Khianati Suami, Mati Jasad Memanjang

Advertisement
"Pernikahan dalam Islam dijunjung tinggi kesuciannya. Kedua belah pihak tentu harus saling menjaganya. Rupanya, MT tak kuasa menjaga nilai sakral itu. Entah apa yang ia pikirkan, ia berani meninggalkan suaminya tanpa alasan yang dibenarkan. Nauzibillah, saat ia mati, liang kuburnya harus digali berkali-kali karena tak mampu menampung jenazahnya."

Ilustrasi

MakNyak.com - Rasulullah Saw sangat keras peringatannya terhadap seseorang yang menodai nilai pernikahannya. Namun hal itu tidak berlaku bagi wanita berinisial MT ini. Wanita yang tinggal di Surabaya itu buta akan dosa, menjalin hubungan dengan pria lain meski sudah bersuami.

Padahal, HR, suaminya telah memberikan perhatian lebih kepadanya. Tak hanya itu, suaminya pun menghargai dan mengizinkan niatnya untuk berkarier.

"Suaminya terlalu sabar, Apa pun yang diminta istrinya ia beri," kata Yudi, rekan kerja HR.

Bukan bermaksud menebar air sesamanya, namun Yudi berharap tak ada lagi keluarga yang saling meng khianati.

"Saya berharap ini menjadi pelajaran. buat saya dan teman-teman saja." imbuhnya.

Lebih lanjut Yudi mengisahkan, sebagaimana yang ia tahu dari HT, semenjak istrinya bekerja di sebuah bank swasta, HR sering mengluh tentang tabiat istrinya.

"Awalnya saya redam, siapa tahu itu hanya kabar miring saja," aku Yudi mengulang nasihat untuk HR.

Namun di bulan berikutnya, HR kembali berkeluh kesah bahwa istrinya sudah mulai berubah. Dulu, lanjut Yudi, setiap HR pulang, istrinya masih sempat menyambutnya dengan senyum dan hidangan untuk dinikmati bersama. namun, lambat laun, hal itu tidak pernah ia dapati.

"Bahkan waktu hari libur pun, istrinya selalu mencari-cari alasan untuk tidak bisa keluar rumah," lanjut Yudi berkisah.

Kecurigaan HR, sebagaimana dikisahkan kepada Yudi, semakin bertambah ketika ia menerima kabar dari rekan kerja istrinya yang lain bahwa di kantor tempat istrinya bekerja, sudah santer kabar hubungan khusus MT dengan mitra keuangannya di salah satu perusahaan swasta di kota itu.

"Sebagai suami, HR merasa perlu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ya dia sempat debat sengit dan bertengkar dengan istrinya," urai Yudi.

Namun bukannya mereda masalah keduanya, MT justru pergi tanpa pamit. Tentu saja, lanjut Yudi, HR kebingungan menemukan istrinya. Berbagai upaya sudah dilakukan, namun istrinya seolah raib di telan bumi.

"Padahal, anaknya masih kecil-kecil," jelas Yudi

SUSAH SEKARAT

Empat bulan pun berlalu, HR masih risau dengan keberadaan istrinya. Berulang kali ia menghubungi keluarga istrinya di Bandung, namun mereka pun juga bingung dengan keberdaaan MT.

Tapi, dini hari itu, di awal bulan kelima kepergian istrinya, HT dikejutkan dengan handphone-nya. Ternyata di seberang sana, aparat ke polisian di Bandung mengabarkan bahwa orang yang ia cari ditemukan tergeletak tak sadarkan di depan salah satu hotel di kota itu.

"Akhirnya dia sendiri yang ke Bandung untuk menjemput istrinya. Ternyata istrinya waktu itu sudah seperti linglung. Dia cerita ke saya sambil nangis," kenang Yudi.

Akhirnya, MT pun dirawat oleh suaminya, Entah apa yang telah menimpanya, namun semua upaya medis HR tidak membuahkan hasil. Seperti mengalami depresi tingkat tinggi, kesehatan MT semakin memburuk.

"Berbulan-bulan MT seperti mayat hidup, tidak bisa apa-apa," lanjut Yudi lagi.

Meski demikian, HR tetap sabar merawat istrinya, dengan harapan ibu dari anak-anaknya itu kembali pulih seperti sedia kala. Tapi, jika Allah sudah berkehendak, dan jika ajal seseorang telah tiba, tak akan ada sesuatu pun yang mampu menundanya.

"Akhirnya nyawanya tidak tertolong," tegas Yudi

LIANG KUBUR DIGALI BERKALI-KALI

Tapi ada hal lain yang membuat HR semakin sedih. Seperti yang ia ceritakan pada HR, keadaan istrinya saat sakit dan menjelang meninggal sangat memilukan. Betapa tidak, wanita itu mengalami nazak yang sangat berat. "Aaaah.....aaaaaah,......, sakit...... sakit...." erangnya.

Akhirnya MT meninggal dalam keadaan sangat mengenaskan, matanya pun terbelalak. Jenazah MT pun diurus sebagaimana mestinya. Mulai dari dimandikan, dikafani, dan dishalati, sebelum diantar ke tempat pemakaman.

Namun, ketika jenazah MT dimasukkan ke liang kubur, tiba-tiba didapati lagi kejadian aneh. Ukuran panjang liang kubur itu tidak mencukupi untuk menampung mayatnya. Tak ayal, liang kubur pun di panjangkan lagi.

"Tapi aneh, masih tetap saja panjang liang kubur itu tidak cukup untuk jenazah MT. Bahkan sampai diukur tiga kali dan dipanjangkan tiga kali, liang kubur itu tetap saja tidak mencukupi," tutur salah seorang penggali kubur.

Akhirnya, meski agak memaksa, jenazah MT pun dimakamkan dengan meninggalkan sejuta tanda tanya warga.

"Warga memang saling kasak-kusuk. Tapi, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi," lanjut Yudi menjelaskan apa yang terjadi saat itu.

Sabda Nabi Saw, "Telah diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)! Ada yang bertanya, 'Apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?' Rasulullah Saw menjawab, 'Tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami. Sekiranya kalian senantiasa berbuat baik kepada slaah seorang dari mereka sepanjang hidupnya, lalu ia melihat sesuatu yang tidak berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, 'Saya sama sekali tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu'," (HR Bukhari dan Muslim).
Advertisement