Raih Nikmat Kubur Dengan Shalawat

shares |

"Salah satu amalan yang akan mendatangkan nikmat kubur adalah banyak bershalawat kepada Rasulullah Saw. Kelak saat menjadi ahli kubur, ia akan duduk bersanding bersama Rasul. Berikut kisahnya."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Dikisahkan, pada zaman dahulu ada seorang saudagar kaya raya yang ditinggal mati istrinya. Saudagar tersebut telah dikaruniai dua anak. Pada suatu saat, saudagar kaya tersebut mengalami sakit keras. Karena tak kunjung sembuh, saat merasakan sakaratulmaut, ia mewariskan harta benda yang melimpah dan tiga helai rambut milik Rasulullah Saw kepada dua anaknya. Setelah itu saudagar tersebut pun meninggal dunia.

Setelah menguburkan jenazah ayahnya, maka dua putra kakak beradik itu membagi harta warisan menjadi dua bagian sama besarnya. Namun, ketika hendak membagi tiga helai rambut rasul pemberian almarhum ayahnya, keduanya sempat berdebat.

"Adikku, bagaimana jika kita potong satu helai rambut ini sehingga masing-masing dari kita mendapatkan satu setengah helai rambut Rasulullah Saw," ujar sang kakak.

TIGA RAMBUT RASUL

Sang adik merasa sayang jika harus memotong rambut Rasulullah Saw. Ia ingin menghormati kedudukan Rasulullah Saw sebagai rasul panutan yang baik.

"Aku keberatan dengan ajakan itu," ujar adiknya.

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita bagi. Aku mendapatkan semua harta warisan ayah, sedangkan engkau memiliki tiga helai rambut rasul tersebut," rayu sang kakak yang mulai rakus.

Setelah berpikir sejenak, sang adik menyetujui pendapat kakaknya.

"Baiklah, aku setuju dengan usulanmu itu. Ambillah semua harta peninggalan ayah ini," ujar sang adik dengan ikhlas.

Setelah itu, adiknya memasukkan tiga helai rambut Rasulullah Saw ke dalam saku bajunya. Rambut itu selalu dibawanya kemana saja ia pergi. Sekali waktu, rambut itu dikeluarkan dari sakunya, lalu diciumnya dengan membaca shalawat untuk Rasulullah Saw. Begitulah yang dilakukan sang adik setiap harinya.

BERKAT SHALAWAT

Subhanallah, dalam waktu yang relatif singkat saja, ternyata bacaan shalawat itu membawa berkah tersendiri baginya, hingga usaha yang dirintisnya sukses. Ia pun menjadi kaya dengan harta yang melimpah, sedangkan kakaknya yang memilih seluruh 'harta warisan', akhirnya habis dan menjadi miskin.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, sang adik meninggal dunia. Pada suatu malam, salah seorang ulama di negeri itu bermimpi bertemu dengan Rasulullah Saw. Dalam mimpi itu, ulama tersebut melihat si adik yang sudah menjadi ahli kubur itu sedang duduk berdampingan bersama Nabi Saw.

"Wahai Rasulullah Saw, siapakah pemuda itu?" tanya ulama dalam mimpinya.

"Ia adalah hamba Allah SWT yang telah mendapat syafaatku," jawab Rasulullah Saw.

"Kenapa bisa demikian, aku juga ingin syafaatmu," tanya ulama itu.

"Selama hidupnya, pemuda ini sering mengirimkan shalawat kepadaku," jawab Nabi Saw.

Setelah terbangun dari tidurnya, ulama itu pun tak henti-hentinya mengajak para muslimin dan muslimat untuk membaca shalawat agar mendapat syafaat seperti pemuda tersebut.

Related Posts