Friday, November 16, 2018

Ketika Nabi Zulkifli Digoda Iblis

"Nabi Zulkifli adalah seorang yang sabar. Suatu hari iblis datang untuk menguji kesabarannya. Di luar dugaan si iblis, Nabi Zulkifli tetap mengontrol diri dan godaan iblis tak membuat amarah Nabi Zulkifli meluap".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Nama Asli Nabi Zulkifli adalah Basyar. Ia hidup di sebuah negara yang dipimpin oleh seorang raja yang arif bijaksana. Pada suatu hari raja tersebut mengumpulkan rakyatnya dan bertanya, "Siapakah yang sanggup berlaku sabar, jika siang berpuasa dan jika malam beribadah?" ucap raja kala itu.

Awalnya tak ada seorang pun yang berani menyatakan kesanggupannya. Hingga akhirnya anak muda bernama Basyar mengacungkan tangan dan berkata ia sanggup melakukan itu.

"Saya sanggup melakukan itu wahai raja!" ucap Basyar berani.

"Seberapa lama kamu bisa melaksanakannya?" tanya raja mencoba mengetahui kesanggupan Basyar.

"Dengan izin Allah, saya akan melakukannya selamanya," terang Basyar saat itu.

Raja pun mempersilahkan Basyar melakukan apa yang telah ia ucapkannya itu. Karena peristiwa itu, Basyar dipanggil dengan nama Zulkifli yang artinya sanggup.

Sejak saat itu Zulkifli berlaku sabar. Jika siang, ia berpuasa dan malam harinya dihabiskan untuk beribadah. Untuk tidur, Nabi Zulkifli hanya membutuhkan waktu yang singkat.

SIDANG PERAMPOK

Nabi Zulkifli sangat istiqomah hingga ia diangkat menjadi seorang raja. Karena keagungan budi pekertinya, Nabi Zulkifli juga diangkat menjadi seorang hakim.

Pada suatu malam Nabi Zulkifli merasa sangat mengantuk. Setelah beribadah di malam itu, ia hendak beranjak untuk tidur. Namun, sebelum matanya terpejam, mendadak ada seorang tamu yang hendak mengganggunya.

"Ada apakah Saudara kemari di malam hari?" tanya Zulkifli.

"Hamba seorang musafir, barang-barang hamba dirampok diperjalanan," jawab tamu itu.

"Datanglah besok pagi atau petang hari, saya akan memanggil perampok tersebut untuk disidangkan," kata Zulkifli.

Tamu tersebut sedianya merupakan jelmaan dari iblis. ia ingin menguji sejauh mana tingkat kesabaran Nabi Zulkifli. Esok paginya orang itu tidak datang, padahal Zulkifli sudah menunggunya di ruang sidang.

Malam harinya orang itu juga tidak datang, padahal ia telah menyatakan bersedia untuk datang. Ketika Zulkifli sedang bersiap-siap untuk tidur, orang itu datang lagi. "Mengapa waktu siang tadi ketika sidang dibuka kau tidak datang?" tanya Zulkifli.

"Orang yang merampok saya cerdik, Tuanku. Jika waktu sidang dibuka, barang saya dikembali, jika sidang hendak ditutup, barang saya dirampasnya lagi," jawab orang itu.

"Jika demikian, datanglah engkau besok pagi ketika sidang dibuka," jawab Nabi Zulkifli Arif.

DIUJI IBLIS

Namun, seperti kejadian sehari sebelumnya, orang tersebut tak juga hadir dipersidangan. Malam harinya, Raja Zulkifli sangat mengantuk. Ia telah berpesan pada penjaga agar menutup semua pintu dan menguncinya. Saat ia hendak membaringkan diri, terdengar suara pintu kamarnya diketkuk orang. "Siapa yang masuk?" tanya Zulkifli pada prajurit penjaganya.

"Tidak ada seorang pun, Tuanku," jawab prajurit penjaganya dengan nada heran.

Keheranan yang sama juga dirasakan Zulkifli. Jelas tadi ia mendengar suara pintu diketuk, namun penjaga yang menjaga ruangannya tak melihat siapapun yang mengetuk kamar.

