Hidayah Dari Bacaan Basmalah

shares |

"Meski suaminya seorang yang tidak pernah taat kepada Allah, namun Nafisah tak pernah putus asa. Ia selalu berdoa dan memberikan teladan kepada sang suami. Akhirnya, doanya diijabahi, dengan bantuan Allah, hati sang suami tersentuh dan ia pun bertobat."

Bismillah ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Pada zaman pemerintahan Khalifah Harun Al Rasyid berkuasa (786 M-809 M), di sebuah desa di pinggiran Baghdad, hiduplah sepasang suami-istri yang sudah tua. Sang suami bernama Makruf bin Bisry, sedangkan istrinya bernama Nafisah binti Hafshim. Kedua pasangan yang belum dikaruniai anak ini berjalan harmonis, meski sang suami ringan tangan.

Kedua pasangan suami-istri yang sudah puluhan tahun berumah tangga ini, mempunyai sifat yang berbeda. Sang suami seorang yang fasik, tidak bertanggung jawab dan tidak mau berbuat kebaikan, sedangkan istrinya seorang perempuan tua yang taat beragama dan tidak pernah mengeluh meski suaminya suka memukul.

Sebagai orang yang taat beragama, setiap kali hendak berbicara dan melakukan sesuatu, Nafisah senantiasa mendahului dengan membaca basmalah. Perbuatan Nafisah inilah yang membuat Makruf tidak suka dan dia selalu memperolok-olok istrinya.

"Kamu ini istri yang kurang kerjaan. Setiap kali baik berbicara, makan, minum, ataupun pekerjaan lainnya, membaca 'Bismillah', sedikit-sedikit 'Bismillah'," ejek Makruf.

DITITIPI UANG

Meski sering dihina suaminya, Nafisah tidak sakit hati dan juga ia tidak pernah membantah omongan suaminya. Sebaliknya, dia berdoa kepada Allah SWT supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Pada suatu hari suaminya berkata, "Suatu saat akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."

Nampaknya, keinginan Makruf agar istrinya jera benar-benar serius. Dia memberikan uang yang cukup banyak kepada istrinya dengan berkata, "Wahai istriku, tolong uang ini kamu simpan baik-baik. Jangan sampai hilang."

Mendapat amanah dari suaminya, Nafisah mengambil uang itu dan menyimpan di lemari yang dianggap tempat yang aman. Sedangkan suaminya melihat tempat penyimpanan uang itu. Kemudian secara sembunyi-sembunyi, Makruf mengambil uang tersebut, "Dengan mengambil uang ini, istriku akan kebingungan mencari uang. Dan uang ini aku simpan di lain tempat," kata Makruf dalam hati.

Beberap hari kemudian, Makruf memanggil istrinya untuk meminta uang yang dititipkan kepada istrinya beberapa hari yang lalu, "Berikan padaku uang yang aku berikan kepada kamu dahulu untuk aku simpan," pintanya.

BERJANJI BERUBAH

Karena mendapat perintah mengambil uang, maka Nafisah pergi ke tempat dia menyimpan uang itu. Nafisah menuju kamar dimana lemari itu berada. Di belakangnya, sang suami mengikutinya. Sebelum membuka lemari, seperti biasa, Nafisah mengucapkan, "Bismillahirrahmanirrahiim."

Dan seketika itu Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril AS untuk mengembalikan uang itu kembali ke dalam almari. Lalu, Nafisah mengambil dan memberikan kepada suaminya. Alangkah terperanjat suaminya. Ia tak mengira uang yang sudah ia pindah bisa kembali ke tempat semula. Hanya dengan bacaan basmalah tentunya. Sang suami seketika sadar, dia merasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada istrinya.

"Wahai istriku yang berhati mulia, maafkanlah aku atas tindakanku selama ini yang telah menyakiti hatimu. Mulai saat ini, aku berjanji tidak akan menyakiti hatimu lagi," janji Makruf dengan meneteskan air mata. Ia begitu takjub atas kekuasaan Allah.

Sejak saat itulah, Makruf bertobat dan mulai mengerjakan perintah Allah. Dia juga meneladani sang istri, yaitu selalu membaca basmalah sebelum hendak memulai mengerjakan sesuatu apapun.

Related Posts