Monday, November 19, 2018

Kisah Pahala Haji Tukang Sol Sepatu

"Ketika berada di Masjidilharam, Hasan Al Basri mengalami mimpi yang membingungkan dirinya. Saat itu ia mendengar percakapan dua malaikat bahwa diantara ratusan ribu jamaah haji saat itu, hanya sedikit yang meraih mabrur. Salah satunya adalah seorang tukang sol sepatu. Anehnya lagi, orang tersebut belum pernah haji. Berikut kisahnya."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Suatu hari ketika hasan al Basri berada di Masjidilharam dalam suasana haji, ia bermimpi. Dalam mimpinya ia melihat dua Malaikat sedang membicarakan haji. Diantara mereka mengatakan, bahwa jumlah jamaah haji mencapai 700 ribu orang.

Malaikat pertama berkata, "Tahukah kamu, beberapa orang yang mendapat haji mabrur"?

Malaikat kedua menjawab, "Hanya Allah yang tahu dan hanya sedikit saja, karena haji mereka bersifat riya, ada yang keluarga dan tetangganya lebih memerlukan uang tapi tidak dibantu, ada yang hajinya sudah beberapa kali, tetapi orang di sekitarnya banyak yang sengsara, dan ada juga yang berangkat dengan hasil pekerjaan yang haram".

DIALOG MALAIKAT

Malaikat pertama mengatakan bahwa ada seseorang yang mendapatkan pahala haji mabrur sedang dia tidak mengerjakan haji.

"Siapa dia?" tanya Malaikat kedua.

"Dia adalah Sa'id Bin Muhafah, tukang sol sepatu di Kota Syria," jawab Malaikat pertama.

Mendengar ucapan itu, Hasan al Basri terbangun. Sepulang dari Makkah, ia langsung menuju Kota Syria.

Sampai di sana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu di tanya, dan akhirnya bertemu dengan Sa'id bin Muhafah. Sejenak Hasan kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaannya, akhirnya ia menceritakan perihal mimpinya. Sa'id mulai menjawab dengan bercerita pengalamannya.

Sa'id menuturkan bahwa ia sebenarnya sudah puluhan tahun lalu saya sangat rindu menuju Makkah untuk menunaikan berhaji. Mulai saat itu istiqomah setiap hari menyisihkan uang dari hasil kerja sebagai tukang sol sepatu.

Sedikit demi sedikit uang dikumpulkan. Ketika jumlahnya sudah cukup, ia berencana pergi haji. Akan tetapi sewaktu Sa'id hendak berangkat, istrinya yang tengah hamil memintanya untuk membelikan daging yang dia cium dari kejauhan.

Sa'id pun mencari sumber aroma daging itu. Ternyata aroma itu berasal dari sebuah gubuk yang hampir runtuh. Di dalamnya ada seorang janda dengan enam anaknya. Sa'id berinisiatif meminta sedikit dari daging itu untuk istrinya.

TIDAK PERNAH HAJI

Akan tetapi permintaan Sa'id ditolak. Di pemilik daging tidak berkenan memberikannya meskipun secuil.

"Dijual berapapun akan saya beli, saya mohon," ujar Sa'id memelas.

Sekali lagi, janda itu tetap tidak menjual dagingnya. Janda itu berkata, "Daging ini halal untuk kami tetapi haram untuk Tuan".

"Apa maksudmu?" tanya Sa'id.

"Karena daging ini adalah bangkai keledai, bagi kami daging ini adalah halal karena jika kami tidak memakannya tentu kami akan mati kelaparan," jawabnya sambil menahan air mata.

Mendengar ucapan tersebut Sa'id menangis. ia langsung pulang dan menceritakan kejadian itu kepada istrinya. Sang istri pun ikutan menangis. Akhirnya uang bekal gaji yang Sa'id kumpulkan selama bertahun-tahun diberikan semuanya untuk janda miskin itu. Sa'id rela tidak berhaji tahun itu demi membahagiakan keluarga janda miskin itu.

Mendengar cerita tersebut Hasan Al Basri tidak bisa menahan air mata. "Kalau begitu engkau memang pantas mendapatkan pahala haji mabrur karena kebaikan tersebut," ujar Hasan Al Basri.

