Kisah Haru, Wanita Penjual Ayam Berjuang Agar Bisa Bangun Masjid Di Kampungnya

shares |

Advertisement
"Kunci Sukses Itu Bukan Besarnya Modal Materi Yang Kita Punya, Melainkan Bisa Juga Dengan Tekad Yang Besar Yang Kita Miliki"

Suciati Salim Riyanto Raharjo

MakNyak.com - Kesuksesan bisa datang kepada siapa saja tanpa memandang status, strata sosial dan juga keturunan. Asal mau bekerja keras, semua sudah tentu akan mendapatkan rezeki sesuai dengan jerih payah yang sudah diupayakan. Terlebih, jika semua hal itu disertai dengan niat dan juga tujuan yang mulia. Tentu Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik untuk setiap makhluk-Nya.

Salah satunya yaitu seperti kisah wanita bernama Suciati Salim Riyanto Raharjo. Karena kerja keras dan juga kegigihan dirinya dalam berdagang ayam sejak kecil, akhirnya berhasil mengantarkan dirinya pada kesukesan di masa depan. Hebatnya lagi ia berhasil mewujudkan mimpinya untuk membangun masjid di kampung halamannya. Sebuah kisah inspiratif, yang bisa kita ambil contohnya berikut di bawah ini.

BAKAT DAGANG YANG DITURUNKAN DARI IBUNYA

Bakat Dagangnya Didapat Dari Ibunya ( Foto @Source )

Jiwa dagang yang dimiliki oleh Suciati ini sepertinya adalah warisan dari ibunya sendiri yang kala itu berjualan di Pasar Teban, Yogyakarta. Kegiatan sehari-hari Suciati sebelum sekolah adalah mengantar ibu dengan membonceng sebuah sepeda onthel tua. "Setiap pagi jam 6 itu berangkat naik sepeda onthel dibuncangkan oleh ibu ke pasar." ujarnya

MENCOBA MENCARI REJEKI DENGAN BERJUALAN AYAM

Ilustrasi Berjualan Daging Ayam Di Pasar ( Foto @Source )

Disela-sela membantu ibunya berjualan, Suciati disarankan untuk mencoba berjualan sendiri yaitu dengan berdagang ayam. Dengan modal uang Rp. 175 ribu, ia membeli 5 ekor untuk dijual kembali. Kala itu tidak ada pedagang ayam di Pasar Teban. praktis, usahanya pun terus berkembang pesat dari hari ke hari. Di tahun 1988, ia bermitra dengan pengusaha ayam lainnya untuk menyalurkan daging ke sebuah franchise makanan terkenal. Di momen inilah kesuksesan dirinya mulai terlihat.

SUKSES MENGEMBANGKAN PETERNAKAN AYAM DAN JUGA RUMAH POTONG AYAM

Peternakan Ayam Potong ( Foto @Source )

Di tahun 1989, Suciati mendirikan RPA (Rumah Potong Ayam) yang terletak di dekat rumahnya. Mendirikan RPA itu juga masih berkaitan dengan tawaran kerjasama usahanya dengan sebuah merek Waralaba Ayam goreng terkenal dari Amerika Serikat. Kemudian, ia mendirikan Rumah potong keduanya pada tahun 2009 di Jombang, Jawa Timur yang ia beri nama dengan nama RPA Suciati Raharjo. Dari kedua usahanya inilah, Suciati bisa menjual 100 ton ayam potong. Produknya bahkan sudah mengantongi sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

MEWUJUDKAN CITA-CITANYA SEJAK KECIL

Membangun Masjid Yang megah ( Foto @Source )

Sampai pada akhirnya, Suciati berhasil mendirikan sebuah masjid yang megah dengan tanah yang luasnya mencapai 1.600 meter persegi. Rumah ibadah ini kemudian diberi nama dengan nama Masjid Suciati Salman. "Desain Masjid ini menyerupai dengan desain Masjid Nabawi di Madinah, dulu saya melihatnya dan langsung jatuh cinta dan ingin bisa membuat yang seperti itu. Ya tentu ada kombinasinya dengan desain khas Jawa karena saya orang Jawa," ujarnya.

FILOSOFI HIDUP SUCIATI YANG BISA JADI TELADAN

Menerapkan Filosofi Jawa Dalam Hidupnya ( Foto @Source )

Menabung selama 23 tahun, Suciati sudah melalui banyak perjuangan yang hebat sampai pada akhirnya ia berhasil membangun masjid. Hal ini tidak lain karena falsafah hidup jawa yang dipegang teguh dirinya sejak masih muda. Urip Iku Urup. Sebuah pepatah jawa yang memiliki arti manfaat kepada sesama. "Saya percaya jika kita bisa selamat di dunia, maka nantinya akhirat juga akan mendapatkan keselamatan. Saya sangat ingin membangun masjid supaya bisa menjadi bermanfaat untuk banyak orang," terangnya.

Kisah sukses Suciati ini bisa menjadi inspirasi untuk kita semua, Terutama untuk para generasi muda bangsa ini, Merintis karier dari NOL, Suciati berhasil mendapatkan kesuksesan sedikit demi sedikit dengan kesabaran dan ketekunan.

Related Posts