Akhir Hayat Pemabuk Menderita Sampai Mati

Advertisement
"Tubuh Wawan bergetar menghadapi sakaratulmatu. Napasnya terengah-engah, seolah tercekik. Sejurus kemudian, nyawanya terhempas dari jasadnya. Inilah azab yang diberikan Allah bagi mereka yang tidak menjauhi minuman keras."

Ilustrasi

MakNyak.com - Wawan tengah sibuk menyiapkan pesta untuk hari Sabtu 12/9. Sambil menunggu waktu itu, Sabtu pagi ia mendatangi kedua rekannya, Rahmadani dan Tamim menuju warung biasa, tempat mereka mangkal.

Mereka sepakat untuk menggelar pesta. Tapi sayang, pesta yang dimaksud adalah pesta yang diharamkan Islam. Ya, merkea ingin menggelar pesta miras siang iut. Tak tanggung-tanggung, aksi maksiat itu direncanakan selama tiga hari penuh.

Nauzubillahiminzalik. Apa yang ada di pikiran mereka sehingga nekat berbuat seperti itu. Rupanya pesta maksiat tersebut sudah diketahui warga setempat. Saksi mata mengatakan, pesta minuman keras (miras) tersebut telah digelar selama tiga hari dengan kelompok yang berbeda pula. Kesimpulannya, Wawan ini tidak hanya mabuk-mabukkan dengan dua rekannya saja, melainkan dengan beberapa rekan lainnya yang berasal dari kelompok berbeda.

"Jadi memang benar. Dari siang sampai dengan pagi selama tiga hari. Tapi mereka berpindah lokasi. Saya enggak tahu kalau di hari kedua mereka mabuk di tempat mana," tutur seorang warga berkisah.

KESAKITAN

Pesta miras pun telah digelar, tak sedikit pun ada kekhawatiran dari Wawan dan Rahmadani. Dengan bangganya ia menenggak semua minuman setan tersebut. Tiga hari penuh waktunya dihabiskan untuk pesta miras. Begitu acara mabuk-mabukan selesai, ia bergegas pulang ke rumah.

"Aduh dadaku sakit," keluh wawan.

"Loh kenapa?" tanya keluarganya.

"Perutku juga sakit."

Hari itu Wawan menggeliat kesakitan. Tubuhnya terasa tak karuan. Napasnya kembang kempis akibat sesak. Mukanya memerah semakin pucat. Tak jarang pula tubuhnya bergetar hebat. Keluarganya menjadi panik. Dengan segera Wawan ini dilarikan ke rumah sakit. Kata warga lainnya, awalnya Wawan di larikan ke Rumah Sakit Karang Tembok.

Namun setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata sakit yang diderita Wawan akibat menenggak miras cukup parah sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Soewandi. Inilah awal dari penderitaan Wawan usai menenggak minuman keras.

Ia tak menyangka jika akan seperti itu. Kian lama kondisinya makin memburuk, semakin kejang pula tubuhnya. Wawan tak kuat menahan sakit. hingga pada saat itu, karena sakit yang luar biasa, Wawan pun menghadapi sakaratulmaut.

"Innalilahi wa innalilahi rajiuun," nyawa Wawan terhempas keluar dari jasadnya.

Dokter menyatakan bahwa nyawa Wawan tak tertolong akibat terlalu banyak menenggak minuman keras.

"Sejak saat itulah banyak korban berjatuhan," ingat warga itu.

SUKA MELAWAN

Sementara dari pihak keluarga, Alianur (44), kakak Rahmadani menganggukkan kepala ketika ditanya petugas kepolisian. Ia membenarkan jika adiknya itu sering mengonsumsi miras. Guratan duka masih terlihat jelas di wajah Alianur. Ia sendiri sudah berusaha keras untuk menasihati adiknya agar jangan terus-terusan menenggak miras. Namun begitulah adanya, Rahmadani yang kepala batu itu tak menggubris sedikit pun. Yang ada, malah adu perang mulut.

"Kita itu sudah ingatkan agar jangan mabuk-mabukan, tapi malah ngelawan. Akhirnya sama keluarga yang sudah pasrah dibiarkan," ungkap Alianur.

Kasus kematian gara-gara miras ini langsung ditangani oleh pihak kepolisian untuk dilakukan otopsi. Kepala Unit Reskrim Polsek Semampir Ajun Komisaris Polisi Junaedi menerangkan, dari hasil olah perkara, ternyata total jumlah orang yang tewas ada empat.

Kejadiannya di Jalan Wonokusumo Wetan I, Surabaya, Jawa Timur. Jenis miras yang ditenggak adalah cukrik. Polisi baru mendapatkan informasi dari masyarakat setrelah adanya laporan. keempat korban yang tewas yaitu Wawan (35), warga Wonosari, Surabaya, Tamim (26), warga Kalianak, Surabaya, Tinggal (35), warga Wonokusumo, Surabaya dan M Ramadhani (40), warga Wonokusumo Kidul, Surabaya. "Kami baru tahu. Sebelumnya keluarga korban tidak ada yang melapor, kami sangat menyayangkan," kata Junaedi.

Polisi saat itu langsung menyebar anggota guna mencari rekan-rekan korban yang lain, yang ikut menggelar pesta miras. Tak hanya itu, pihak kepolisian juga langsung mendatangi rumah korban. Junaedi menduga jika keempat korban ini tewas disebabkan oleh minuman keras jenis cukrik. "Dugaan sementara, kematian korban karena habis pesta miras. Untuk memastikan penyebab kematian, kami menunggu hasil otopsi," terang Junaedi.

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah, 'Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.' Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, 'Yang lebih dari keperluan.' Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir." (QS Al Baqarah ayat 219).
Advertisement