanya ibu-ibu, bapak-bapak pun hadir untuk membantu mengurus dan menyalati jenazah Wilujeng.

Namun, tatkala jenazah Wilujeng sudah berada di tempat pemandian jenazah, hal aneh kembali terjadi.

"Masya Allah, bau apa ini?" tanya wagra kepada lainnya.

"Iya, baunya busuk sekali," sela yang lain.

Mudin yang penasaran bergegas menemui para ibu yang memandikan jenazah itu.

Betapa kagetnya mudin begitu mendapat informasi bahwa dari mulut Wilujeng keluar kotoran dan belatung.

"Ustad, jenazahnya aneh, banyak belatung keluar dari mulutnya," ucapnya ketakutan.

"Ah yang benar Pak," reaksi warga bergegas ikut memastikan apa yang terjadi.

Tak bertahan lama, warga pun beringsut menjauhi jenazah karena baunya yang busuk sangat menusuk hidung.

Semua pelayat terenyuh dan iba setelah mengerti kejadian ini. Warga sudah tau kebiasaan Wilujeng semasa hidupnya. Mereka pun iba dan menitikan air mata.

"Sudah-sudah, kita harus cepat-cepat memandikannya," seru sang Ustad memberikan solusi dari kegaduhan waktu itu.

Proses mengkafani jenazah pun di percepat agar kotoran itu tak terus keluar.

"Akhirnya ya kita cepat-cepat menguburkannya," sambung warga lainnya mengamini kisah itu.

Keanehan yang menerpa Wilujeng membuat warga tertegun. Ingatan mereka pun hinggap pada masa lalu wanita itu.

"Bapaknya dulu juga dukun ilmu hitam," kata seorang warga.

Dikisahkan, warga yang tinggal berdampingan dengan rumah Wilujeng punt idak diperkenankan masuk, kecuali saudaranya. Akhirnya misteri itu terungkap setelah kematian Wilujeng. Di rumah peninggalan ayahnya itu, terdapat satu kamar khusus.

"Pak Bambang juga mengakui kalau kamar itu digunakan untuk ritual ilmu hitam. Warga pun sudah tahu semua kalau almarhumah itu dikenal suka berbuat mesum," ungkap warga lainnya lagi.

Dari Abu Thalhah, dari nabi beliau bersabda, "Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam," (HR. Muslim No. 2.230).
Saturday, December 1, 2018

Senang Pamer Harta, Mau Mati Pun Susah

"Apa yang dialami Pak Darmin (bukan nama sebenarnya), layak menjadi pelajaran. Sikapnya yang pelit bin kikir dan suka pamer membuat akhir hidupnya menderita. Saat akan menjemput ajal, mulutnya meracau tak karuan selama berjam-jam. Lebih buruk lagi, dari mulutnya tercium bau tak sedap."

Ilustrasi

MakNyak.com - Sabtu siang, awal tahun 2013 yang lalu, warga Sukoharjo di Solo, Jawa Tengah diriuhkan oleh meninggalnya Pak Darmin. Lingkungan rumah Pak Darmin termasuk padat perumahan, meski tergolong pelosok. Sehingga saat Pak Darmin jatuh pingsan di kamar mandinya, segera menyebar ke tetangga-tetangga terdekatnya dengan cepat.

Warga pun berdatangan meski sebenarnya Pak Darmin terbilang banyak yang tak suka karena tabiatnya kurang menyenangkan.

"Namanya tetangga, kalau dia sakit bagaimana mungkin kami tidak menjenguk, ya meski orangnya begitu, kurang bergaul," ujar Siswandi, tetangganya.

Siswandi adalah supir taksi di Prawirotaman, Yogyakarta yang akrab dipanggil Adi.

Rumah Adi di Sukoharjo, tepat berhadap-hadapan dengan rumah Pak Darmin. Menurut ADi, ketika itu keponakan Pak Darmin, Eko datang buru-buru ke rumah Pak Darmin setelah ditelepon tantenya, istri Pak Darmin.

Kedatangan Eko yang terburu-buru itu diketahui oleh Adi. Karena tampak tergesa-gesa dengan wajah panik, Eko pun ditanyai oleh Adi, apa yang terjadi? Dari Eko diketahui baru saja Pak Darmin sedang pingsan, terjatuh di kamar mandinya. Akhirnya kabar tersebar. Kemudian para tetangganya yang lain, selain Adi pun menjenguknya.

Setelah Adi dan tetangganya yang lain masuk, pak Darmin sudah tampak sadar. Kata istrinya yang menemani di sampingnya, selain Adi, ia baru saja tersadar. Hal yang membuat Adi dan dua tetangganya yang menjenguk, saat sadar Pak Darmin sering meracau, berbicara sendiri setengah berteriak. Ekspresinya seperti takut dan melihat sesuatu.

"Jangan, jangan tidak mau, jangan dibuka," begitu Adi menirukan racauan Pak Darmin menjelang ajalnya.