Nabi Zulkifli lantas memeriksa sekeliling rumah. Di sana satu sudur kamar, ia melihat seseorang. Zulkifli merasa heran, jelas semua pintu telah terkunci rapat.

"Kau bukan manusia, kau pasti iblis," kata Zulkifli yang langsung bisa menebak tamunya itu.

"Ya, aku memang iblis yang ingin menguji kesabaranmu. Ternyata memang benar, kau orang yang dapat memenuhi kesanggupanmu dulu," ujar iblis.

"Kenapa engkau hendak menguji kesabaranku?" tanya Zulkifli.

"Wahai kekasih Allah, sesungguhnya jika manusia tidak memiliki kesabaran, maka aku dan kaumku akan cepat menyesatkannya," ujar iblis jujur.

Sejak saat itulah Nabi Zulkifli mengerti trik iblis dalam menyesatkan manusia, yakni menghilangkan kesabaran sehingga manusia gampang terpancing amarahnya.
Wednesday, November 14, 2018

Hidayah Dari Bacaan Basmalah

"Meski suaminya seorang yang tidak pernah taat kepada Allah, namun Nafisah tak pernah putus asa. Ia selalu berdoa dan memberikan teladan kepada sang suami. Akhirnya, doanya diijabahi, dengan bantuan Allah, hati sang suami tersentuh dan ia pun bertobat."

Bismillah ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Pada zaman pemerintahan Khalifah Harun Al Rasyid berkuasa (786 M-809 M), di sebuah desa di pinggiran Baghdad, hiduplah sepasang suami-istri yang sudah tua. Sang suami bernama Makruf bin Bisry, sedangkan istrinya bernama Nafisah binti Hafshim. Kedua pasangan yang belum dikaruniai anak ini berjalan harmonis, meski sang suami ringan tangan.

Kedua pasangan suami-istri yang sudah puluhan tahun berumah tangga ini, mempunyai sifat yang berbeda. Sang suami seorang yang fasik, tidak bertanggung jawab dan tidak mau berbuat kebaikan, sedangkan istrinya seorang perempuan tua yang taat beragama dan tidak pernah mengeluh meski suaminya suka memukul.

Sebagai orang yang taat beragama, setiap kali hendak berbicara dan melakukan sesuatu, Nafisah senantiasa mendahului dengan membaca basmalah. Perbuatan Nafisah inilah yang membuat Makruf tidak suka dan dia selalu memperolok-olok istrinya.

"Kamu ini istri yang kurang kerjaan. Setiap kali baik berbicara, makan, minum, ataupun pekerjaan lainnya, membaca 'Bismillah', sedikit-sedikit 'Bismillah'," ejek Makruf.

DITITIPI UANG

Meski sering dihina suaminya, Nafisah tidak sakit hati dan juga ia tidak pernah membantah omongan suaminya. Sebaliknya, dia berdoa kepada Allah SWT supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Pada suatu hari suaminya berkata, "Suatu saat akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."

Nampaknya, keinginan Makruf agar istrinya jera benar-benar serius. Dia memberikan uang yang cukup banyak kepada istrinya dengan berkata, "Wahai istriku, tolong uang ini kamu simpan baik-baik. Jangan sampai hilang."

Mendapat amanah dari suaminya, Nafisah mengambil uang itu dan menyimpan di lemari yang dianggap tempat yang aman. Sedangkan suaminya melihat tempat penyimpanan uang itu. Kemudian secara sembunyi-sembunyi, Makruf mengambil uang tersebut, "Dengan mengambil uang ini, istriku akan kebingungan mencari uang. Dan uang ini aku simpan di lain tempat," kata Makruf dalam hati.

Beberap hari kemudian, Makruf memanggil istrinya untuk meminta uang yang dititipkan kepada istrinya beberapa hari yang lalu, "Berikan padaku uang yang aku berikan kepada kamu dahulu untuk aku simpan," pintanya.

BERJANJI BERUBAH

Karena mendapat perintah mengambil uang, maka Nafisah pergi ke tempat dia menyimpan uang itu. Nafisah menuju kamar dimana lemari itu berada. Di belakangnya, sang suami mengikutinya. Sebelum membuka lemari, seperti biasa, Nafisah mengucapkan, "Bismillahirrahmanirrahiim."

