Ingin Wujudkan Generasi Islam Yang Bermartabat

shares |

"Untuk mendapatkan generasi islami yang bermartabat, menurut Prof Dr Ir Sardy Sar M EngSc, tidaklah mudah. Diperlukan konsistensi pendidikan berbasis islami yang mampu secara intelektual dan memiliki landasan spiritual yang mantap."

Prof Sardi Sar

MakNyak.com - Di kalangan pesantren dan perguruan tinggi Islam, Prof Sardi Sar dikenal luas. Pria kelahiran Lintau, Sumbar, 5 Agustus 1942 itu menyelesaikan pendidikan di Institut Teknologi Bandung S1 pada tahun 1969 dan Universitas Indonesia pada tahun 1980 dan program doktor pada 1989.

Rupanya ia bukan tokoh pendidikan baru di dunia pendidikan. Tercatat tahun 2003 sampai 2009, Prof Sardy menjadi Dekan Fakultas Teknik dan sejak 2009 menjabat sebagai Kepala LP2M.

Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berbasis nilai-nilai islami, Prof Sardy Sar selalu menekankan pentingnya nilai-nilai keislaman dalam setiap bidang keilmuan. Terlebih lagi karena dilandaskan dalam pembentukan karakter yang berbudi luhur.

Ia menyatakan, pendidikan yang menghasilkan kualitas manusia yang unggul, maka perlu konsistensi untuk menjalankannya. "Kalau di Universitas Al Azhar Indonesia sendiri fokus pada pembentukan manusia cerdas dan bermarbatab," kata Prof Sardy Sar

MANUSIA BERMARTABAT

Prof Sandy menguraikan, tidak mudah memang untuk mencapai visi misi dalam pembentukan manusia unggul dan bermartabat. Apalagi manusia yang tidak hanya unggul dan bermarbatan saja, melainkan manusia yang memiliki kemampuan intelektual berlandaskan nilai-nilai spiritual, moral, dan etika Islam. "Maka pelayanan kepada masyarakat, menjalin kemitraan dengan institusi yang relevan, mampu mewujudkan hal itu semua," tambahnya.

Menumbuh-kembangkan nilai-nilai universal Islam dalam pembentukan karakter juga sangatd iperlukan. Salah satunya adalah pembekalan diri kepada mahasiswa dengan tujuan elemen dasar yang dapat membawa mereka memikul tanggung jawab profesional dalam membangun masyarakat dan negara serta membina hubungan internasional. "Kalau di Universitas Al Azhar Indonesia sendiri elemennya yakni, Teknologi Informasi, Program Bahasa, Jaringan Mitra Strategi, Kepemimpinan, Keahlian Manajemen, Kewirausahaan, Pengetahuan KeIslaman," terang Prof Sardy

Prof Sardy juga sedikit menyinggung sejarah dari berdirinya Universitas Al Azhar Indonesia. Pada tahun 1952, Yayasan Pesantren Islam Al Azhar telah berdiri dan konsisten dalam dakwahnya. Pendidikan berbasis Islam terus digalakkan sesuai dengan konsep pesantren saat itu. Sampai pada Agustus tahun 2000, barulah berdiri Universitas Al Azhar (UAI).

KEPRIBADIAN ISLAM

Hingga saat ini UAI telah memiliki 3300 mahasiswa dengan 6 Fakultas dan 16 Program Studi. Fakultas-Fakultas tersebut adalah Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Sastra, Fakultas Sains serta Teknologi. Kurikulum yang diberikan oleh UAI Disesuaikan dengan kebutuhan pasar nasional dan global pada saat ini dan masa yang akan datang.

"Kita memang ingin membentuk mahasiswa yang memiliki kepribadian islami, menjadi manusia yang memiliki tanggung jawab dan bermartabat serta konsisten mengembangkan nilai-nilai islami untuk membawa Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik lagi," harap dia.

Prof Sardy juga meyakini bahwa budaya pendidikan yang memiliki tata kelola nilai-nilai Islam akan membawa perubahan yang sangat besar terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Adanya prinsip memuliakan ilmu dan nilai agamis yang merupakan aspek penting yang bisa menjadikan insan harapan bangsa yang cerdas dan cendikia. Lebih dari itu, mahasiswa itu akan memiliki akhlak islami dan memahami ethical practice dengan benar sehingga mampu bersaing dengan komprehensif dalam dunia kerja di iklim persaingan globalisasi yang penuh tantangan.

Menurut dia, konsep-konsep islami yang diterapkan dalam dunia pendidikan, selaras dengan konsep pembangunan suatu bangsa secara komplit. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat dan akademisi harus bisa mendukung peran maksimal pendidikan, terutama perguruan tinggi untuk menyiapkan generasi umat Islam dengan penerapan nilai-nilai Islami dengan konsisten.

Related Posts