Saat meracau itu Pak Darmin sambil memegangi mulutnya. Seperti ada yang tak mau lepas dari dalam mulutnya. Adi masih ingat. Pak Darmin memang memiliki gigi palsu yang konon berupa emas.

Di sekitar usianya 35-an, gigi depan Pak Darmin patah karena kecelakaan. Sejak itu Pak Darmin memasang gigi palsu yang katanya terbuat dari emas. Ketika berbincang dengan tetangganya, ia selalu mengatakan, gigi palsunya terbuat dari emas. Mungkin selain untuk menutupi rasa malu mengenakan gigi palsu, ia mengalihkan persepsi orang. Ada nilai lain di balik gigi palsunya, bukan gigi palsu biasa, tapi terbuat dari emas. Karena tabiat orangnya memang selalu pamer dengan harta kekayaannya.

MENEBAR BAU BUSUK

Sebelum Adi dan tetangganya yang lain beranjak pulang, tiba-tiba Pak Darmin mengalami sakaratul maut. Napasnya terasa tersendat-sendat di kerongkongannya.

Seperti ada yang tersendak. Matanya melotot melihat tetangganya yang menjenguk. Sedangkan istrinya tampak bingung dan sedih melihat kondisi suaminya.

Ada sekitar dua puluh menit Pak Darmin terus dalam kondisi napasnya tersendak-sendak di kerongkongannya. Anehnya, saat itu, menurut Adi, tak ada yang terbesit membawa Pak Darmin ke rumah sakit. Istrinya lama-lama justru mulai tampak menangis menyaksikan apa yang dialami suaminya.

Setelah melewati waktu sekitar dua puluh menit, Pak Darmin pun sedikit bisa mengeluarkan suara, tubuhnya pun mulai melemah meminta istrinya melepaskan gigi palsunya.

"Setelah dilepas, ia mulai tenang," lanjutnya.

Tapi tak lama kemudian, napasnya tersendak-sendak kembali. Sembari ada bau yang tak mengenakan keluar dari mulut Pak Darmin setelah gigi palsunya dilepas. Pak Darmin terus seperti terlihat menahan rasa sakit dengan napasnya yang tersendak-sendak. Saat napasnya normal, tatapannya kosong.

Pak Wahyu, tetangga yang datang bersama Adi tersadar. Pak Wahyu meminta Eko untuk mengambil wudu dan membacakan Alquran. Menurut Adi, Pak Wahyu waktu itu tampaknya sadar, kalau Pak Darmin sedang dalam proses sakaratulmaut. Dengan eko terus membacakan Alquran di sampingnya. Tetangganya yang lain pun turut membaca doa. Pak Darmin terlihat semakin tenang. Seiring dengan tenangnya keadaan yang dialami Pak Darmin, ia menghembuskan napas terakhir,. Tiba-tiba tak sadarkan diri untuk selama-lamanya. "Baru meninggal setelah gigi palsunya dilepas dan dibacakan Alquran itu,"ujar Adi

KIKIR ALIAS PELIT

Semasa hidupnya, Pak Darmin terkenal orang pelit dan jarang bergaul dengan tetangganya. Ia memang tergolong orang yang berharta di lingkungannya. Bisnisnya barang antik. Sedangkan tetangganya yang lain rata-rata hanya buruh dan pekerja biasa. Dalam hal-hal yang sepele, ia sangat cerewet dan mudah marah.

Seperti dicontohkan Adi, ada tetangganya yang meminjam selang air untuk keperluan mengalirkan air saat punya hajat. Karena tidak segera dikembalikan, Pak Darmin marah dan tak mau meminjamkan lagi selangnya pada tetangganya.

Adi juga pernah merasakan sendiri bagaimana tabiat kurang bersahabatnya Pak Darmin. Pohon mangga depan rumah Adi musim kemaru meranggas. Karena diterpa angin dan sering ada lembaran daunnya yang terjatuh di halaman Pak Darmin, marahnya bukan kepalang. pak Darmin mengata-ngatai Adi, kalau tak punya waktu memotong daun mengganya suruh sewa orang, nanti Pak Darmin yang akan membayarnya. Pak Darmin ebgitu sering melecehkan dan kurang menjaga perasaan orang lain karena kelebihan hartanya.

"Saya sudah tau tabiatnya ya diam saja, minta maaf, ngapain meladeni," ujarnya.

Meski tergolong orang kaya di kampungnya, pak Darmin ketika ada tetangganya yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit, tidak dengan mudah mau menjenguknya. ia biasanya mau berpartisipasi kalau tetangganya mau menyewa mobil pickup-nya. Anehnya, ia tak pernah bersimpati untuk memberikan potongan harga. Ia tetap menarik bayaran seperti halnya ongkos angkot pada umumnya. Tapi warga di sekitarnya tak ada yang ambil pusing dengan sikap Pak Darmin. Semuanya sudah sama-sama maklum.