Dan seketika itu Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril AS untuk mengembalikan uang itu kembali ke dalam almari. Lalu, Nafisah mengambil dan memberikan kepada suaminya. Alangkah terperanjat suaminya. Ia tak mengira uang yang sudah ia pindah bisa kembali ke tempat semula. Hanya dengan bacaan basmalah tentunya. Sang suami seketika sadar, dia merasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada istrinya.

"Wahai istriku yang berhati mulia, maafkanlah aku atas tindakanku selama ini yang telah menyakiti hatimu. Mulai saat ini, aku berjanji tidak akan menyakiti hatimu lagi," janji Makruf dengan meneteskan air mata. Ia begitu takjub atas kekuasaan Allah.

Sejak saat itulah, Makruf bertobat dan mulai mengerjakan perintah Allah. Dia juga meneladani sang istri, yaitu selalu membaca basmalah sebelum hendak memulai mengerjakan sesuatu apapun.

Benarkah?, Kiamat Sudah Dekat!

"Banyak sekali tanda-tanda kiamat yang sudah muncul dan sudah banyak dishare di sosial media sampai-sampai membuat orang yang membacanya ketakutan".

Ilustrasi

MakNyak.com - Kiamat merupakan Rukun Iman kelima untuk umat Islam yang dipercaya sudah tentu akan terjadi.

Akan tetapi tidak ada satu pun makhluk di dunia ini yang bisa tahu kapan kiamat itu akan terjadi karena memang semuanya merupakan rahasia Illahi.

Akan tetapi Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW sudah mengabarkan beberapa tanda-tanda Kiamat akan datang.

Makkah menjadi salah satu kota di muka bumi yang disebut Nabi akan memperlihatkan tanda jika kiamat itu sudah dekat.

Pertanda yang disebutkan oleh nabi ini jaman dulu dianggap sebagai sebuah hal yang mustahil terjadi. Akan tetapi apa yang ada di Kota Makkah saat ini benar-benar menunjukkan kondisi seperti apa yang diucapkan oleh Nabi Muhammad dahulu.

Dan tanda-tanda Kiamat itu sudah benar-benar muncul di Makkah, Apa sajakah tanda-tanda itu?

GUNUNG-GUNUNG DI MAKKAH MULAI BERLUBANG

Nabi juga menjelaskan jika kiamat akan terjadi kala gunung-gunung di KOta Makkah sudah mulai berlubang. Hal itu tentu saja sangat sulit dipahami oleh masyarakat di masa Nabi. Akan tetapi rupanya hal itu sudah terjadi saat ini.

Gunung-gunung di KOta Makkah saat ini sudah berlubang dalam bentuk terowongan. Makkah juga dijuluki Kota Terowongan karena mempunyai puluhan terowongan.

Pada tahun 2011 saja, Makkah memulai pembangunan sebanyak 55 terowongan melalui pegunungan dan sejumlah ruas jalan.

BANGUNAN TINGGI MELEBIHI GUNUNG

Nabi Muhammad SAW juga mengabarkan jika ada satu tanda lain jika kiamat sudah dekat adalah kala banyak bangunan yang tingginya melebihi gunung.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan jika bangunan-bangunan tingginya begitu menjulang.

Ibnu Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ya'la ibn Atha' dari ayahnya, ia berkata : pada suatu hari, aku menuntun tali kekang onta Abdullah ibn Amr, lalu beliau berkata:

“Apabila kalian telah melihat galian-galian besar di Makkah, dan bangunan-bangunannya menjulang tinggi melebihi pegunungannya, maka ketahuilah bahwa kiamat telah mendekatimu. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan al-Arzaqi)

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi hingga gunung-gunung hilang dari tempatnya dan kalian melihat perkara besar yang belum kalian lihat" (HR.Thabrani).

Pada zaman kehidupan Nabi, Kota Mekkah masih sangat tandus dan tidak terbayang akan berdiri bangunan-bangunan tinggi seperti saat ini. Dan apakah yang terjadi saat ini di Mekkah?