Ikhlas Diuji Sakit, Sambut Maut Dengan Ngaji

"Mengidap suatu penyakit, tidak selamanya dianggap sebagai suatu penderitaan. Namun, penyakit bisa membawa hikmah tersendiri. Bahkan ketika ikhlas menerima penyakit itu, suatu kemudahan menjemput sakaratulmaut didapat. Seperti kisah berikut ini."

Ilustrasi (Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Kesehatan merupakan suatu nikmat yang luar biasa. Tapi suatu penyakit juga bisa menjadi nikmat, ketika seseorang yang menderita sakit itu ikhlas menerimanya. Seperti yangd ialami oleh Asnan (bukan nama sebenarnya).

Asnan, merupakan sosok laki-laki yang gagah dan sehat. Ia menjalani profesi sebagai abdi negara dan pengusaha, secara finansial dia tidak diragukan lagi. Namun cobaan dari Allah datang, ia mengalami kegagalan rumah tangga dan harus berpisah dengan istrinya.

Ketika dalam keadaan Single, dia kembali menemukan sosok perempuan yang menjadi idamannya. Ia kemudian memutuskan untuk menikah dengan perempuan itu. Setelah beberapa tahun, Asnan dikaruniai empat orang anak. Tampaknya kehidupan rumah tangganya sangat sempurna. Namun cobaan dari Allah diberikan kepada keluarganya.

Asnan menderita stroke. Tiba-tiba dia tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya, cara berbicaranya juga sudah cadal dan pelan. Dari sakit yang dideritanya, ia begitu ikhlas menerima apa yang sudah digariskan Allah kepadanya.

TIDAK BISA AKTIVITAS

Sejak mengalami stroke, ia tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Ia hanya bisa terbaring diatas tempat tidurnya.

Makan dan minum pun harus dibantu oleh istri atau orang lain yang menjaganya saat di tinggal sang istri pergi bekerja.

Selama ia menderita sakit stroke, usahanya terbengkalai dan banyak yang bangkrut. Bahkan yang tersisa hanya toko dan keterampilan make up dari sang istri. Secara otomatis istri menjadi tulang punggung keluarga.

Istrinya tidak bisa merawat anak dengan sepenuhnya karena harus bekerja secara maksimal. Namun Asnan kadang-kadang ingin diperhatikan oleh istrinya. kadang dia mencari perhatian dengan agak sedikit cerewet soal makanan.

Terkadang almarhum juga tidak ingin makan kalau bukan istrinya yang menyuapi. Hal-hal kecil inilah yang terkadang diinginkan oleh almarhum.

Namun pihak keluarga juga menyadari, bahwa seseorang yang sakit, pasti akan membutuhkan perhatian lebih. Bahkan semenjak sakit, almarhum sangat rajin melaksanakan ibadah. Setiap mendengarkan azan, ia langsung bergegas meminta bantuan untuk bersuci.

Setelah melakukan wudhu, langsung melaksanakan shalat. Setiap hari ia menggunakan waktunya untuk shalat dan mengaji. Meskipun bicaranya sudah cadal, ia tetap berusaha untuk mengaji surat-surat pendek atau Al Fatihah. Selama sakit, ia juga tidak menggunakan diapers. Ketika ingin buang air kecil, almarhum minta tolong kepada perawat khusus untuk membantunya.

SEMAKIN RAJIN IBADAH

Dua hari menjelang wafat, almarhum selalu mencari istrinya yang sibuk mengurus toko. Apalagi menjelang Lebaran, toko sangat ramai dan tutup melebihi jam sembilan malam. Ketika sampai di rumah, istrinya capek dan hanya bisa melihat sebentar saja.

Sebelum wafat, akhirnya perawatnya bilang kepada istri almarhum bahwa selama dua hari ini almarhum mencarinya.

"Bu, dua hari ini Bapak selalu mencari ibu. Tapi saya lihat ibu sangat capek, jadi saya tidak memberitahukannya," cerita perawatnya yang tidak mau disebutkan namanya.

Besoknya, setelah pulang dari bekerja, istrinya langsung mendatangi ke kamarnya untuk melihat kondisi suaminya. Sambil duduk di sebelah almarhum, istrinya berkata.

"Kenapa sih Pak, kok nyari-nyari saya. Saya kan lagi bekerja. Bapak mau ngaji ta. Ayo kita bareng-bareng baca Al-Fatihah," ucap istrinya.