"Warga sudah memaafkan. Pokoknya, dianggap wong ra nggenah," pungkasnya.
Friday, November 30, 2018

Wanita Pelit, Mati Terhimpit Bumi

"Akibat sikap pelit semasa hidupnya, jenazah Wati susah dikubur. Bahkan, seolah-olah jenazah itu terhimpit oleh kuburnya. Padahal, sudah berulangkali galiannya dilebarkan, tapi tetap saja jenazahnya terhimpit."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - "Bu, mohon sedekahnya," pinta pengemis pria dengan pakaian compang-camping.

"Eh kamu pengemis, masih muda udah jadi pengemis. Pergi!!! Jangan ngemis di toko ini lagi! Bikin sial aja!" seru Wati dengan muka ketusnya.

Pria itu lantas pergi meninggalkan pemilik tokonya. Mukanya tertunduk lesu lantaran harapannya sirna. Tadinya, pengemis pria tersebut berharap mendapat uluran sedekah dari Wati. Paling tidak, sebungkus roti atau uang recehan bisa digunakan untuk menyambung hidupnya.

MEMBENTAK IBU

Begitulah ulah Wati sehari-hari. Jangankan kepada pengemis, saat Lebaran pun, Wati tak sedikit pun memberi orang tuanya sendiri. Padahal, sekilas perhiasan emas melingkar di setiap pergelangan tangannya. Toko rotinya juga tak pernah sepi pelanggan. Entah apa yang menyebabkan Wati memelihara sikap pelit.

Kabarnya, Wati ini pernah bercerita ke salah satu tetangganya perihal kekayaan yang didapatkannya. Dalam dialog keduanya, bisa disimpulkan bahwa Wati itu orangnya memang pelit.

"Cari duit itu susah tahu. Ngapai dikasih-kasihkan," ujar Wati menceritakan.

"Bukan dikasihkan, Bu Wati. Kan, namanya sedekah." balas Ratna, tetangganya.

"Kalau mau dapat duit, ya kerja dong. Jangan berharap diberi uang terus," ujarnya bersikeras.

Ungkapan Wati ini memang ada benarnya. Karena jika tidak berusaha dengan bekerja, maka bagaimana seseorang bisa mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Hanya, wagra geleng-geleng saja melihat sikapnya yang terlalu pelit.

Ratna tentu tahu persis kebiasaan Wati sehari-hari. Selain tokonya saling berdampingan, juga menjadi tetangga di wilayah Mojokerto. Ia membenarkan bahwa Wati memang tidak hanya pelit kepada pengemis saja, melainkan dengan keluarganya sendiri. yang membuat Ratna keheranan, dengan ibunya sendiri, Wati juga sangat berani.

"Boro-boro minta duit. Berkunjung saja tidak pernah," terang Ratna.

Ia melihat sendiri bagaimana Wati memperlakukan ibunya, Wati bercerita, saat ibunya berkunjung dan meminjam uang ke toko Wati. Bukan sambutan manis yang didapatkan ibunya, melainkan umpatan.

"Ibu ini sukanya bikin susah anak saja. Gak tau toko lagi sepi ya?" bentak Wati kepada ibunya yang juga tak sengaja terdengar oleh Ratna.

Kalimat ejekan, olokan, hinaan, seolah sudah menjadi kebiasaan Wati sehari-hari. Begitu juga dengan suami Wati yang dikenal judes. Jarang sekali bersilaturahim dengan warga sekitar. "Bukan bermaksud menjelekkan almarhumah. Tapi memang itulah kenyataan yang pernah saya lihat sendiri. Sifatnya itu dibawa almarhum sampai mati," tutur Ratna menghela napas panjang.

Begitulah gambaran sikap Wati yang sangat sok di lingkungan masyarakat. Ia senantiasa tidak pernah menghargai orang lain. Bahkan ia sendiri tidak malu mengucapkan kata-kata kotor dan hinaan. Rupanya, sampai akhir hayat pun, Wati tak pernah berubah. Dari kasak-kusuk cerita warga, saat sakaratul maut, Wati diazab Allah.

Seminggu sebelum meregang nyawa, Wati lumpuh akibat stroke. Sejak dulu ia memang mengidap penyakit jantung. Sedikit-demi sedikit, harta kekayaannya berkurang. Hingga pada suatu titik, hartanya ludes tak tersisa sedikitpun. Belum lagi setelah uangnya digunakan untuk biaya pengobatan anaknya yang kecelakaan.

"Aaaaaahhhhhhh..... sakiittttt!" jerit Wati mengagetkan semua tetangga kanan kirinya.

"Yan! Cepat ambilkan gelang mama!" teriak Wati kepada Yanto, anaknya.