Tidak lain dan tidak bukan kota suci umat Islam ini kini tidak ubahnya Las Vegas di Amerika Serikat. Bahkan di di halaman Masjidil Haram akan dibangun Mecca Royal Clock Hotel Tower.

Tinggi gedung ini direncanakan berketinggian lebih dari 601 dan hanya selisih 200 meter dari gedung tertinggi dunia saat ini, yaitu Al Burj Khalifa Dubai.

Bagiamana dengan Arab Saudi yang saat ini tengah membangun gedung tertinggi di dunia hingga menembus awan.

BAYANGAN KA'BAH TIDAK LAGI TERLIHAT

Baginda Rasulullah SAW juga bersabda jika kiamat akan terjadi jika Al-Sa'ah sudah membentang bayangannya sampai bayangan Kabbah tidak lagi terlihat. Al-Sa'ah adalah salah satu dari pengertian kiamat.

Sementara di Arab, Al-Sa'ah juga bermaksud sebagai jam. Karena ituy Sheikh mengartikan secara langsung waktu kiamat yang hampir juga terjadi jika bayangan menara jam menutupi Kaabah.

Namun apapun tanda-tanda yang sudah disebutkan, tentunya kita sebagai Manusia masih tetap tidak akan pernah tahu kapan itu datangkan Kiamat, seperti halnya dengan kematian, kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan mati....

Jadi jika ada yang bertanya apakah kiamat itu sudah dekat!, jawabanya adalah Hanya Allah yang tahu dan manusia harus selalu berbuat baik dan beramal baik untuk persiapan bekal menghadapi kematian dan kiamat tentunya.

Raih Nikmat Kubur Dengan Shalawat

"Salah satu amalan yang akan mendatangkan nikmat kubur adalah banyak bershalawat kepada Rasulullah Saw. Kelak saat menjadi ahli kubur, ia akan duduk bersanding bersama Rasul. Berikut kisahnya."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Dikisahkan, pada zaman dahulu ada seorang saudagar kaya raya yang ditinggal mati istrinya. Saudagar tersebut telah dikaruniai dua anak. Pada suatu saat, saudagar kaya tersebut mengalami sakit keras. Karena tak kunjung sembuh, saat merasakan sakaratulmaut, ia mewariskan harta benda yang melimpah dan tiga helai rambut milik Rasulullah Saw kepada dua anaknya. Setelah itu saudagar tersebut pun meninggal dunia.

Setelah menguburkan jenazah ayahnya, maka dua putra kakak beradik itu membagi harta warisan menjadi dua bagian sama besarnya. Namun, ketika hendak membagi tiga helai rambut rasul pemberian almarhum ayahnya, keduanya sempat berdebat.

"Adikku, bagaimana jika kita potong satu helai rambut ini sehingga masing-masing dari kita mendapatkan satu setengah helai rambut Rasulullah Saw," ujar sang kakak.

TIGA RAMBUT RASUL

Sang adik merasa sayang jika harus memotong rambut Rasulullah Saw. Ia ingin menghormati kedudukan Rasulullah Saw sebagai rasul panutan yang baik.

"Aku keberatan dengan ajakan itu," ujar adiknya.

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita bagi. Aku mendapatkan semua harta warisan ayah, sedangkan engkau memiliki tiga helai rambut rasul tersebut," rayu sang kakak yang mulai rakus.

Setelah berpikir sejenak, sang adik menyetujui pendapat kakaknya.

"Baiklah, aku setuju dengan usulanmu itu. Ambillah semua harta peninggalan ayah ini," ujar sang adik dengan ikhlas.

Setelah itu, adiknya memasukkan tiga helai rambut Rasulullah Saw ke dalam saku bajunya. Rambut itu selalu dibawanya kemana saja ia pergi. Sekali waktu, rambut itu dikeluarkan dari sakunya, lalu diciumnya dengan membaca shalawat untuk Rasulullah Saw. Begitulah yang dilakukan sang adik setiap harinya.

