Ikhlas Diuji Sakit, Sambut Maut Dengan Ngaji

shares |

"Mengidap suatu penyakit, tidak selamanya dianggap sebagai suatu penderitaan. Namun, penyakit bisa membawa hikmah tersendiri. Bahkan ketika ikhlas menerima penyakit itu, suatu kemudahan menjemput sakaratulmaut didapat. Seperti kisah berikut ini."

Ilustrasi (Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Kesehatan merupakan suatu nikmat yang luar biasa. Tapi suatu penyakit juga bisa menjadi nikmat, ketika seseorang yang menderita sakit itu ikhlas menerimanya. Seperti yangd ialami oleh Asnan (bukan nama sebenarnya).

Asnan, merupakan sosok laki-laki yang gagah dan sehat. Ia menjalani profesi sebagai abdi negara dan pengusaha, secara finansial dia tidak diragukan lagi. Namun cobaan dari Allah datang, ia mengalami kegagalan rumah tangga dan harus berpisah dengan istrinya.

Ketika dalam keadaan Single, dia kembali menemukan sosok perempuan yang menjadi idamannya. Ia kemudian memutuskan untuk menikah dengan perempuan itu. Setelah beberapa tahun, Asnan dikaruniai empat orang anak. Tampaknya kehidupan rumah tangganya sangat sempurna. Namun cobaan dari Allah diberikan kepada keluarganya.

Asnan menderita stroke. Tiba-tiba dia tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya, cara berbicaranya juga sudah cadal dan pelan. Dari sakit yang dideritanya, ia begitu ikhlas menerima apa yang sudah digariskan Allah kepadanya.

TIDAK BISA AKTIVITAS

Sejak mengalami stroke, ia tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Ia hanya bisa terbaring diatas tempat tidurnya.

Makan dan minum pun harus dibantu oleh istri atau orang lain yang menjaganya saat di tinggal sang istri pergi bekerja.

Selama ia menderita sakit stroke, usahanya terbengkalai dan banyak yang bangkrut. Bahkan yang tersisa hanya toko dan keterampilan make up dari sang istri. Secara otomatis istri menjadi tulang punggung keluarga.

Istrinya tidak bisa merawat anak dengan sepenuhnya karena harus bekerja secara maksimal. Namun Asnan kadang-kadang ingin diperhatikan oleh istrinya. kadang dia mencari perhatian dengan agak sedikit cerewet soal makanan.

Terkadang almarhum juga tidak ingin makan kalau bukan istrinya yang menyuapi. Hal-hal kecil inilah yang terkadang diinginkan oleh almarhum.

Namun pihak keluarga juga menyadari, bahwa seseorang yang sakit, pasti akan membutuhkan perhatian lebih. Bahkan semenjak sakit, almarhum sangat rajin melaksanakan ibadah. Setiap mendengarkan azan, ia langsung bergegas meminta bantuan untuk bersuci.

Setelah melakukan wudhu, langsung melaksanakan shalat. Setiap hari ia menggunakan waktunya untuk shalat dan mengaji. Meskipun bicaranya sudah cadal, ia tetap berusaha untuk mengaji surat-surat pendek atau Al Fatihah. Selama sakit, ia juga tidak menggunakan diapers. Ketika ingin buang air kecil, almarhum minta tolong kepada perawat khusus untuk membantunya.

SEMAKIN RAJIN IBADAH

Dua hari menjelang wafat, almarhum selalu mencari istrinya yang sibuk mengurus toko. Apalagi menjelang Lebaran, toko sangat ramai dan tutup melebihi jam sembilan malam. Ketika sampai di rumah, istrinya capek dan hanya bisa melihat sebentar saja.

Sebelum wafat, akhirnya perawatnya bilang kepada istri almarhum bahwa selama dua hari ini almarhum mencarinya.

"Bu, dua hari ini Bapak selalu mencari ibu. Tapi saya lihat ibu sangat capek, jadi saya tidak memberitahukannya," cerita perawatnya yang tidak mau disebutkan namanya.

Besoknya, setelah pulang dari bekerja, istrinya langsung mendatangi ke kamarnya untuk melihat kondisi suaminya. Sambil duduk di sebelah almarhum, istrinya berkata.

"Kenapa sih Pak, kok nyari-nyari saya. Saya kan lagi bekerja. Bapak mau ngaji ta. Ayo kita bareng-bareng baca Al-Fatihah," ucap istrinya.

Akhirnya, almarhum membaca Al Fatihah seratus kali sambil berada di sandaran istrinya. Setelah itu, terdengar suara napas yang cukup keras, seperti orang yang tidur dan sedang mengambil napas panjang. Bahkan suara napasnya sampai terdengar.

Mendengarkan itu, istrinya meminta tolong perawat untuk mendampinginya. Ia kembali melanjutkan membimbing suaminya untuk ikut membaca surat-surat pendek.

Sang istri tetap melanjutkan membaca surat-surat pendek dan ternyata suaminya sudah menghembuskan napas terakhir tanpa diketahui oleh istrinya yang dari tadi memangkunya. Yang mengingatkan adalah perawatnya.

"Bu, bu, mohon maaf. Bapak sudah tidak ada," kata perawatnya.

Seketika itu, istrinya kaget dan benar-benar tidak mengira bahwa almarhum dengan cepat menghembuskan napas terakhirnya. bahkan yang memangkunya juga tidak mengetahui kapan Almarhum menghembuskan napas terakhirnya.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Related Posts