Sungguh aneh benak Wati ini. Meski kondisinya sakit, ia tetap saja berpikir soal hartanya. Sedikit-sedikit berteriak. Jika tidak begitu, ia lantas meronta-ronta karena merasakan kesakitan di kakinya.

Kian lama, teriakan Wati semakin keras. Hampir tiap malam, suara Wati sampai terdengar di ujung gang kampungnya. Jika ada orang dari kampoeng sebelah lewat, suara Wati dikiranya jeritan dari makam yang tak jauh dari rumahnya.

"Suaranya itu loh, kayak orang kena siksa," ungkap warga sebelah yang kebetulan kaget bukan kepalang mendengar jeritan wati.

KUBUR MENYEMPIT

Dua pekan kondisi Wati semakin memburuk. Karena tak kuat menahan, Wati pun meregang nyawa dengan kondisi yang membuat warga merinding.

"Astagfirullah, pas saya melayat, saya lihat mata bu Wati masih melotot. Padahal oleh keluarganya sudah dipejamkan," celetuk tetangganya.

"Malahan saya lihat itu tubuhnya kurus kering kayak kayu yang terbakar. Baunya juga enggak enak," tambah warga yang lain.

Satu lagi keanehan yang terjadi saat proses pemakaman Wati. Warga yang sudah berkumpul turut mendoakan agar Wati mendapatkan ampunan Allah. Kendati ada banyak warga yang sering disakiti, termasuk keluarganya sendiri, mereka semua hadir.

"Ayo Pak, turunkan mayitnya," kata penggali kubur.

Dengan beramai-ramai, jenazah Wati pun diturunkan.

"Loh Pak, kuburannya ini kurang lebar. Jenazahnya terhimpit," timpal penggali lainnya.

Kemudian jenazah Wati kembali diangkat ke atas. Segeralah para penggali kubur itu meluaskan galian kuburnya. Hingga beberapa menit kemudian, galian kuburnya sudah siap.

"Oke cukup. Sekarang coba turunkan. pelan-pelan."

"Astagfirullah, Kok semakin sempit ya?" ujar penggali kubur dengan keheranan.

"Itu jenazahnya yang panjang atau jenazahnya terhimpit ya, Bu?" bisik seorang wanita di atas galian kubur kepada warga yang lain.

"Iya benar sekali. Jenazahnya yang terhimpit Bu."

Warga yang melayat pun semakin riuh tatkala melihat keanehan tersebut. Hingga akhirnya, mau tak mau, karena waktu mendekati Maghrib, jenazah Wati tetap dipaksa dikuburkan. Ada yang mengaitkan dengan sikap pelitnya, ada juga yang mengaitkan karena Wati jahat kepada ibunya. Yang jelas, dari proses pemakaman jenazah Wati, kesimpulan warga adalah bahwa karena sikap pelit itulah yang membuat jenazahnya terhimpit.
Monday, November 26, 2018

Diuji Sakit Karena Lupa Nazar

"Natasha Rizki sempat melupakan nazarnya untuk berhijab. Bersyukur Allah menyadarkannya lewat sakit yang ia derita di Ramadan lalu. Akhirnya, berkat dukungan suami, ia pun mantab berhijab."


MakNyak.com - Setelah umrah beberapa waktu lalu. Natasha Rizki mengaku risih mengenakan pakaian terbuka. Sang suami pun sempat menegurnya.

"Desta (sapaan untuk sang suaminya) sebenarnya enggak melarang. Cuma dia suka bilang, apa itu enggak kependekan?" jelas aktris yang akrab disapa Chaha ini.

Keinginan Chaha ini pun tidak begitu saja datang. Sebelumnya, ia sempat bernazar untuk berhijab jika nantinya ia terpilih membintangi film hijab.

"Keinginan itu muncul saat aku ditawari main di film Hijab. Pas casting, tiba-tiba saja aku berucap dalam hati. 'Ya Allah, kalau aku dapat film ini, aku janji akan berhijab'. Itu nazar aku. Eh, ternyata aku langsung dikabarin lolos casting. Antara senang dan takjub juga," jelasnya.

TEGURAN LEWAT SAKIT

Karena kesibukan yang dilakoninya, nazar yang diucapkan tahun 2014 lalu sempat terlupakan. Akibatnya, seminggu sebelum Ramadan wanita cantik ini mengalami sakit yang membuatnya tergolek tak berdaya di tempat tidur. Di saat sakit itulah, Chaha merasa bahwa dirinya telah berdosa dan lupa akan nazar yang ia buat.

"Saat sakit aku baru ingat soal nazar itu," tegasnya.

Kendati tidak ada halangan dirinya untuk berhijab, Sang suami pun mendukung keputusannya tersebut. Natasha pun memutuskan berhijab saat Ramadan. Foto-foto cantik mengenakan hijab pun terlihat di akun Instagram miliknya.

