Akibat Guna-Guna Calon Mertua

shares |

"Menjalani suatu hubungan memanglah tidak semudah apa yang ada dalam angan-angan. Perlu pengorbanan dan niat tulus menjalaninya, salah satunya dari keluarga sendiri. Berikut kisahku menghadapi ujian dari calon mertuaku yang tega mengguna-guna."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Aku Yuliana, biasa dipanggil Yuli. Kehidupanku tergolong sederhana karena orang tuaku sendiri bukanlah keturunan ningrat atau pengusaha.

Sampai suatu ketika aku mengenal Doni dalam sebuah acara. Tak lama kemudian kami berkomitmen untuk melanjutkannya ke jenjang pernikahan.

Saat Lebaran lalu, dia mengajakku ke rumahnya untuk dikenalkan kepada keluarganya. Awalnya mereka menyambutku dengan ramah. Namun, setelah mengetahui bibit, bebet dan bobot alias status keluargaku, sikap mereka pun berubah.

Setelah pertemuan malam itu, hubungan kami masih berjalan normal. Calon suamiku itu masih selalu menunjukkan perhatian terhadapku. Akan tetapi, dia tak pernah lagi mengajakku bertemu keluarganya.

GEJALA ANEH

Semakin lama intensitas pertemuan kami semakin berkurang hingga tersiar kabar jika dia akan dijodohkan dengan anak teman bisnis ayahnya di Malaysia. Hancur sudah harapanku untuk membangunr umah tangga bersamanya.

"Aku memang akan dijodohkan, tapi aku sama sekali tidak menyetujui rencana itu. Aku mohon sama kamu, bantu aku untuk memperjuangkan hubungan kita," pintanya.

Perasaan sedih, senang juga marah bercampur menjadi satu. Aku tahu siapa calon suamiku itu. Dia termasuk orang yang keras kepala dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang sudah menjadi keinginannya. Ternyata benar, 'berbagai macam ancaman yang diberikan ibunya tak menyurutkan niatnya untuk menikahiku'.

Tak ayal, sikapnya yang demikian semakin membuat ibunya marah. Calon mertuaku itu bahkan menuduhku telah mengguna-gunai anaknya agar terpikat denganku. Astagfirullah!

Beberapa minggu setelah kejadian itu, entah mengapa aku merasa lemah. Aku yang dulunya selalu bersemangat, rajin beribadah menjadi suka bermalas-malasan, mudah marah, dan sering sakit-sakitan hingga harus keluar masuk rumah sakit berkali-kali.

Tak hanya itu, terkadang timbul rasa benci yang luar biasa jika aku bertemu dengan Doni. Kami menjadi sering terlibat adu mulut karena selisih paham. Untungnya dia selalu mengalah dan mau mengerti. Semakin lama, baik orang tuaku maupun Mas Doni mulai merasakan adanya sesuatu yang berbeda denganku, sesuatu yang bukan disebabkan karena masalah yang sedang kuhadapi, melainkan adanya campur tangan pihak lain.

Didorong rasa penasaran yang kuat, Mas Doni menanyakan hal tersebut kepada Ustad Massar.

Jawaban yang cukup mencengangkan pun didapat. Ternyata, selama ini aku dalam pengaruh ilmu hitam alias guna-guna. Jawaban itu seolah memutar kembali ingatan Mas Doni saat menemukan benda-benda aneh di dalam tas dan kamar ibunya.

Tak pernah kuduga, jika kejadian waktu itu menjadi titik awal kesakitan yang harus aku rasakan selama hampir setahun lamanya. Tapi, aku bersyukur karena kini aku sudah sembuh.

Metode tersebut juga akhirnya membuat calon mertuaku itu sadar. Biarlah peristiwa yang lalu cukup dijadikan bahan renungan dan pelajaran untuk mencapai hidup yang lebih baik.

Related Posts