Kisah Waliyullah Menyiapkan Makam Sendiri

shares |

"Semua manusia pasti akan mati. Namun, bagi Sayyidah Nafisah, ia punya cara tersendiri menyambut kematiannya. Ia menggali sendiri tanah yang bakal menjadi tempat kuburnya. Tak hanya itu, di liang kubur itu, ia bahkan sempat mengkhatamkan 1000 kali Alquran."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Keinginan Sayyidah Nafisah untuk meninggal dunia dalam keadaan berpuasa akhirnya terkabul. Wanita salehah tersebut selalu menghabiskan waktunya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT dengan banyak berpuasa.

Di antara waliyullah perempuan yang terkenal adalah Nafisah, putri al Hasan al Anwar. Nafisah lahir di kota Makkah hari Rabu, 11 Rabiul Awal, tahun 145 H dan tumbuh dalam keluarga yang mendidiknya menjadi ahli ibadah.

Pada usia 8 tahun, Nafisah sudah hafal Alquran dan hadis nabawi yang cukup banyak. Ia juga selalu menyertai ayahnya ketika bepergian sehingga menjadikan ayahnya sebagai panutan dan contoh yang baik.

KHATAM ALQURAN 1000 KALI

Hari-hari Nafisah diisi dengan puasa pada siang hari, kemudian pada malam hari digunakan untuk shalat malam dan beribadah sehingga Allah memuliakannya dengan beberapa karomah. Di samping itu, ia juga tidak suka merepotkan orang lain. Bahkan, untuk calon tempat kuburnya saja, perempuan tersebut menggalinya sendiri ketika masih hidup sebagai persiapan saat dirinya meninggal dunia.

Menurut sebuah riwayat, beliau juga sempat mengkhatamkan Alquran di dalam kuburan tersebut sebanyak 1000 kali sebelum akhirnya meninggal dunia. Selain banyak berpuasa, Nafisah memang juga dikenal rajin membaca Alquran.

Tepat pada bulan Rajab 208 H, Sayyidah Nafisah diberikan ujian berupa sakit. Hingga memasuki bulan Ramadan, penyakit yang dideritanya itu tetap saja tak kunjung sembuh. Meski demikian, Sayyidah Nafisah menghadapi cobaan itu dengan penuh ketabahan dan sabar. Ia bahkan tetap menjalankan kebiasaannya denganberpuasa, sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

WAFAT SAAT PUASA

Saking parahnya penyakit yang dideritanya itu, ia pun tidak kuat bergerak hingga dokter yang datang untuk merawatnya memberikan saran kepada beliau dengan menganjurkan untuk tidak berpuasa. Namun, anjuran tersebut tidak digubris oleh beliau, malah menganggap bahwa anjuran tersebut sangatlah aneh.

"Sungguh mengherankan (saranmu), padahal selama 30 tahun aku selalu meminta kepada Allah agar aku meninggal dunia dalam keadaan berpuasa. Terus apakah aku akan berbuka? Padahal aku sudah menggali kuburan di balik serambi," ucap Sayyidah Nafisah menanggapi saran dokter sambil menunjukkan letak kuburan tersebut.

"Di sanalah insya Allah aku akan di makamkan. Jika aku meninggal dunia, kuburkanlah aku di sana," imbuhnya berwasiat.

Beberapa lama kemudian, Sayyidah pun mengakhiri hidupnya dengan tenang dalam keadaan berpuasa. Sesuai dengan wasiatnya, ia akhirnya di makamkan di makam yang beliau gali sendiri.

Related Posts