Akhirnya, almarhum membaca Al Fatihah seratus kali sambil berada di sandaran istrinya. Setelah itu, terdengar suara napas yang cukup keras, seperti orang yang tidur dan sedang mengambil napas panjang. Bahkan suara napasnya sampai terdengar.

Mendengarkan itu, istrinya meminta tolong perawat untuk mendampinginya. Ia kembali melanjutkan membimbing suaminya untuk ikut membaca surat-surat pendek.

Sang istri tetap melanjutkan membaca surat-surat pendek dan ternyata suaminya sudah menghembuskan napas terakhir tanpa diketahui oleh istrinya yang dari tadi memangkunya. Yang mengingatkan adalah perawatnya.

"Bu, bu, mohon maaf. Bapak sudah tidak ada," kata perawatnya.

Seketika itu, istrinya kaget dan benar-benar tidak mengira bahwa almarhum dengan cepat menghembuskan napas terakhirnya. bahkan yang memangkunya juga tidak mengetahui kapan Almarhum menghembuskan napas terakhirnya.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah: 155-157).
Sunday, November 18, 2018

Memutus Silaturahim, Menjerit Saat Sekarat

"Silaturahim itu amal yang mulia, menghadirkan berkah, memperpanjang usia, dan melapangkan rezeki. Tapi, jaminan Rasulullah itu tak diindahkan Sutini. Bahkan, ia sengaja memutus tali silaturahim dengan saudara bahkan dengan orang tuanya. Alhasil, di akhir hidupnya, Sutini susah sakaratulmaut. Ia hanya menjerit-jerit kesakitan".

Sumber Gambar @Source

MakNyak.com - Beberapa tahun silam, juga bertepatan dengan momen Idul Fitri, ada kisah yang patut untuk kita jadikan pelajaran. Gara-gara memutus tali silaturahim, seorang wanita susah sakaratulmaut. Dikisahkan Diana (bukan nama sebenarnya) ada seorang wanita yang tinggal di daerah Surabaya. Warga memanggilnya dengan Bu Sutini. Di akhir masa tuanya, Sutini hanya mampu tergolek lemas di pembaringan. ia tak mampu berbuat apa-apa kecuali hanya mengedipkan mata untuk memberikan tanda.

Pelit bin Kikir. 

"Ampunnn.... Tolonggg......," jeritan Sutini tiada hentinya.

Sungguh sangat menderita sekali Sutini saat menghadapi Sakaratulmaut. Suaranya hanya terdengar terhenti sampai di kerongkongan tenggorokan. Entah apakah itu karena sakit, atau memang susah sakaratulmaut. Yang jelas Sutini ini berteriak-teriak minta ampun terus menerus. Sepintas, jika dilihat persis seperti orang yang sedang tercekik.

"MUngkin itu karena kebencian dalam dirinya kepada keluarganya," cerita Diana.

Menurut Diana, Sutini ini sangat membenci saudara dan orang tua. Kabarnya, keretakan tali persaudaraan itu dikarenakan adanya iri hati satu sama lain. Yang paling nampak ketika Lebaran tiba. Lazimnya, pada momen bahagia tersebut, sanak saudara saling memaafkan dan saling berkunjung untuk silaturahim.

Anehnya, Sutini enggan meminta maaf kepada saudara atau ibunya. Sudah belasan tahun sikap Sutini dinilai warga tak kunjung berubah. Dari banyak cerita warga, Sutini merasa kesal karena dirinya merasa tidak mendapatkan keadilan saat pembagian harta warisan.

"Padahal, dia itu sudah dapat jatah yang sama. Sampai orang tuanya sendiri cerita dengan harapan bisa menyadarkan anaknya tersebut." tambah Diana mengingat.

Di luar permasalahan di dalam keluarga Sutini dan orang tuanya, yang paling diingat warga adalah sikap pelit Sutini. Perbuatan Sutini tersebut membuat keluarganya sendiri sering mendapatkan musibah.

Diana mengingat, saat berkunjung ke rumah Sutini, ia hanya mampu menggelengkan kepala melihat ucapan Sutini kepada pengemis yang datang. Bagi Sutini, para pengemis itu tak pantas dikasihani. "Begitulah kata-kata dia setiap ada pengemis. Meskipun pengemis, kan tidak seharusnya Sutini mengucapkan demikian," ujarnya.

