Friday, December 7, 2018

Melihat Bukti Keajaiban Haji

"Ibadah haji memang mengandung banyak misteri. Meski berhaji di tempat yang sama dan melakukan ritual yang sama, tetapi pengalaman masing-masing jamaah haji berbeda-beda. Ada yang mengalami kesembuhan dari sakit, ada yang merasa di azab, dan ada pula yang merasa diberi kemudahan selama ibadah. Benarkah keajaiban haji itu ada?"


MakNyak.com - Kisah nyata, ketika seorang yang akan menunaikan haji, berangkat dalam keadaan sakit, tetapi ia tetap memaksakan dirinya, di pesawat tiga penumpang terpaksa merelakan kursinya agar si sakit bisa berbaring karena tidak kuat duduk, maka tiga penumpang tersebut duduk di bawah.

Sepertinya penyakit berat. Akan tetapi apa yang terjadi ketika sampai di Kota Makkah mukarramah. ia mulai terlihat sehat. Uniknya, ketika sampai dan melihat Kakbah, ia sepertinya tidak pernah sakit dan langsung tawaf serta sa'i berjalan dan berlari-lari kecil.

Ada juga kisah seorang kakek yang sudah sangat sepuh, badannya sudah bongkok, dan kadang sering ling-lung. Kakek ini harus benar-benar dijaga kesehatannya dan jangan sampai sendiri dan dilepas karena bisa hilang.

Tetapi ternyata kakek ini termasuk yang paling sehat, tidak pernah sakit berat kecuali hanya pilek ringan. Termasuk juga yang paling semangat ketika melakukan manasik, yang lebih muda dari dia ada yang pingsan, ada yang kelelahan, bahkan kakek ini kuat naik gunung Jabal Rahmah sampai puncak dengan cepat.

Ada juga seorang tua yang sudah terkena stroke, sehingga selama gaji harus dibawa menggunakan kursi roda dan harus memakai selang kateter untuk kencing. Selain itu, juga sudah agak tidak nyambung ketika berbicara. Ia di urus oleh anaknya yang sangat berbakti kepada ayahnya.

Anaknya mengaku bahwa selama haji ayahnya bisa lebih tenang, tidak sebagaimana di rumah. Sehingga proses ibadah haji lebih mudah di laksanakan.

Cerita nyata seperti ini sudah banyak, mulai dari yang tadinya kakinya asam urat kambuh atau seorang nenek tua jumpo yang jalan saja harus dipapah. Ternyata ketika akan melihat dan sudah melihat Kakbah mereka kuat melakukan tawaf dan sa'i dengan total jarak berkilo-kilo dengan berdesak-desakan.

Subhanallah, itulah keajaiban haji yang banyak dijumpai dan dialami oleh umat Islam yang melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.

MULUT BISU

Apa yang dirasakan H Amir merupakan bukti bahwa Allah benar-benar membalas perbuatan dan ucapan yang tidak baik. Saat Arbain di Madinah, H Amir memang berniat untuk mengkhatamkan Quran sebelum dirinya kembali ke Makkah. Di hari terakhir, H Amir ini tanpa sengaja mengatakan kepada jamaah bahwa dia merasa bersyukur bisa menghatamkan Quran.

"Alhamdulillah, saya diberi kesehatan. Saya juga hampir mengkhatamkan Alquran. Kurang 1 juz saja," kata Amir kepada jamaah rombongannya saat itu.

Ajaibnya, setelah ia berkata seperti itu, Amir yang berangkat haji pada tahun 1998, itu langsung merasa kesakitan di tenggorokannya. Tubuhnya pun menggigil panas dingin. Bahkan, ia merasa bahwa mulutnya seperti orang bisu. Tidak mampu digunakan untuk bicara. Untungnya Amir segera tersadar jika ucapannya itu termasuk takabur.

"Padahal niat saya itu hanya bersyukur karena bisa menghatamkan. begitu mengucap itu, tubuh saya sakit semua. Tenggorokan sakit tidak bisa buat ngomong. Menggigil dan kepanasan," tegas Amir

Kemudian Amir bergegas mohon ampun di depan Masjid Nabawi dan sakit itu pun berangsur sembuh hingga bisa melanjutkan untuk ngaji.