BERKAT SHALAWAT

Subhanallah, dalam waktu yang relatif singkat saja, ternyata bacaan shalawat itu membawa berkah tersendiri baginya, hingga usaha yang dirintisnya sukses. Ia pun menjadi kaya dengan harta yang melimpah, sedangkan kakaknya yang memilih seluruh 'harta warisan', akhirnya habis dan menjadi miskin.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, sang adik meninggal dunia. Pada suatu malam, salah seorang ulama di negeri itu bermimpi bertemu dengan Rasulullah Saw. Dalam mimpi itu, ulama tersebut melihat si adik yang sudah menjadi ahli kubur itu sedang duduk berdampingan bersama Nabi Saw.

"Wahai Rasulullah Saw, siapakah pemuda itu?" tanya ulama dalam mimpinya.

"Ia adalah hamba Allah SWT yang telah mendapat syafaatku," jawab Rasulullah Saw.

"Kenapa bisa demikian, aku juga ingin syafaatmu," tanya ulama itu.

"Selama hidupnya, pemuda ini sering mengirimkan shalawat kepadaku," jawab Nabi Saw.

Setelah terbangun dari tidurnya, ulama itu pun tak henti-hentinya mengajak para muslimin dan muslimat untuk membaca shalawat agar mendapat syafaat seperti pemuda tersebut.

Kisah Waliyullah Menyiapkan Makam Sendiri

"Semua manusia pasti akan mati. Namun, bagi Sayyidah Nafisah, ia punya cara tersendiri menyambut kematiannya. Ia menggali sendiri tanah yang bakal menjadi tempat kuburnya. Tak hanya itu, di liang kubur itu, ia bahkan sempat mengkhatamkan 1000 kali Alquran."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Keinginan Sayyidah Nafisah untuk meninggal dunia dalam keadaan berpuasa akhirnya terkabul. Wanita salehah tersebut selalu menghabiskan waktunya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT dengan banyak berpuasa.

Di antara waliyullah perempuan yang terkenal adalah Nafisah, putri al Hasan al Anwar. Nafisah lahir di kota Makkah hari Rabu, 11 Rabiul Awal, tahun 145 H dan tumbuh dalam keluarga yang mendidiknya menjadi ahli ibadah.

Pada usia 8 tahun, Nafisah sudah hafal Alquran dan hadis nabawi yang cukup banyak. Ia juga selalu menyertai ayahnya ketika bepergian sehingga menjadikan ayahnya sebagai panutan dan contoh yang baik.

KHATAM ALQURAN 1000 KALI

Hari-hari Nafisah diisi dengan puasa pada siang hari, kemudian pada malam hari digunakan untuk shalat malam dan beribadah sehingga Allah memuliakannya dengan beberapa karomah. Di samping itu, ia juga tidak suka merepotkan orang lain. Bahkan, untuk calon tempat kuburnya saja, perempuan tersebut menggalinya sendiri ketika masih hidup sebagai persiapan saat dirinya meninggal dunia.

Menurut sebuah riwayat, beliau juga sempat mengkhatamkan Alquran di dalam kuburan tersebut sebanyak 1000 kali sebelum akhirnya meninggal dunia. Selain banyak berpuasa, Nafisah memang juga dikenal rajin membaca Alquran.

Tepat pada bulan Rajab 208 H, Sayyidah Nafisah diberikan ujian berupa sakit. Hingga memasuki bulan Ramadan, penyakit yang dideritanya itu tetap saja tak kunjung sembuh. Meski demikian, Sayyidah Nafisah menghadapi cobaan itu dengan penuh ketabahan dan sabar. Ia bahkan tetap menjalankan kebiasaannya denganberpuasa, sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

WAFAT SAAT PUASA

Saking parahnya penyakit yang dideritanya itu, ia pun tidak kuat bergerak hingga dokter yang datang untuk merawatnya memberikan saran kepada beliau dengan menganjurkan untuk tidak berpuasa. Namun, anjuran tersebut tidak digubris oleh beliau, malah menganggap bahwa anjuran tersebut sangatlah aneh.

"Sungguh mengherankan (saranmu), padahal selama 30 tahun aku selalu meminta kepada Allah agar aku meninggal dunia dalam keadaan berpuasa. Terus apakah aku akan berbuka? Padahal aku sudah menggali kuburan di balik serambi," ucap Sayyidah Nafisah menanggapi saran dokter sambil menunjukkan letak kuburan tersebut.

