Ketika Nabi Zulkifli Digoda Iblis

shares |

"Nabi Zulkifli adalah seorang yang sabar. Suatu hari iblis datang untuk menguji kesabarannya. Di luar dugaan si iblis, Nabi Zulkifli tetap mengontrol diri dan godaan iblis tak membuat amarah Nabi Zulkifli meluap".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Nama Asli Nabi Zulkifli adalah Basyar. Ia hidup di sebuah negara yang dipimpin oleh seorang raja yang arif bijaksana. Pada suatu hari raja tersebut mengumpulkan rakyatnya dan bertanya, "Siapakah yang sanggup berlaku sabar, jika siang berpuasa dan jika malam beribadah?" ucap raja kala itu.

Awalnya tak ada seorang pun yang berani menyatakan kesanggupannya. Hingga akhirnya anak muda bernama Basyar mengacungkan tangan dan berkata ia sanggup melakukan itu.

"Saya sanggup melakukan itu wahai raja!" ucap Basyar berani.

"Seberapa lama kamu bisa melaksanakannya?" tanya raja mencoba mengetahui kesanggupan Basyar.

"Dengan izin Allah, saya akan melakukannya selamanya," terang Basyar saat itu.

Raja pun mempersilahkan Basyar melakukan apa yang telah ia ucapkannya itu. Karena peristiwa itu, Basyar dipanggil dengan nama Zulkifli yang artinya sanggup.

Sejak saat itu Zulkifli berlaku sabar. Jika siang, ia berpuasa dan malam harinya dihabiskan untuk beribadah. Untuk tidur, Nabi Zulkifli hanya membutuhkan waktu yang singkat.

SIDANG PERAMPOK

Nabi Zulkifli sangat istiqomah hingga ia diangkat menjadi seorang raja. Karena keagungan budi pekertinya, Nabi Zulkifli juga diangkat menjadi seorang hakim.

Pada suatu malam Nabi Zulkifli merasa sangat mengantuk. Setelah beribadah di malam itu, ia hendak beranjak untuk tidur. Namun, sebelum matanya terpejam, mendadak ada seorang tamu yang hendak mengganggunya.

"Ada apakah Saudara kemari di malam hari?" tanya Zulkifli.

"Hamba seorang musafir, barang-barang hamba dirampok diperjalanan," jawab tamu itu.

"Datanglah besok pagi atau petang hari, saya akan memanggil perampok tersebut untuk disidangkan," kata Zulkifli.

Tamu tersebut sedianya merupakan jelmaan dari iblis. ia ingin menguji sejauh mana tingkat kesabaran Nabi Zulkifli. Esok paginya orang itu tidak datang, padahal Zulkifli sudah menunggunya di ruang sidang.

Malam harinya orang itu juga tidak datang, padahal ia telah menyatakan bersedia untuk datang. Ketika Zulkifli sedang bersiap-siap untuk tidur, orang itu datang lagi. "Mengapa waktu siang tadi ketika sidang dibuka kau tidak datang?" tanya Zulkifli.

"Orang yang merampok saya cerdik, Tuanku. Jika waktu sidang dibuka, barang saya dikembali, jika sidang hendak ditutup, barang saya dirampasnya lagi," jawab orang itu.

"Jika demikian, datanglah engkau besok pagi ketika sidang dibuka," jawab Nabi Zulkifli Arif.

DIUJI IBLIS

Namun, seperti kejadian sehari sebelumnya, orang tersebut tak juga hadir dipersidangan. Malam harinya, Raja Zulkifli sangat mengantuk. Ia telah berpesan pada penjaga agar menutup semua pintu dan menguncinya. Saat ia hendak membaringkan diri, terdengar suara pintu kamarnya diketkuk orang. "Siapa yang masuk?" tanya Zulkifli pada prajurit penjaganya.

"Tidak ada seorang pun, Tuanku," jawab prajurit penjaganya dengan nada heran.

Keheranan yang sama juga dirasakan Zulkifli. Jelas tadi ia mendengar suara pintu diketuk, namun penjaga yang menjaga ruangannya tak melihat siapapun yang mengetuk kamar.

Nabi Zulkifli lantas memeriksa sekeliling rumah. Di sana satu sudur kamar, ia melihat seseorang. Zulkifli merasa heran, jelas semua pintu telah terkunci rapat.

"Kau bukan manusia, kau pasti iblis," kata Zulkifli yang langsung bisa menebak tamunya itu.

"Ya, aku memang iblis yang ingin menguji kesabaranmu. Ternyata memang benar, kau orang yang dapat memenuhi kesanggupanmu dulu," ujar iblis.

"Kenapa engkau hendak menguji kesabaranku?" tanya Zulkifli.

"Wahai kekasih Allah, sesungguhnya jika manusia tidak memiliki kesabaran, maka aku dan kaumku akan cepat menyesatkannya," ujar iblis jujur.

Sejak saat itulah Nabi Zulkifli mengerti trik iblis dalam menyesatkan manusia, yakni menghilangkan kesabaran sehingga manusia gampang terpancing amarahnya.

Related Posts