Salah satu adik Sutini, ungkap Diana, bercerita kepada tetangga, sejak tahun 2010 silam Sutini memutuskan tali persaudaraan dengan keluarganya. Sekitar tahun 2012, Sutini mengalami musibah. Ia mengalami kecelakaan dan patah tulang akibat motornya bertabrakan dengan mobil. Sekitar empat hari lamanya ia menjalani operasi.

"Beberapa bulan kemudian, tepatnya Desember tahun itu juga, musibah yang sama menimpa putranya yang bernama Andik," lanjut Diana.

MENGADU DOMBA

Dari kecelakaan itu, putra Sutini mengalami luka dan gegar otak ringan. Saat itu Sutini hanya mengira semua kejadian yang menimpa keluarganya adalah semata-mata dari Allah SWT. Namun tak disangka, di bulan Mei 2013 musibah yang hampir merenggut nyawanya kembali datang. Seperti kebiasaan di pagi hari, Sutini selalu masak pagi-pagi untuk suami dan anaknya.

Sungguh naas waktu itu, kompor elpiji 3 kg yang digunakan memasak Sutini meledak menghancurkan pintu dan segala perabotan di dalam dapur. Dalam kondisi yang tak sadar lagi-lagi Sutini harus menjalani rawat inap selama dua minggu di rumah sakit.

Namun sebelum menutup mata, Sutini mengaku kepada salah satu saudaranya jika berniat untuk memohon maaf kepada sanak saudaranya dan orang tua. Di akhir hidupnya, Sutini semakin sadar bahwa musibah yang terjadi dalam hidupnya karena kesalahan yang dibuat dirinya sendiri.

Suatu ketika, ustad di kampung itu menasihati agar Sutini membuang jauh-jauh rasa kebencian dan iri hati kepada keluarga sendiri. Sang ustad tersebut menganjurkan agar Sutini tak menyimpan dendam. Apalagi sampai membawanya sampai akhir hayat. Sutini sendiri sebenarnya mengetahui hal itu. Sayangnya ai seolah acuh tak acuh saja terhadap saran sang ustad tersebut. Bahkan, malah mengumpatnya.

"Almarhum memang pernah mengakui kesalahannya kepada saya. Ia berterus terang jika pernah menzalimi dua saudara perempuan saya juga. Hingga akhirnya kedua saudara saya tersebut saling memutuskan tali persaudaraan gara-gara diaduk domba oleh Sutini. Sejak itulah Sutini dan keluarga lainnya sudah tak bertegur sapa lagi sampai akhirnya dia meninggal," urai Pardi (bukan nama sebenarnya).

Pardi menyimpulkan, jika perbuatan Sutini adalah karma dari Allah SWT akibat perbuatannya yang suka mengadu domba. Sebenarnya seluruh keluarganya sudah memaafkan Sutini atas kesalahan yang dibuatnya. Keluarga sudah memaklumi jika watak Sutini memang kurang baik sejak kecil. Tak sekalipun Sutini bertegur sapa dengan keluarganya meski itu bertemu di dalam kampung. "Orang tua saya sangat kecewa ketika Sutini seperti itu," jelas Pardi.

Bertobat Dari Maksiat

"Seolah kebal akan nasihat, Harjo terus mengumbar dosa. Meski istrinya sudah setia dan sabar, ia tetap mengkhianatinya. Jika dinasihati, ia justru marah dan menyakiti istrinya. Bersyukur dia mau diruqyah sehingga sadar dari kemaksiatannya".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Harjo, salah seorang direktur perusahaan asing di Jakarta. Baginya, seorang istri tidaklah lebih dari seorang pelayan atau pembantu yang harus menuruti semua perintah. Bulan berganti bulan, tahun pun kian berlalu, selama itu pula kehidupan rumah tangga mereka lalui dengan bermacam ragam.

"Mi, segera siapkan semua berkas Papi untuk meeting hari ini," perintah Harjo.

"Kamu siapkan juga semua kebutuhan Laras dan Andik, jangan sampai ada yang lupa," tambahnya.