"Di sanalah insya Allah aku akan di makamkan. Jika aku meninggal dunia, kuburkanlah aku di sana," imbuhnya berwasiat.

Beberapa lama kemudian, Sayyidah pun mengakhiri hidupnya dengan tenang dalam keadaan berpuasa. Sesuai dengan wasiatnya, ia akhirnya di makamkan di makam yang beliau gali sendiri.
Tuesday, November 13, 2018

Bisnis Katering Sukses Berkat Sedekah

"Dalam tempo waktu yang tidak lama, Nur Cholis berhasil meraup sukses. Bisnis katering yang digelutinya kini beromzet belasan juta rupiah setiap bulannya. Di balik sukses itu, Ia mengakui adanya keajaiban sedekah yang rutin diamalkannya. Berikut Kisahnya".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Selain berusaha dan berdoa, hal yang tak kalah penting untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis adalah dengan bersedekah. Itulah pengalaman yang dirasakan Nur Cholis. Bisnis katering pria yang tinggal di Surabaya ini beromzet belasan juta rupiah dalam setiap bulannya.

Nur Cholis menceritakan awal ia merintis bisnis. Sekitar 8 bulan yang lalu ia merasakan kebingungan yang amat sangat. Maklum, hingga satu tahun setelah meraih title sarjana S1, pria yang akrab disapa Cholis itu belum juga mendapatkan pekerjaan tetap. Cholis sempat ingin membuka bisnis, namun terkendala modal.

"Saya betul-betul pusing dan selalu memohon kepada Allah dengan bermunajad agar diberikan jalan keluar atas masalah yang saya hadapi," jelasnya.

KEMUDAHAN DARI ALLAH

Setelah itu Cholis memutuskan untuk merantau ke Jekarta selama dua tahun. Akan tetapi, Jakarta rupanya kurang bersahabat dengannya. Ia pun kembali ke Surabaya karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang diimpikannya.

"Perjalanan hidup saya itu tidak berjalan mulus, tapi prosesnya juga sangat panjang," imbuhnya.

Sebagai sarjana S1, Cholis betul-betulk merasa tidak berarti saat menjadi pengangguran. Ia kemudian kembali memohon kepada Allah agar dirinya segera menjadi sukses sebagaimana teman-temannya yang lain. Beberapa saat setelah berdoa, ia iseng melihat semua nomor telepon di handphone-nya.

"Setelah saya buka Hp, saya mendapatkan nomor teman yang sudah bertahun-tahun tidak pernah komunikasi, lalu saya menghubunginya," imbuhnya.

Subhanallah, dalam kondisi tak terduga, Cholis pun diajak bertemu oleh temannya yang sukses itu. Dalam pertemuan itu, Cholis sendiri terkejut saat dirinya ditawari sebuah rumah untuk ditempati secara gratsi dan boleh di gunakan untuk membuka usaha. Tak hanya itu, Cholis pun diberi modal untuk memulai bisnis. Atas nikmat itu, Cholis sangat bersyukur telah diberikan kemudahan oleh Allah.

ANTUSIAS SEDEKAH

Uang pinjaman modal dari temannya itu akhirnya gunakan untuk membuka bisnis katering. Sebagai bentuk rasa syukur, ia mengumpulkan teman-temannya mengadakan tasyakuran. Lebih dari itu, ia juga selalu membantu teman-temannya yang lain yang membutuhkan bantuan, disamping mengajak mereka untuk bekerja di tempatnya.

"Teman-teman saya yang menganggur saya ajak untuk bergabung sehingga mereka punya pekerjaan," imbuhnya.

Kebiasaan Cholis membantu orang lain, termasuk temannya itu, ternyata membawa hikmah tersendiri. Hanya selang satu bulan sejak dirinya membuka usaha, kesuksesan dirinya sudah mulai tampak. Semakin lama pelanggan semakin banyak hingga usahanya itu semakin besar dengan penghasilan yang terus meningkat.

Akhirnya kesuksesan telah diraih Cholis. Kenyataan itu semakin membuatnya sadar bahwa hidup seseorang akan dimudahkan oleh Allah jika ia juga memberikan kemudahan kepada orang lain. Ia pun semakin antusias bersedekah dan membantu orang lain semampunya karena dirinya benar-benar ikut merasakan apa yang mereka rasakan.

