Simpan Ilmu Hitam, Jenazah Berbau Busuk

shares |

"Meski sudah berusia lanjut, Wilujeng (bukan nama sebenarnya) belum juga bertobat dari kesalahannya. Seolah tak merasa tua, ia masih saja menyimpan ilmu hitam untuk memikat para pria. Nauzubillah, saat ia meninggal dunia, jenazahnya yang sedang dimandikan mengeluarkan kotoran dari mulutnya. Lebih menghebohkan lagi, mulutnya menebarkan bau yang kurang sedap."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Di salah satu desa di Trenggalek, Jawa Timur hiduplah seorang wanita yang usianya tak muda lagi. Dialah Wilujeng (40), ia hidup sebatang kara, karena orang tuanya sudah mendahuluinya menghadap sang Kuasa. Ia pun hidup diurus pamannya, Bambang (bukan nama sebenarnya).

Suatu hari Wilujeng terkena musibah, ia terjatuh. Tapi aneh bin ajaib. Meski hanya jatuh dari ketinggian 1 meter, kedua kakinya lumpuh. Ia hanya bisa berjalan dengan kursi roda dan berbaring di atas kasur selama satu tahun lebih.

"Semua warga saling kasak-kusuk, jangan-jangan ini peringatan dari sang Mahakuasa," kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya kala bercerita tentang kejadian setahun yang lalu itu.

Mendapati keadaan keponakannya seperti itu, Bambang memboyong Wilujeng ke rumahnya. Ia berharap, dengan berada di rumahnya, keadaan Wilujeng bisa dipantau setiap saat.

"Ya karena saudara-saudaranya yang lain enggan merawatnya," sambungnya.

SEKARAT TIGA HARI

Waktu pun bergulir, hari-hari Wilujeng dihabiskan dengan derita di tempat tidur. Meski sudah berusaha diobati, namun penyakit Wilujeng tak mau pergi. Sampai pada akhirnya, ujung hidup Wilujeng tak terhindarkan. Tapi aneh, meski sudah bernapas susah payah, Wilujeng tak kunjung tenang.

"Tiga hari lamanya dia kesakitan. Sepertinya dia sedang menghadapi sakaratulmaut," kisah warga itu.

Lebih memilukan lagi, sebagaimana dibenarkan Bambang, pamannya, sepanjang tiga malam itu Wilujeng tidak terlelap sedikit pun. Dari bibirnya terdengar rintihan, gumam kesakitan yang tak terperikan.

"Aduuuhhh...., aduhhh, badanku... Aduhh...," begitu rintihnya sepanjang malam.

Bambang semakin panik, lalu bergegas ia pun menemui seorang ustad di desanya itu. "Mari kita pindahkan di atas tanah beralaskan tikar saja, biar dia nyaman," kata sang ustad begitu mendapati kondisi Wilujeng.

"Kita bacakan Yasin dan kita doakan, semoga Bu Wilujeng dimudahkan akhir hidupnya," ajak Ustad Mahfud kepada warga yang juga ikut datang saat itu.

Alunan lirih bacaan surat Yasin pun memecah kekresahan Bambang. Tapi, tiba-tiba salah satu warga berteriak kaget, "Astagfirullah."

Sontak suasana pun berubah gaduh.

"Ada belatung, dari mana ini," ucap warga nyaris bersamaan.

Semua warga pun terkejut karena tidak tahu dari mana asalnya binatang kecil itu. Belum terjawab keheranan itu, belatung-belatung itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Bahkan warga punt idak bisa menangkapnya.

Begitulah yang terjadi dalam perjalanan syakaratul mautnya selama tiga hari dan belatung terus berkeluaran dan akhirnya Wilujeng meninggal dunia.

"Apa yang telah diperbuat Wilujeng selama ini?" tanya ustad kepada Bambang.

Bambang pun terdiam, sebelum beberapa jurus kemudian ia berucap, "Dia banyak menyimpan ilmu hitam," ustad.

Nauzubillah, di detik itulah warga tahu bahwa yang bersangkutan menyimpan hal yang dilarang agama itu.

"Itu warisan orang tuanya," sambung Bambang.

MULUT KELUAR KOTORAN

Begitulah tragisnya kematian Wilujeng. Tak lama kemudian, warga pun berdatangan untuk melayat dan merawat jenazah Wilujeng.

Tak hanya ibu-ibu, bapak-bapak pun hadir untuk membantu mengurus dan menyalati jenazah Wilujeng.

Namun, tatkala jenazah Wilujeng sudah berada di tempat pemandian jenazah, hal aneh kembali terjadi.

"Masya Allah, bau apa ini?" tanya wagra kepada lainnya.

"Iya, baunya busuk sekali," sela yang lain.

Mudin yang penasaran bergegas menemui para ibu yang memandikan jenazah itu.

Betapa kagetnya mudin begitu mendapat informasi bahwa dari mulut Wilujeng keluar kotoran dan belatung.

"Ustad, jenazahnya aneh, banyak belatung keluar dari mulutnya," ucapnya ketakutan.

"Ah yang benar Pak," reaksi warga bergegas ikut memastikan apa yang terjadi.

Tak bertahan lama, warga pun beringsut menjauhi jenazah karena baunya yang busuk sangat menusuk hidung.

Semua pelayat terenyuh dan iba setelah mengerti kejadian ini. Warga sudah tau kebiasaan Wilujeng semasa hidupnya. Mereka pun iba dan menitikan air mata.

"Sudah-sudah, kita harus cepat-cepat memandikannya," seru sang Ustad memberikan solusi dari kegaduhan waktu itu.

Proses mengkafani jenazah pun di percepat agar kotoran itu tak terus keluar.

"Akhirnya ya kita cepat-cepat menguburkannya," sambung warga lainnya mengamini kisah itu.

Keanehan yang menerpa Wilujeng membuat warga tertegun. Ingatan mereka pun hinggap pada masa lalu wanita itu.

"Bapaknya dulu juga dukun ilmu hitam," kata seorang warga.

Dikisahkan, warga yang tinggal berdampingan dengan rumah Wilujeng punt idak diperkenankan masuk, kecuali saudaranya. Akhirnya misteri itu terungkap setelah kematian Wilujeng. Di rumah peninggalan ayahnya itu, terdapat satu kamar khusus.

"Pak Bambang juga mengakui kalau kamar itu digunakan untuk ritual ilmu hitam. Warga pun sudah tahu semua kalau almarhumah itu dikenal suka berbuat mesum," ungkap warga lainnya lagi.

Dari Abu Thalhah, dari nabi beliau bersabda, "Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam," (HR. Muslim No. 2.230).

Related Posts