Ini Dia Alasan Mengapa Usai Nyoblos Jari Harus Dicelub Tinta Ungu

shares |

Advertisement
"Tak Hanya Cekrak-Cekrek Aja Dan Kemudian Di Unggah Di Sosial Media, Kalian Juga Wajib Tahu Apa Alasannya Mengapa Jari Harus Di Celup Tinta Ungu"

Tinta Celup Usai Melakukan Pemilihan Di TPS ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Sebelum pemilu dimulai banyak orang yang sudah mulai disibukkan untuk pilihan mereka masing-masing, banyak orang yang bingung menentukan pilihan kandidat mana yang wajib atau pantas mereka pilih. Yang mana pilihan itu diharapkan bisa merubah jalannya pemerintahan di daerah mereka menjadi lebih baik tentunya. Dan tugas memilih adalah urusan Masyarakat tentunya.

Dan dalam proses pemilihan, tentunya ada aturan yang harus kamu ikuti, seperti mencelupkan jari ke tinta celup berwarna ungu yang mana itu sebagai lambang jika kamu sudah berpartisipasi dalam pemilu. 

Tapi perlu diketahui Nak, bahkan sebenarnya ritual celup mencelup ini tidak hanya sekedar menjadikan jari kamu berwarna ungu saja akan tetapi ada maksud dan tujuan lainnya. Berikut ini Mak Nyak bakal jelaskan mengapa usai mencoblos jadi wajib berwarna ungu?

TAK HANYA UNTUK PAMER DI MEDSOS, TAPI JUGA SEBAGAI BENTUK KEAMANAN

( Sumber Gambar @Source )

Jadi yang berwarna ungu itu merupakan bukti bahwa seseorang sudah melakukan kewajibannya untuk memilih calon pemerintah untuk pemimpin mereka, atau sebagai bukti telah ikut berpartisipasi dalam berdemokrasi pemilihan. Rata-rata tinta ungu ini akan hilang dalam waktu 1-3 hari. Nah, dengan begitu tidak akan ada double vote alias memanfaatkan undangan orang lain untuk memilih. Prinsipnya, satu suara untuk satu identitas.

INDIA ADALAH PELOPOR TINTA CELUP

( Sumber Gambar @Source )

Metode ini awal mulanya di awali oleh Negara India. Di pemilu demokratis pertamanya, India pernah kecolongan dan mengalami masalah yang benar-benar serius mengenai pencurian identitas. Maka dari itu, kala pemilu ketiga pada tahun 1962 trik mencelupkan tinta ke jari ini mulai diterapkan. Tinta yang digunakan langsung di supply dari perusahaan Mysore Paints and Varnishes Ltd ( yang akhirnya membuat India mengimpor tinta itu sampai ke Britania Raya).

Sampai kini sudah ada kurang lebih 44 negara yang menerapkan sistem seperti ini. Di wilayah bagian Asia Tenggara ada Malaysia, Indonesia dan Myanmar.

PENGGUNAAN SISTEM CELUP DI INDONESIA

( Sumber Gambar @Source )

Untuk pertama kalinya sistem seperti ini dilaksanakan di Indonesia adalah sejak tahun 1955. Sama seperti kini, rakyat datang ke TPS dan melakukan pemilihan. Akan tetapi pada orde baru pemilihan ini bak hanya menjadi sebuah formalitas. Metode celup tinta baru ada di tahun 1995, kala Indonesia sudah lepas dari periode orde baru itu. Karena masyarakat benar-benar ingin merasakan sensasi memilih secara demokrasi, maka cara ini yang dipergunakan untuk memperlihatkan bahwa pemilihan ini benar-benar dilakukan secara bersih.

APAKAH DI NEGARA LAIN MASIH MEMPERGUNAKAN HAL YANG SAMA?

( Sumber Gambar @Source )

Meski sudah ada e-voting, sistem pemilihan konvensional ini masih menjadi pilihan nomor satu. Di beberapa negara maju, celup tinta usai menyoblos rupanya sudah tidak dipergunakan lagi. Mereka sudah mempergunakan cara pendataan yang canggih, cukup hanya dengan melakukan validasi KTP dan cek sidik jari maka identitas sudah terkonfirmasi. Fungsinya sama dengan cara ini dipastikan tidak akan ada yang bisa melakukan vote double. Di Amerika mereka bahkan mempergunakan stiker yang bertuliskan 'I Voted' yang ditempel di dada sebagai bukti.

Jadi begitulah Nak mengenai adanya tradisi celup tinta usai melakukan pemilihan ke TPS. Fungsinya tidak hanya untuk sekedar pamer-pamer di sosial media saja, akan tetapi juga ada fungsi keamanannya supaya kamu tidak nyoblos dua kali dan memenangkan jagoanmu.

Related Posts