"Omzet saya setiap bulannya mencapai belasan juta, itu bersih setelah dipotong uang makan dan gaji karyawan, dan alhamdulillah, saya juga bisa membeli mobil," imbuhnya.

Akhir Hidup Pemabuk, Mati Tubuh Gosong

"Kesenangan RM Kini Harus Berakhir Tragis. Setelah Setahun menelantarkan istri dan anaknya, ia ditemukan mati dengan kondisi tubuh lebam. Inikah azab bagi pria yang suka mabuk-mabukan ini? Berikut Kisahnya".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Akhir suasana pesta di warung remang-remang di kawasan H Amir, Ulukami, Jakarta Selatan menjadi sebuah malam yang suram. Betapa tidak, salah seorang pelanggan pria berinisial RM (30) mati mengenaskan di warung remang-remang yang terkenal sebagai penyedia cukrik alias minuman oplosan. Senin 14/04/2014 lalu.

Menurut salah satu saksi, Yanuar (25), pedagang mi tek-tek yang berjualan di sebelah warung tersebut mengatakan, RM sudah menjadi pelanggan tetap dari warung cukrik yang dikunjunginya. RM memiliki kedekatan dengan pemilik warung sehingga jika dirinya malas untuk pulang ke rumah, RM lebih memilih untuk ke warung dan pulang larut.

"Memang sudah jadi pelanggan tetap warung itu. Hampir setiap hari si RM nongkrong di warung itu dan pulang-pulang mesti dalam keadaan mabuk," ujar Yanuar.

Warung cukrik berkedok warung kopi itu tergolong baru. Meski begitu, pengunjungnya sudah cukup banyak.

"Ramai sekali pengunjungnya. Biasanya yang datang anak-anak muda yang kebanyakan lelaki semua. Tak sedikit juga yang pulang-pulang dalam keadaan mabuk," ulasnya.

TUBUH MENGHITAM

Yanuar masih ingat, saat itu kondisi mayat RM memang mengenaskan. Tubuhnya lebam menghitam seperti orang terbakar dan dingin. Selain itu, sambung Yanuar, di sebelah mayatnya tergeletak tiga botol minuman oplosan dan beberapa jenis makanan kecil. Dipastikan bahwa RM mengonsumsi minuman oplosan di tengah kondisi fisiknya yang sedang mencapai titik nadir.

Kisah kematin RM yang seperti itu dibenarkan UW (40), pemilik bengkel cat mobil di daerah itu. Menurutnya, saat kejadian, tubuh RM sudah dalam kondisi menghitam seperti orang terbakar, alias gosong.

"Persis banget sama orang yang habis terbakar, mukanya juga membiru. Minumannya memang keras dan kandungan racunnya seperti sudah berlebih," terang UW.

Selain tubuhnya yang menghitam, urai UW, wajah RM juga terlihat seperti wajah ketakutan. Tak hanya itu, mata dan mulutnya terbuka. "Berbusa juga mulutnya. Dari situ bisa dilihat kalau matinya cukup parah. Warga setempat di sini sepakat menutup warung dan mengusir pemiliknya," kata UW.

FAKTOR KECANDUAN

Setelah peristiwa yang merenggut satu nyawa tersebut, warung itu akhirnya ditutup oleh pihak kepolisian dan beberapa barang bukti seperti minuman alkohol dan campuran-campurannya disita.

Humas Polsek Ciledug, Trio Pambudi mengatakan, RM merupakan pendatang dari Cirebon yang asal usulnya masih tidak jelas. Hingga beberapa hari setelah kejadian itu, identitas jelas dari RM masih diselidiki.

"Pemilik warung kami tahan beserta barang-barangnya," terang Budi.

Budi menerangkan, faktor utama dari kematian RM adalah dikarenakan faktor kecanduan berat minuman keras, sementara tubuhnya tidak kuat menahan kadar alkohol yang melebihi dosis.

"Faktor utamanya karena kecanduan berat dari minuman oplosan dan badannya sudah tidak kuat untuk menerima kadar minuman yang terlalu keras sehingga organ tubuh rusak," pungkas Budi.