Selain sibuk sebagai ibu rumah tangga, Hartini juga harus bertanggung jawab mengurusi kedai kopi yang dikelolanya. Meski begitu, dia tidak pernah mengeluh ataupun membangkang apapun yang diperintahkan suaminya.

Di sisi lain, Harjo dengan entengnya bermain hati dengan sekretarisnya. Menurutnya, Hartini sudah tak menarik lagi dan hanya pantas dibuat konco wingkeng semata alias temen di urusan dapur.

Ibarat bolak-balik membaca buku, kita pasti tahu ending-nya apa dan bagaimana. Tanpa sengaja Hartini membuka ponsel milik suaminya yang berdering, alangkah kagetnya saat dia mendengar suara perempuan yang mengaku sebagai simpanan suaminya.

"Apa benar Indah itu selingkuhan Papi? jadi, Papi telah mengkhianati mami dan juga anak-anak?!" jerit Hartini.

Alih-alih iba melihat tangisan sang istri, Harjo kalap dan langsung menganiaya istrinya. Kata-kata kasar dan ancaman pun meluncur dari mulutnya dengan nada marah tak terkendali.

Ternyata, tindakan tersebut bukanlah kali pertamanya, ketidakpedulian, ucapan yang kasar dan pukulan keras seolah telah menjadi kawan dalam hidupnya. Sikap keras suaminya mulai dirasakan Hartini pasca melahirkan Andik, anak keduanya.

Namun, wanita itu hanya bisa diam dan pasrah demi kedua anaknya dan keutuhan rumah tangganya. Alunan doa selalu dia panjatkan setiap selesai shalat, supaya dirinya diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

DIRUQYAH

Namun, kini kesabarannya telah habis tak tersisa menghadapi perangai suaminya yang semakin kasar dan tidak manusiawi. Hartini berniat mengakhiri biduk rumah tangganya dengan menceraikan Harjo suaminya.

Namun, niatan itu pun diurungkannya setelah mendapatkan arah dari salah seorang saudara yang prihatin melihat keadaannya.

"Coba Mbak datang saja ke tempat praktik Ustad Massar di Semarang. Dia ahli dalam meruqyah, siapa tahu beliau dapat membantu seperti beberapa teman saya yang rumah tangganya terselamatkan setelah berkonsultasi dengan beliau," ungkapnya.

Setelah mengungkapkan permasalahan yang dihadapi, sesaat kemudian ustad Massar melaksanakan ruqyah jarak jauh bagi suami Hartini (Harjo). Tak berselang lama setelah itu, secara perlahan Harjo mulai menunjukkan perubahan sikap yang positif, dimana dirinya menjadi lebih tenang dan mulai menyadari kesalahan-kesalahan yang selama ini diperbuat.

"Maafkan papi, Mi, selama ini telah banyak salah kepada Mami dan juga anak-anak," rujuk Harjo.

Kini, Harjo yang suka ringan tangan telah kembali kepada pribadi yang saleh dan mencintai keluarga melebihi dirinya sendiri. Meski di mata orang lain Harjo merupakan orang yang baik, tapi hari nuraninya tetap tak bisa melupakan dosa yang pernah dibuatnya.
Friday, November 16, 2018

Ketika Nabi Zulkifli Digoda Iblis

"Nabi Zulkifli adalah seorang yang sabar. Suatu hari iblis datang untuk menguji kesabarannya. Di luar dugaan si iblis, Nabi Zulkifli tetap mengontrol diri dan godaan iblis tak membuat amarah Nabi Zulkifli meluap".

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Nama Asli Nabi Zulkifli adalah Basyar. Ia hidup di sebuah negara yang dipimpin oleh seorang raja yang arif bijaksana. Pada suatu hari raja tersebut mengumpulkan rakyatnya dan bertanya, "Siapakah yang sanggup berlaku sabar, jika siang berpuasa dan jika malam beribadah?" ucap raja kala itu.

Awalnya tak ada seorang pun yang berani menyatakan kesanggupannya. Hingga akhirnya anak muda bernama Basyar mengacungkan tangan dan berkata ia sanggup melakukan itu.

"Saya sanggup melakukan itu wahai raja!" ucap Basyar berani.

"Seberapa lama kamu bisa melaksanakannya?" tanya raja mencoba mengetahui kesanggupan Basyar.

"Dengan izin Allah, saya akan melakukannya selamanya," terang Basyar saat itu.