"Awalnya sempat berasa gak enak, badan aku tuh sempet drop, sempat sakit, sempat masuk rumah sakit juga, cuma gak dirawat sih. Cuma dari situ ya udah akhirnya berasa aja gitu tiba-tiba si Desa bilang 'Kamu kalau udah siap pakai, udah mantep hatinya pakai aja hijabnya' kata dia gitu," Jelas Chaha.

Dukungan dari sang suami menjadi kekuatan bagi dirinya untuk mantab berhijab. Ia tidak ingin keputusannya tersebut hanya niat semata. Chaha ingin keputusannya berhijab niat karena Allah dan tanpa ada paksaan dan mengikuti tren artis yang kini banyak berhijab.

"Desta sempat bilang, kalau aku memang sudah siap untuk berhijab, ya lebih baik dipakai. Aku dengarnya sangat terharu. Sampai akhirnya dua hari sebelum puasa, aku pun mulai berhijab," terangnya.

"Akus empat deg-degan, gimana orang lain tetangga ngelihat aku dengan hijab. Tapi, alhamdulillah itu tidak terjadi. Orang yang aku temui biasa aja melihat aku yang sekarang," pungkasnya.
Sunday, November 25, 2018

Indahnya Dakwah Lewat Budaya

"Islam di Indonesia tidak lepas dari wali sanga. Mereka mempunyai cara yang unik dalam menyebarkan agama Islam, yakni memakai budaya sebagai metode dakwahnya. Hasilnya sangat istimewa, Islam diterima dengan baik dan indah."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Sebagai warga negara Indonesia, kita harus bangga dengan peninggalan budaya bangsa kita. Sebab, dari peninggalan itulah menjadi watak jati diri kita untuk mengadapi era globalisasi.

Islam di nusantara tidak lepas dari peran wali sanga. Apa itu Islam nusantara? Islam nusantara adalah sebuah konsep yang menggali dan mengangkat kekhasan Islam yang ada di nusantara. Islam nusantara sebuah konsep yang menggunakan metode dakwah melalui kebudayaan yang ada. Kemudian oleh wali sanga, digunakanlah metode ini untuk mengislamkan nusantara.

Ini adalah upaya mencari jalan tengah atau ijtihad yang berlandaskan pada sumber-sumber hukum Islam.

CARA WALI SANGA

Bagaimana wali sanga bisa mentransformasikan keyakinan masyarakat Hindu ke Islam pada saat itu. Contohnya, masyarakat nusantara yang waktu itu masih meyakini dengan sesajen. Tujuannya, sesajen itu digunakan agar bisa mendatangkan keberkahan. Dalam sesajen itu, ada masakan-masakan yang juga diyakini untuk mengusir setan.

Nah, para kiai saat itu tidak menghilangkan sesajen. Tapi, tidak lagi ditaruh dipojok-pojok rumah, melainkan untuk para tetangganya. Masyarakat bisa menghidangkan sesajen tersebut dengan cara mengundang para warga dan tetangga sekitar. Kemudian bisa menikmati sajian tersebut dengan meminta untuk mendoakan keluarganya agar diberi kesehatan, keselamatan dan lainnya.

Sesajen itu akhirnya berubah menjadi selametan. Sebab, para Kiai saat itu mengatakan kepada masyarakat bahwa itu bukan sesajen, melainkan selametan dimana bersama-sama berdoa agar mendatangkan keberkahan.

UKHUWAH FATHONIYAH

Pendekatan seperti inilah yang bisa menyelesaikan masalah-masalah umat hari ini. Kiai Hasyim Asyari juga menegaskan, yang paling penting, Islam Indonesia harus menjadi penopang nasionalisme. Pendekatan ini memang lebih berhasil untuk menyelesaikan konflik. Dan, tanpa harus ada kekerasan dan gencatan senjata.

Perlu diketahui bahwa di Indonesia masih menjunjung tinggi semangat ukhuwuah islamiyah, ukhuwuah fathoniyyah. Kita bisa melihat di negara-negara Timur Tengah bahwa konflik masih saja terus terjadi. Misalnya di Afghanistan, Iran, Suriyah, Turki dan Yaman, masih saja konflik terus terjadi.

Ini semua dikarenakan tidak adanya semangat ukhuwah fathoniyyah. di negara-negara tersebut, ketika ada konflik, selalu untuk menyelesaikannya menggunakan kekerasan. Sedangkan Islam nusantara adalah Islam yang datang dan melebur dengan budaya di nusantara.

Nah, sementara oleh Kiai Hasyim Asyari, semangat inilah yang terus dijaga. Beliau selalu menyatakan bahwa Islam janganlah di pertentangkan. Islam nusantara memiliki kriteria dalam membawa Indonesia menuju negara yang besar.

Di dalam Islam nusantara, dituntut untuk menghormati budaya. Justru karena Islam semakin kuat, maka budaya harus semakin dilestarikan.

