Akhir Hidup Pemabuk, Mati Tubuh Gosong

shares |

"Kesenangan RM Kini Harus Berakhir Tragis. Setelah Setahun menelantarkan istri dan anaknya, ia ditemukan mati dengan kondisi tubuh lebam. Inikah azab bagi pria yang suka mabuk-mabukan ini? Berikut Kisahnya".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Akhir suasana pesta di warung remang-remang di kawasan H Amir, Ulukami, Jakarta Selatan menjadi sebuah malam yang suram. Betapa tidak, salah seorang pelanggan pria berinisial RM (30) mati mengenaskan di warung remang-remang yang terkenal sebagai penyedia cukrik alias minuman oplosan. Senin 14/04/2014 lalu.

Menurut salah satu saksi, Yanuar (25), pedagang mi tek-tek yang berjualan di sebelah warung tersebut mengatakan, RM sudah menjadi pelanggan tetap dari warung cukrik yang dikunjunginya. RM memiliki kedekatan dengan pemilik warung sehingga jika dirinya malas untuk pulang ke rumah, RM lebih memilih untuk ke warung dan pulang larut.

"Memang sudah jadi pelanggan tetap warung itu. Hampir setiap hari si RM nongkrong di warung itu dan pulang-pulang mesti dalam keadaan mabuk," ujar Yanuar.

Warung cukrik berkedok warung kopi itu tergolong baru. Meski begitu, pengunjungnya sudah cukup banyak.

"Ramai sekali pengunjungnya. Biasanya yang datang anak-anak muda yang kebanyakan lelaki semua. Tak sedikit juga yang pulang-pulang dalam keadaan mabuk," ulasnya.

TUBUH MENGHITAM

Yanuar masih ingat, saat itu kondisi mayat RM memang mengenaskan. Tubuhnya lebam menghitam seperti orang terbakar dan dingin. Selain itu, sambung Yanuar, di sebelah mayatnya tergeletak tiga botol minuman oplosan dan beberapa jenis makanan kecil. Dipastikan bahwa RM mengonsumsi minuman oplosan di tengah kondisi fisiknya yang sedang mencapai titik nadir.

Kisah kematin RM yang seperti itu dibenarkan UW (40), pemilik bengkel cat mobil di daerah itu. Menurutnya, saat kejadian, tubuh RM sudah dalam kondisi menghitam seperti orang terbakar, alias gosong.

"Persis banget sama orang yang habis terbakar, mukanya juga membiru. Minumannya memang keras dan kandungan racunnya seperti sudah berlebih," terang UW.

Selain tubuhnya yang menghitam, urai UW, wajah RM juga terlihat seperti wajah ketakutan. Tak hanya itu, mata dan mulutnya terbuka. "Berbusa juga mulutnya. Dari situ bisa dilihat kalau matinya cukup parah. Warga setempat di sini sepakat menutup warung dan mengusir pemiliknya," kata UW.

FAKTOR KECANDUAN

Setelah peristiwa yang merenggut satu nyawa tersebut, warung itu akhirnya ditutup oleh pihak kepolisian dan beberapa barang bukti seperti minuman alkohol dan campuran-campurannya disita.

Humas Polsek Ciledug, Trio Pambudi mengatakan, RM merupakan pendatang dari Cirebon yang asal usulnya masih tidak jelas. Hingga beberapa hari setelah kejadian itu, identitas jelas dari RM masih diselidiki.

"Pemilik warung kami tahan beserta barang-barangnya," terang Budi.

Budi menerangkan, faktor utama dari kematian RM adalah dikarenakan faktor kecanduan berat minuman keras, sementara tubuhnya tidak kuat menahan kadar alkohol yang melebihi dosis.

"Faktor utamanya karena kecanduan berat dari minuman oplosan dan badannya sudah tidak kuat untuk menerima kadar minuman yang terlalu keras sehingga organ tubuh rusak," pungkas Budi.

Related Posts