"Saya sadar bahwa ini takabur. Hal yang baik pun atau tidak baik, tidak boleh diucapkan. Bangga atau sombong," lanjut pria asal Ujung Pandang.

SEMBUH DARI KANKER

Sementara Hj Susilawati mengatakan jika kankernya benar-benar sembuh setelah menunaikan ibadah haji. Sejak tahun 1998, Susi, panggilan Susilawati, divonis menderita kanker. Ia pun pasrah jika Allah mengambil nyawanya kapan saja. Namun, permintaan Susi saat itu ingin menunaikan ibadah haji.

"Saya saat itu ingin pergi haji. Kemudian saya berdoa agar diberi kesempatan untuk melihat Alif (cucunya) tumbuh besar," tutur muslimah 70 tahun ini.

Tepat saat menunaikan ibadah haji, ketika di kediaman Khadijah, lantas Susi disarankan oleh jamaah lain untuk mengguyurkan air zamzam ke sekujur tubuhnya.

"Saya kan minum air zamzam, kemudian saya guyur itu zam-zam ke sekujur tubuh saya," terangnya.

Tepat setelah mengguyur air zam-zam, Susi merasa kondisi fisiknya benar-benar berubah. Ia merasa sangat sehat. Ajaibnya lagi, Susi yang sebelumnya menjalani kemoterapi bisa berjalan hingga 13 kilometer. Sepulang haji, Susi merasa bahwa Allah memberikan mukzijat kepadanya.

"Ketika saya kontrol, dokter bilang kalau kanker saya hilang. Dokternya sendiri juga heran. Subhanallah," tandas Susi penuh syukur.

HARUS INTROSPEKSI

Menurut DR Sahid HM MAg, semua peristiwa yang terjadi dalam melaksanakan ibadah haji bisa dijadikan introspeksi. Orang yang melaksanakan ibadah haji bisa dijadikan introspeksi. Orang yang melaksanakan ibadah haji itu berharap akan mendapatkan sesuatu yang baik ketika pulang dari ibadahnya nanti.

Sebagian mengindikatori bahwa orang yang baik akan mendapatkan yang baik. Sebaliknya, jika orang melakukan kejahatan, itu akan mendapatkan sesuatu yang kurang baik. Biasanya itu berkaitan dengan personal.

"Seseorang akan menyadari dengan perbuatan yang pernah ia lakukan dulu. Misalnya, dulu pernah memukul orang, maka pada saat di Tanah Suci dipukul orang," jelas Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya.

Manusia tidak bisa menilai sendiri, apakah baik dan tidak. Bisa jadi ketika melaksanakan ibadah haji, juga mendapatkan ujian. Sebelum berangkat haji sudah melakukan hal-hal yang baik, tapi di Tanah Suci mendapatkan hambatan. Itu bisa jadi cobaan dari Allah. Paling penting introspeksi diri.

"Biasanya orang itu menjustifikasi dirinya sendiri, kemudian diceritakan kepada orang lain. Permasalahan personal itu tidak bisa digeneralisir dan tidak bisa dijadikan ukuran," imbuhnya.

Pada saat akan menunaikan ibadah haji, perbanyak perilaku yang baik. Melakukan ibadah vertikal dan horizontal. Meningkatkan ibadah kepada Allah dengan cara shalat yang baik, membaca Alquran dan banyak melakukan zikir.

Selain melaksanakan hubungan yang baik dengan Allah, orang yang akan melaksanakan ibadah haji juga harus melakukan hubungan baik dengan tetangga, teman, dan kerabat. Karena pada saat tawaf dan sai akan berbarengan dengan banyak orang juga. Ibadah yang dilakukan juga banyak, jadi butuh energi yang ekstra.

"Jika mendapatkan 'keajaiban' lebih baik yang diceritakan yang baik-baik diceritakan yang baik-bai saja agar bisa memotivasi orang lain untuk berbuat yang lebih baik lagi," ujar dosen Syariah ini.