Moskow Jadi Rumah Muslim Eropa

"Pertumbuhan Muslim di Kota Moskow, Rusia begitu mencengangkan. Saat Idul Fitri tahun 2015 lalu, lebih dari 60 ribu muslim terkumpul untuk menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Kubah Emas Sobornaya."

Masjid Kubah Emas Sobornaya ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Kota Moskow memperlihatkan pertumbuhan paling pesat yang mencakup beragam etnis dari penduduk. Dengan populasi resmi 12,5 juta jiwa, kini Rusia setidaknya menjadi rumah bagi 1,5 juta muslim.

"Moscow secara perlahan beradaptasi untuk menjadi kota muslim terbesar di Eropa, dan muslim secara bertahap beradaptasi dengan itu," ucap analis politik Alexei Malashenko

SHALAT ID PENUH

Shalat Idul Fitri tahun 2015 sudah menjadi saksi pertumbuhan muslim di ibu kota Rusia itu. Lebih dari 60 ribu muslim berkumpul untuk menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Kubah Emas Sobornaya. Sementara, 180 ribu lain memadati lima masjid dan puluhan tempat ibadah sementara.

Tak dipungkiri, sejumlah hambatan masih muncul dari pemerintah Kota Moskow. Di Moscow, muslim, baik kelahiran Rusia atau imigran, belum merasa diterima dengan baik. Dengan hanya enam masjid di kota itu, upaya untuk membangun masjid yang baru telah menemui proses dan penolakan.

Meski ada sejumlah besar penduduk muslim di kota, juga hanya terdapat segelintir taman kanak-kanak atau sekolah Islam. "Jaraknya terlalu jauh untuk kami jangkau dan jumlah yang ada terlalu sedikit," ucap Jannat Babakhanova dari Limpopo, sebuah kompleks kecil yang dihuni oleh muslim.

Populasi muslim di Moscow didominasi oleh sejumlah besar mualaf dari kalangan etnis Rusia. Anastasiya Korchagina, salah satunya. Ia mengubah nama depan menjadi Aisha setelah masuk Islam lima tahun yang lalu.

"Saya mendengar banyak pujian tentang bagaimana saya berpakaian dan betapa indah itu terlihat. Saya tidak pernah menghadapi sikap buruk. Itu tidak ada di sini," kata Aisha Korchagina.

BANYAK MUALAF

Sementara itu, menurut Mantan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Hamid Awaluddin, muslim akan menjadi komunitas penting di Rusia. Indonesia pun dinilai bisa membantu meningkatkan kualitas populasi muslim yang terus berkembang di negeri beruang merah itu.

"Populasi muslim Rusia meningkat drastis. Saya kira Indonesia bisa bekerja sama (dengan Rusia)," ujar Hamid dalam diskusi bertajuk "Rusia-Moslem World Friendship" di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta

Hamid mendukung agar upaya kerja sama Indonesia dan Rusia bisa terus berkembang.

"Saya harap kita bisa terus melanjutkan upaya untuk membantu komunitas muslim Rusia," ujar Hamid.

Akibat Guna-Guna Calon Mertua

"Menjalani suatu hubungan memanglah tidak semudah apa yang ada dalam angan-angan. Perlu pengorbanan dan niat tulus menjalaninya, salah satunya dari keluarga sendiri. Berikut kisahku menghadapi ujian dari calon mertuaku yang tega mengguna-guna."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Aku Yuliana, biasa dipanggil Yuli. Kehidupanku tergolong sederhana karena orang tuaku sendiri bukanlah keturunan ningrat atau pengusaha.

Sampai suatu ketika aku mengenal Doni dalam sebuah acara. Tak lama kemudian kami berkomitmen untuk melanjutkannya ke jenjang pernikahan.

Saat Lebaran lalu, dia mengajakku ke rumahnya untuk dikenalkan kepada keluarganya. Awalnya mereka menyambutku dengan ramah. Namun, setelah mengetahui bibit, bebet dan bobot alias status keluargaku, sikap mereka pun berubah.

Setelah pertemuan malam itu, hubungan kami masih berjalan normal. Calon suamiku itu masih selalu menunjukkan perhatian terhadapku. Akan tetapi, dia tak pernah lagi mengajakku bertemu keluarganya.

GEJALA ANEH

Semakin lama intensitas pertemuan kami semakin berkurang hingga tersiar kabar jika dia akan dijodohkan dengan anak teman bisnis ayahnya di Malaysia. Hancur sudah harapanku untuk membangunr umah tangga bersamanya.

"Aku memang akan dijodohkan, tapi aku sama sekali tidak menyetujui rencana itu. Aku mohon sama kamu, bantu aku untuk memperjuangkan hubungan kita," pintanya.

Perasaan sedih, senang juga marah bercampur menjadi satu. Aku tahu siapa calon suamiku itu. Dia termasuk orang yang keras kepala dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang sudah menjadi keinginannya. Ternyata benar, 'berbagai macam ancaman yang diberikan ibunya tak menyurutkan niatnya untuk menikahiku'.