Raja pun mempersilahkan Basyar melakukan apa yang telah ia ucapkannya itu. Karena peristiwa itu, Basyar dipanggil dengan nama Zulkifli yang artinya sanggup.

Sejak saat itu Zulkifli berlaku sabar. Jika siang, ia berpuasa dan malam harinya dihabiskan untuk beribadah. Untuk tidur, Nabi Zulkifli hanya membutuhkan waktu yang singkat.

SIDANG PERAMPOK

Nabi Zulkifli sangat istiqomah hingga ia diangkat menjadi seorang raja. Karena keagungan budi pekertinya, Nabi Zulkifli juga diangkat menjadi seorang hakim.

Pada suatu malam Nabi Zulkifli merasa sangat mengantuk. Setelah beribadah di malam itu, ia hendak beranjak untuk tidur. Namun, sebelum matanya terpejam, mendadak ada seorang tamu yang hendak mengganggunya.

"Ada apakah Saudara kemari di malam hari?" tanya Zulkifli.

"Hamba seorang musafir, barang-barang hamba dirampok diperjalanan," jawab tamu itu.

"Datanglah besok pagi atau petang hari, saya akan memanggil perampok tersebut untuk disidangkan," kata Zulkifli.

Tamu tersebut sedianya merupakan jelmaan dari iblis. ia ingin menguji sejauh mana tingkat kesabaran Nabi Zulkifli. Esok paginya orang itu tidak datang, padahal Zulkifli sudah menunggunya di ruang sidang.

Malam harinya orang itu juga tidak datang, padahal ia telah menyatakan bersedia untuk datang. Ketika Zulkifli sedang bersiap-siap untuk tidur, orang itu datang lagi. "Mengapa waktu siang tadi ketika sidang dibuka kau tidak datang?" tanya Zulkifli.

"Orang yang merampok saya cerdik, Tuanku. Jika waktu sidang dibuka, barang saya dikembali, jika sidang hendak ditutup, barang saya dirampasnya lagi," jawab orang itu.

"Jika demikian, datanglah engkau besok pagi ketika sidang dibuka," jawab Nabi Zulkifli Arif.

DIUJI IBLIS

Namun, seperti kejadian sehari sebelumnya, orang tersebut tak juga hadir dipersidangan. Malam harinya, Raja Zulkifli sangat mengantuk. Ia telah berpesan pada penjaga agar menutup semua pintu dan menguncinya. Saat ia hendak membaringkan diri, terdengar suara pintu kamarnya diketkuk orang. "Siapa yang masuk?" tanya Zulkifli pada prajurit penjaganya.

"Tidak ada seorang pun, Tuanku," jawab prajurit penjaganya dengan nada heran.

Keheranan yang sama juga dirasakan Zulkifli. Jelas tadi ia mendengar suara pintu diketuk, namun penjaga yang menjaga ruangannya tak melihat siapapun yang mengetuk kamar.

Nabi Zulkifli lantas memeriksa sekeliling rumah. Di sana satu sudur kamar, ia melihat seseorang. Zulkifli merasa heran, jelas semua pintu telah terkunci rapat.

"Kau bukan manusia, kau pasti iblis," kata Zulkifli yang langsung bisa menebak tamunya itu.

"Ya, aku memang iblis yang ingin menguji kesabaranmu. Ternyata memang benar, kau orang yang dapat memenuhi kesanggupanmu dulu," ujar iblis.

"Kenapa engkau hendak menguji kesabaranku?" tanya Zulkifli.

"Wahai kekasih Allah, sesungguhnya jika manusia tidak memiliki kesabaran, maka aku dan kaumku akan cepat menyesatkannya," ujar iblis jujur.

Sejak saat itulah Nabi Zulkifli mengerti trik iblis dalam menyesatkan manusia, yakni menghilangkan kesabaran sehingga manusia gampang terpancing amarahnya.
Wednesday, November 14, 2018

Hidayah Dari Bacaan Basmalah

"Meski suaminya seorang yang tidak pernah taat kepada Allah, namun Nafisah tak pernah putus asa. Ia selalu berdoa dan memberikan teladan kepada sang suami. Akhirnya, doanya diijabahi, dengan bantuan Allah, hati sang suami tersentuh dan ia pun bertobat."

