Nasihat Rasulullah Agar Jadi Orang Hebat

shares |

"Bukanlah orang sakti, kaya, atau pejabat yang menyandang gelar sebagai orang kuat dan hebat. Tapi, orang yang mampu mengendalikan kemarahannya, itulah orang hebat. Begitu pesan Rasulullah Saw yang patut kita teladani."

Ilustrasi

MakNyak.com - Kita awali renungan kita dengan pesan Rasulullah Saw, "Ada tiga hal yang apabila dilakukan akan dilindungi allah dalam pemeliharaan-Nya, ditaburi rahmat-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam surga-Nya, yaitu: Apabila diberi, ia berterima kasih; apabila berkuasa, ia suka memaafkan; dan apabila marah, ia menahan diri," (HR Hakim dan Ibnu Hibban).

Subhanallah, dari hadits di atas, maka setidaknya ada tiga syarat agar kita menjadi orang hebat, yakni bersedia berterima kasih saat diberi, memaafkan saat berkuasa dan terakhir mampu menahan marah.

BERTERIMA KASIH

Ucapan terima kasih memang terkesan sederhana. Ucapan terima kasih menjadi indikasi bahwa kita mensyukuri pemberian seseorang. Ini tentu sejalan dengan firman Allah SWT, yang artinya, "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)," (QS Ar Rahman: 60).

Di hadis lain pun Rasulullah Saw berpesan, "Barang siapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila dia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya. Jika ia memujinya, maka ia telah berterima kasih kepadanya, namun jika menyembunyikannya berarti dia telah mengingkarinya...," (HR Al Bukhari).

Subhanallah, begitulah indahnya Islam. Bahkan, saat hijrah, Rasulullah Saw juga berpesan agar orang-orang Muhajirin mengucapkan terima kasih kepada kaum Anshar yang telah menolong dan membantunya. Ketika itu orang-orang Muhajirin datang kepada Nabi Saw dengan mengatakan, "Wahai Rasulullah, orang-orang Anshar telah pergi membawa seluruh pahala. Kami tidak pernah melihat suatu kaum yang paling banyak pemberiannya dan paling bagus bantuannya di saat kekurangan selain mereka. Mereka juga telah mencukupi kebutuhan kita." Nabi menjawab, "Bukankah kalian telah memuji dan mendoakan mereka." Para Muhajirin menjawab, "Iya." Nabi bersabda, "Itu dibalas dengan itu," (HR Abu Dawud dan An Nasai).

MEMAAFKAN

Nasihat Rasulullah Saw selanjutnya adalah mudah memaafkan. Tak sekedar memaafkan, ketika kita sedang ada peluang, misalnya saat berkuasa, lalu bersedia memaafkan, sungguh itulah akhlak yang luar biasa. Insya Allah dengan memaafkan dalam posisi kita sedang di atas angin (berkuasa) tersebut tentu kita akan menjadi pribadi yang luar biasa hebat.

Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa Nabi Musa As pernah bertanya kepada Allah SWT, "Ya Rabbi, siapakah di antara hamba-Mu yang lebih mulia menurut pandangan-Mu? Allah berfirman, 'Ialah orang yang apabila berhasil menguasai musuhnya dapat segera memaafkannya'," (HR Kharaithi dari Abu Hurairah).

Bahkan, Allah SWT menjamin akan memaafkan kita jika kita bersedia memberi maaf. Di dalam Alquran telah disinggung, "Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. Apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian?" (QS An Nuur: 22).

MENGENDALIKAN MARAH

Sifat dan teladan Rasulullah selanjutnya adalah mengendalikan marah. Diungkapkan oleh Rasulullah Saw, "Orang kuat bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya pada saat marah," (HR Bukhari dan Muslim).

Subhanallah, sehebat apakah pesan Rasulullah Saw itu? Marah (ghadlab) merupakan fithrah yang telah diberikan Allah SWT kepada setiap manusia. Setiap manusia pasti pernah merasakan rasa amarah. namun demikian, Islam telah memerintahkan umatnya agar bisa menahan amarah. Allah SWT berfirman, artinya, "....Dan orang-orang yang bisa menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain," (QS Ali Imran: 135).

Ayat ini menjelaskan bahwa mengendalikan amarah adalah salah satu sifat orang-orang bertaqwa serta berbudi pekerti luhur. Nabi Saw bersabda kepada Uqbah bin Amir Ra, "Wahai 'Uqbah maukah engkau aku beritahukan budi pekerti yang paling utama ahli dunia dan akhirat? Yaitu, menyambung silaturahim dengan orang yang telah memutuskannya, memberi orang yang tidak pernah memberimu, dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu."

Subhanallah, itulah tiga baginda Rasul Saw sebagai jalan menuju derajat mulia di sisi Allah SWT dan sesama manusia.

Related Posts