Bertobat Dari Maksiat

shares |

"Seolah kebal akan nasihat, Harjo terus mengumbar dosa. Meski istrinya sudah setia dan sabar, ia tetap mengkhianatinya. Jika dinasihati, ia justru marah dan menyakiti istrinya. Bersyukur dia mau diruqyah sehingga sadar dari kemaksiatannya".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Harjo, salah seorang direktur perusahaan asing di Jakarta. Baginya, seorang istri tidaklah lebih dari seorang pelayan atau pembantu yang harus menuruti semua perintah. Bulan berganti bulan, tahun pun kian berlalu, selama itu pula kehidupan rumah tangga mereka lalui dengan bermacam ragam.

"Mi, segera siapkan semua berkas Papi untuk meeting hari ini," perintah Harjo.

"Kamu siapkan juga semua kebutuhan Laras dan Andik, jangan sampai ada yang lupa," tambahnya.

Selain sibuk sebagai ibu rumah tangga, Hartini juga harus bertanggung jawab mengurusi kedai kopi yang dikelolanya. Meski begitu, dia tidak pernah mengeluh ataupun membangkang apapun yang diperintahkan suaminya.

Di sisi lain, Harjo dengan entengnya bermain hati dengan sekretarisnya. Menurutnya, Hartini sudah tak menarik lagi dan hanya pantas dibuat konco wingkeng semata alias temen di urusan dapur.

Ibarat bolak-balik membaca buku, kita pasti tahu ending-nya apa dan bagaimana. Tanpa sengaja Hartini membuka ponsel milik suaminya yang berdering, alangkah kagetnya saat dia mendengar suara perempuan yang mengaku sebagai simpanan suaminya.

"Apa benar Indah itu selingkuhan Papi? jadi, Papi telah mengkhianati mami dan juga anak-anak?!" jerit Hartini.

Alih-alih iba melihat tangisan sang istri, Harjo kalap dan langsung menganiaya istrinya. Kata-kata kasar dan ancaman pun meluncur dari mulutnya dengan nada marah tak terkendali.

Ternyata, tindakan tersebut bukanlah kali pertamanya, ketidakpedulian, ucapan yang kasar dan pukulan keras seolah telah menjadi kawan dalam hidupnya. Sikap keras suaminya mulai dirasakan Hartini pasca melahirkan Andik, anak keduanya.

Namun, wanita itu hanya bisa diam dan pasrah demi kedua anaknya dan keutuhan rumah tangganya. Alunan doa selalu dia panjatkan setiap selesai shalat, supaya dirinya diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

DIRUQYAH

Namun, kini kesabarannya telah habis tak tersisa menghadapi perangai suaminya yang semakin kasar dan tidak manusiawi. Hartini berniat mengakhiri biduk rumah tangganya dengan menceraikan Harjo suaminya.

Namun, niatan itu pun diurungkannya setelah mendapatkan arah dari salah seorang saudara yang prihatin melihat keadaannya.

"Coba Mbak datang saja ke tempat praktik Ustad Massar di Semarang. Dia ahli dalam meruqyah, siapa tahu beliau dapat membantu seperti beberapa teman saya yang rumah tangganya terselamatkan setelah berkonsultasi dengan beliau," ungkapnya.

Setelah mengungkapkan permasalahan yang dihadapi, sesaat kemudian ustad Massar melaksanakan ruqyah jarak jauh bagi suami Hartini (Harjo). Tak berselang lama setelah itu, secara perlahan Harjo mulai menunjukkan perubahan sikap yang positif, dimana dirinya menjadi lebih tenang dan mulai menyadari kesalahan-kesalahan yang selama ini diperbuat.

"Maafkan papi, Mi, selama ini telah banyak salah kepada Mami dan juga anak-anak," rujuk Harjo.

Kini, Harjo yang suka ringan tangan telah kembali kepada pribadi yang saleh dan mencintai keluarga melebihi dirinya sendiri. Meski di mata orang lain Harjo merupakan orang yang baik, tapi hari nuraninya tetap tak bisa melupakan dosa yang pernah dibuatnya.

Related Posts