Bismillah ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Pada zaman pemerintahan Khalifah Harun Al Rasyid berkuasa (786 M-809 M), di sebuah desa di pinggiran Baghdad, hiduplah sepasang suami-istri yang sudah tua. Sang suami bernama Makruf bin Bisry, sedangkan istrinya bernama Nafisah binti Hafshim. Kedua pasangan yang belum dikaruniai anak ini berjalan harmonis, meski sang suami ringan tangan.

Kedua pasangan suami-istri yang sudah puluhan tahun berumah tangga ini, mempunyai sifat yang berbeda. Sang suami seorang yang fasik, tidak bertanggung jawab dan tidak mau berbuat kebaikan, sedangkan istrinya seorang perempuan tua yang taat beragama dan tidak pernah mengeluh meski suaminya suka memukul.

Sebagai orang yang taat beragama, setiap kali hendak berbicara dan melakukan sesuatu, Nafisah senantiasa mendahului dengan membaca basmalah. Perbuatan Nafisah inilah yang membuat Makruf tidak suka dan dia selalu memperolok-olok istrinya.

"Kamu ini istri yang kurang kerjaan. Setiap kali baik berbicara, makan, minum, ataupun pekerjaan lainnya, membaca 'Bismillah', sedikit-sedikit 'Bismillah'," ejek Makruf.

DITITIPI UANG

Meski sering dihina suaminya, Nafisah tidak sakit hati dan juga ia tidak pernah membantah omongan suaminya. Sebaliknya, dia berdoa kepada Allah SWT supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Pada suatu hari suaminya berkata, "Suatu saat akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."

Nampaknya, keinginan Makruf agar istrinya jera benar-benar serius. Dia memberikan uang yang cukup banyak kepada istrinya dengan berkata, "Wahai istriku, tolong uang ini kamu simpan baik-baik. Jangan sampai hilang."

Mendapat amanah dari suaminya, Nafisah mengambil uang itu dan menyimpan di lemari yang dianggap tempat yang aman. Sedangkan suaminya melihat tempat penyimpanan uang itu. Kemudian secara sembunyi-sembunyi, Makruf mengambil uang tersebut, "Dengan mengambil uang ini, istriku akan kebingungan mencari uang. Dan uang ini aku simpan di lain tempat," kata Makruf dalam hati.

Beberap hari kemudian, Makruf memanggil istrinya untuk meminta uang yang dititipkan kepada istrinya beberapa hari yang lalu, "Berikan padaku uang yang aku berikan kepada kamu dahulu untuk aku simpan," pintanya.

BERJANJI BERUBAH

Karena mendapat perintah mengambil uang, maka Nafisah pergi ke tempat dia menyimpan uang itu. Nafisah menuju kamar dimana lemari itu berada. Di belakangnya, sang suami mengikutinya. Sebelum membuka lemari, seperti biasa, Nafisah mengucapkan, "Bismillahirrahmanirrahiim."

Dan seketika itu Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril AS untuk mengembalikan uang itu kembali ke dalam almari. Lalu, Nafisah mengambil dan memberikan kepada suaminya. Alangkah terperanjat suaminya. Ia tak mengira uang yang sudah ia pindah bisa kembali ke tempat semula. Hanya dengan bacaan basmalah tentunya. Sang suami seketika sadar, dia merasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada istrinya.

"Wahai istriku yang berhati mulia, maafkanlah aku atas tindakanku selama ini yang telah menyakiti hatimu. Mulai saat ini, aku berjanji tidak akan menyakiti hatimu lagi," janji Makruf dengan meneteskan air mata. Ia begitu takjub atas kekuasaan Allah.

Sejak saat itulah, Makruf bertobat dan mulai mengerjakan perintah Allah. Dia juga meneladani sang istri, yaitu selalu membaca basmalah sebelum hendak memulai mengerjakan sesuatu apapun.

Benarkah?, Kiamat Sudah Dekat!

"Banyak sekali tanda-tanda kiamat yang sudah muncul dan sudah banyak dishare di sosial media sampai-sampai membuat orang yang membacanya ketakutan".

Ilustrasi

MakNyak.com - Kiamat merupakan Rukun Iman kelima untuk umat Islam yang dipercaya sudah tentu akan terjadi.