Tak ayal, sikapnya yang demikian semakin membuat ibunya marah. Calon mertuaku itu bahkan menuduhku telah mengguna-gunai anaknya agar terpikat denganku. Astagfirullah!

Beberapa minggu setelah kejadian itu, entah mengapa aku merasa lemah. Aku yang dulunya selalu bersemangat, rajin beribadah menjadi suka bermalas-malasan, mudah marah, dan sering sakit-sakitan hingga harus keluar masuk rumah sakit berkali-kali.

Tak hanya itu, terkadang timbul rasa benci yang luar biasa jika aku bertemu dengan Doni. Kami menjadi sering terlibat adu mulut karena selisih paham. Untungnya dia selalu mengalah dan mau mengerti. Semakin lama, baik orang tuaku maupun Mas Doni mulai merasakan adanya sesuatu yang berbeda denganku, sesuatu yang bukan disebabkan karena masalah yang sedang kuhadapi, melainkan adanya campur tangan pihak lain.

Didorong rasa penasaran yang kuat, Mas Doni menanyakan hal tersebut kepada Ustad Massar.

Jawaban yang cukup mencengangkan pun didapat. Ternyata, selama ini aku dalam pengaruh ilmu hitam alias guna-guna. Jawaban itu seolah memutar kembali ingatan Mas Doni saat menemukan benda-benda aneh di dalam tas dan kamar ibunya.

Tak pernah kuduga, jika kejadian waktu itu menjadi titik awal kesakitan yang harus aku rasakan selama hampir setahun lamanya. Tapi, aku bersyukur karena kini aku sudah sembuh.

Metode tersebut juga akhirnya membuat calon mertuaku itu sadar. Biarlah peristiwa yang lalu cukup dijadikan bahan renungan dan pelajaran untuk mencapai hidup yang lebih baik.
Friday, November 23, 2018

Kisah Muslimah Melahirkan di Dalam Kubur

"Kisah ajaib muslimah yang melahirkan di alam kubur terjadi pada masa khalifah Umar bin Khattab. Seorang wanita ahli puasa meninggal dunia dalam keadaan hamil. Atas izin Allah SWT, ketika jenazahnya dimakamkan, ia bisa melahirkan bayi di dalam kubur."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Ketika Umar bin Khattab berkhutbah di hadapan orang banyak, lewatlah seseorang bersama putranya yang di gendong di atas pundaknya. Melihat itu, Umar berkata, "Aku tidak melihat burung gagak lain melebihi keserupaan ayah dan anak ini."

Apa yang dikatakan Umar adalah perumpamaan melihat kemiripan orang tersebut dengan putranya. Dalam pandangan orang-orang Arab, binatang yang paling serupa satu sama lain dan sulit dibedakan adalah burung gagak.

Kemudian orang itu menjawab, "Demi Allah, wahai amirul mukminin, ibu anak ini melahirkan setelah meninggal dunia."

Mendengar hal ini, Umar pun segera membetulkan posisi duduknya dan bertanya, "Bagaimana itu bisa terjadi?"

ISTRI MULIA

Orang itu bercerita, pada saat itu ia ingin melakukan safar (perjalanan jauh) dalam kafilah. Namun, istrinya melarang. Bahkan, ketika ia sudah sampai di depan pintu rumah, istrinya masih saja bersikeras melarangnya.

Saat itu sang istri tengah hamil.

Sang istri berkata, "Bagaimana mungkin kau meninggalkan aku sementara aku sedang hamil>"

Sang suami itu pun menenangkannya sembari berkata, "Aku menitipkan janin yang berada di dalam perutmu kepada Allah."

Laki-laku itu tetap pergi bersama kafilahnya. Akan tetapi, setelah pulang, ia melihat banyak kerumunan orang di rumahnya. Saat ia mendekat, anak-anak dari pamannya menghampiri untuk memberitahu bahwa istrinya telah meninggal dunia.

"Aku sangat bersedih dan terkejut karenanya seraya mengucap: inna illahi wa inna ilaihi raji'un," ujar laki-laki itu.

Ia melanjutkan kisahnya. Suatu malam ketika ia duduk di pemakaman Baqi' bersama anak-anak pamannya untuk makan malam, ia melihat ada asap yang keluar dari kuburan istrinya.

"Apa ini?" tanyanya.

Mereka menjawab, "Kami tidak tahu. Kami hanya melihat asap tersebut setiap malam di kuburan istrimu."

DIKABULKAN ALLAH

Orang pun berkata, "Demi Allah, aku orang yang paling mengetahui tentang istriku, dia sering berpuasa, dia wanita yang mulia, dia beramar makruf mahi munkar sehingga Allah tidak mungkin menghinakannya."