Akan tetapi tidak ada satu pun makhluk di dunia ini yang bisa tahu kapan kiamat itu akan terjadi karena memang semuanya merupakan rahasia Illahi.

Akan tetapi Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW sudah mengabarkan beberapa tanda-tanda Kiamat akan datang.

Makkah menjadi salah satu kota di muka bumi yang disebut Nabi akan memperlihatkan tanda jika kiamat itu sudah dekat.

Pertanda yang disebutkan oleh nabi ini jaman dulu dianggap sebagai sebuah hal yang mustahil terjadi. Akan tetapi apa yang ada di Kota Makkah saat ini benar-benar menunjukkan kondisi seperti apa yang diucapkan oleh Nabi Muhammad dahulu.

Dan tanda-tanda Kiamat itu sudah benar-benar muncul di Makkah, Apa sajakah tanda-tanda itu?

GUNUNG-GUNUNG DI MAKKAH MULAI BERLUBANG

Nabi juga menjelaskan jika kiamat akan terjadi kala gunung-gunung di KOta Makkah sudah mulai berlubang. Hal itu tentu saja sangat sulit dipahami oleh masyarakat di masa Nabi. Akan tetapi rupanya hal itu sudah terjadi saat ini.

Gunung-gunung di KOta Makkah saat ini sudah berlubang dalam bentuk terowongan. Makkah juga dijuluki Kota Terowongan karena mempunyai puluhan terowongan.

Pada tahun 2011 saja, Makkah memulai pembangunan sebanyak 55 terowongan melalui pegunungan dan sejumlah ruas jalan.

BANGUNAN TINGGI MELEBIHI GUNUNG

Nabi Muhammad SAW juga mengabarkan jika ada satu tanda lain jika kiamat sudah dekat adalah kala banyak bangunan yang tingginya melebihi gunung.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan jika bangunan-bangunan tingginya begitu menjulang.

Ibnu Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ya'la ibn Atha' dari ayahnya, ia berkata : pada suatu hari, aku menuntun tali kekang onta Abdullah ibn Amr, lalu beliau berkata:

“Apabila kalian telah melihat galian-galian besar di Makkah, dan bangunan-bangunannya menjulang tinggi melebihi pegunungannya, maka ketahuilah bahwa kiamat telah mendekatimu. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan al-Arzaqi)

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi hingga gunung-gunung hilang dari tempatnya dan kalian melihat perkara besar yang belum kalian lihat" (HR.Thabrani).

Pada zaman kehidupan Nabi, Kota Mekkah masih sangat tandus dan tidak terbayang akan berdiri bangunan-bangunan tinggi seperti saat ini. Dan apakah yang terjadi saat ini di Mekkah?

Tidak lain dan tidak bukan kota suci umat Islam ini kini tidak ubahnya Las Vegas di Amerika Serikat. Bahkan di di halaman Masjidil Haram akan dibangun Mecca Royal Clock Hotel Tower.

Tinggi gedung ini direncanakan berketinggian lebih dari 601 dan hanya selisih 200 meter dari gedung tertinggi dunia saat ini, yaitu Al Burj Khalifa Dubai.

Bagiamana dengan Arab Saudi yang saat ini tengah membangun gedung tertinggi di dunia hingga menembus awan.

BAYANGAN KA'BAH TIDAK LAGI TERLIHAT

Baginda Rasulullah SAW juga bersabda jika kiamat akan terjadi jika Al-Sa'ah sudah membentang bayangannya sampai bayangan Kabbah tidak lagi terlihat. Al-Sa'ah adalah salah satu dari pengertian kiamat.

Sementara di Arab, Al-Sa'ah juga bermaksud sebagai jam. Karena ituy Sheikh mengartikan secara langsung waktu kiamat yang hampir juga terjadi jika bayangan menara jam menutupi Kaabah.

Namun apapun tanda-tanda yang sudah disebutkan, tentunya kita sebagai Manusia masih tetap tidak akan pernah tahu kapan itu datangkan Kiamat, seperti halnya dengan kematian, kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan mati....

Jadi jika ada yang bertanya apakah kiamat itu sudah dekat!, jawabanya adalah Hanya Allah yang tahu dan manusia harus selalu berbuat baik dan beramal baik untuk persiapan bekal menghadapi kematian dan kiamat tentunya.