Orang itu lalu mengambil kapak dan bergegas menuju kuburan itu. Sementara anak-anak dari pamanku mengikutiku dari belakang. Ternyata kuburan itu terbuka dan terlihat seorang bayi sudah berada di pelukan ibunya.

Orang itu mendekat, kemudian ada suara yang berbicara, "Wahai orang yang menitipkan kepada Tuhan-Nya, ambillah kembali titipanmu. Kalau seandainya engkau juga menitipkan ibunya, tentu engkau akan mendapatinya juga."

Para ulama mengatakan, maksudnya adalah andai saja pria itu menitipkan juga istrinya kepada Allah SWT, maka dia akan menemuinya sebagaimana dia menitipkan istrinya itu, yakni istrinya tetap hidup. Tapi, takdir Allah telah tetap dan Allah tidak menakdirkan dia untuk mengucapkan doa itu. Pria itu berkata, "Aku mengambil bayi tersebut dan serta merta kuburan itu kembali menutup."

Cara Khalid bin Walid Menghadapi Kematian

"Panglima perang yang terkenal pemberani di dalam sejarah Islam, Khalid bin Walid, punya cerita tersendiri dalam menghadapi kematian. Ternyata saat menghadapi sakaratulmaut pun ia hadapi tanpa rasa takut dan selalu mengucap "Laa ilaaha illallaahu".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Khalid bin Walid begitu banyak menghabiskan waktunya untuk berjihad di jalan Allah SWT. Ia begitu kuat dan pemberani di medan perang sehingga ia mendapatkan julukan Saifullah atau pedang Allah.

Ayah Khalid bin Walid adalah al-Walid bin al-Mughirah, salah seorang tokoh Quraisy di zamannya. Ibunya adalah Lubabah binti al-Harits, saudara dari Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits. Khalid bin Walid sendiri memeluk Islam pada tahun 8 H, saat perjanjian Hudaibiyah tengah berjalan.

Khalid bin Walid pernah turut serta dalam Perang Mu'tah. Nabi Muhammad Saw memujinya dalam perang tersebut. Rasul berkata, "Bendera perang dibawa oleh Zaid, lalu beperang hingga syahid. Kemudian bendera diambil oleh Ja'far dan berperang hingga syahid. Setelah itu, bendera perang dibawa oleh pedang di antara pedang-pedangnya Allah (Saifullah, yakni Khalid bin Walid) hingga Allah memenangkan kaum muslimin."

DIPUJI RASULULLAH

Khalid juga turut serta dalam Perang Khaibar, Hunain, dan Fathu Makkah. Rasulullah Saw pernah mengutusnya untuk menghancurkan berhala Uzza. Khalid pun menghancurkan berhala itu di hadapan penyembahnya. Setelah hancurkan Uzza, Khalid berkata lantang, "Aku mengingkarimu. Kamu tidak Mahasuci. Sesungguhnya Allah telah menghinakanmu". Sejurus kemudian, Khalid membakar berhala itu.

Abu Bakar juga menjadikan Khalid pemimpin pasukan dalam peperangan melawan orang-orang murtad. Abu Bakar mengatakan, "Sebaik-baik hamba Allah dan saudara dekat adalah Khalid bin Walid. Khalid bin Walid pedang di antara pedang-pedangnya Allah."

Khalid bin Walid juga mencatatkan sejarah yang begitu luar biasa dalam menghadapi negara Romawi di Syam dan Persia di Irak. Ia pula yang memerdekakan Damaskus.

Keberanian Khalid bin Walid ternyata tidak hanya terlihat di medan perang saja. Saat kematian hendak menjemputnya, ia tak mau kelihatan takut. Ia pun mengistiqomahkan mengucap kalimat "Laa ilaaha illallaahu."

MENGUCAP TAUHID

Ia berkata, "Aku telah turut serta dalam 100 perang atau kurang lebih demikian. Tidak ada satu jengkal pun di tubuhku, kecuali terdapat bekas luka pukulan pedang, hujaman tombak, atau tusukan anak panah. Namun, lihatlah aku sekarang, akan wafat di atas tempat tidurku. Maka, janganlah mata ini terpejam (wafat) sebagaimana terpejamnya mata orang-orang penakut. Tidak ada suatu amalan yang paling aku harapkan dari pada "Laa ilaaha illallaah", dan aku terus menjaga kalimat tersebut (tidak berbuat syirik)".

Hingga akhirnya Khalid bin Walid wafat pada tanggal 18 Ramadan 21 H. Umar bin Khattab sangat bersedih dengan kepergian Sang Pedang Allah. Ketika ada yang meminta umar agar menenangkan wanita-wanita Quraisy yang menangis karena kepergian Khalid, Umar berkata, "Para wanita Quraisy tidak harus menangisi kepergian Abu Sulaiman (Khalid bin al-Walid):.

Sebelum wafatnnya, Khalid mendermakan senjata dan kuda tunggangannya untuk berjihad di jalan Allah SWT.