Secara psikologi juga dipersiapkan bagaimana agar diri tidak merasa benci, iri, dengki, sombong dan takabur terhadap orang lain. Perlu di ingat lagi bahwa kita berangkat haji bukan untuk pamer dan kesombongan, tapi untuk menghadap Allah. "Mentalitas spiritual dan psikologis perlu dibangun sejak akan berangkat haji. Sehingga dalam menjalankan ibadah haji, sudah siap secara mental dan psikologi," tandasnya.
Monday, December 3, 2018

Mengenal Buah Seribu Rahmat

"Buah Melon yang segar ternyata memiliki banyak manfaat, diantaranya antikanker, antistroke hingga menurunkan kadar kolesterol. Namun, tahukah Anda selain menyembuhkan beberapa penyakit, Rasulullah Saw mengatakan bahwa buah ini juga mengandung seribu keberkahan dan seribu rahmat."

Buah Melon ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Segarnya buah melon membuat buah ini banyak digemari. Buah yang memiliki nama latin Cucumis melo ini termasuk dalam jenis suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Melon masih memiliki ikatan saudara dengan semangka dan garbis.

Sejak masuk ke pasar Indonesia pada tahun 70-an, buah melon langsung menyandang predikat sebagai buahnya orang kaya karena harganya yang mahal dan masih langka. Namun saat ini, melon sudah dibudidayakan di Indonesia sehingga semua orang dari berbagai lapisan masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga relatif murah.

Buah ini berasal dari Timur Tengah, bahkan melon sudah ada di Mesir sejak zaman 2400 SM. Biji melon dibawa ke Haiti oleh Columbus dan akhirnya disebarluaskan oleh para penjelajah Spanyol, berikutnya sampai ke Kalifornia.

Buah melon cukup digemari karena rasanya yang manis dan segar. Selain dikonsumsi secara langsung, buah yang satu ini juga sering dijadikan campuran dalam aneka minuman, ada pula yang mengonsumsinya sebagai jus.

SERIBU BERKAH

Selain menyegarkan, buah yang satu ini juga pernah disebut oleh Rasulullah dalam sebuah hadis, "Bilamana kamu makan buah-buahan, makanlah melon, karena itu adalah buah-buahan surga dan mengandung seribu keberkahan dan seribu rahmat. Memakannya akan menyembuhkan setiap penyakit."

Buah ini disebut sebagai buah dari surga yang mengandung seribu keberkahan dan seribu rahmat. Disebutkan pula, Rasulullah Saw selama hayatnya sering kali makan buah melon dengan kurma segar. Khasiat terkandung di dalamnya, baik untuk membersihkan kandung kemih, pencernaan, memperbaiki cairan sumsum tulang belakang, dan mempertajam penglihatan.

Melon mengandung vitamin B, C dan provitamin A, zat antikanker, serta antioksidan betakarotin. Fungsi betakarotin menghambat proses penuaan sel. Sel-sel di dalam tubuh kita makin lama makin tua, dan jika sudah terlanjur tua, tugas betakarotin meremajakannya kembali. Selain itu, betakarotin yang ada di dalam tubuh berubah menjadi vitamin A yang akan memacu sistem kekebalan tubuh yang membuat kita tidak mudah sakit.

Melon juga banyak mengandung asam alegat, yang sangat ampuh menggempur bibit sel kanker jenis apapun, dan juga membantu menormalkan tekanan darah. Buah yang berwarna hijau ini juga mengandung kalium yang bermanfaat untuk mencegah darah menggumpal, membersihkan kulit, melancarkan saluran pencernaan, dan menurunkan kadar kolesterol.

ANTIKANKER

Buah melon juga banyak mengandung protein, kalsium dan fosfor. Kandungan mineral pada buah melon, bahkan mampu menghilangkan keasaman tubuh dan mempunyai sifat menyembuhkan sembelit. Keasaman tubuh perlu dihilangkan karena akan mengganggu pencernaan, khususnya pada organ lambung.

Buah melon mengandung antikoagulan yang disebut adenosine sehingga mampu menghentikan penggumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya penyakit stroke atau jantung. Sementara itu, kandungan karotenoid buah melon dapat mencegah kanker dan menurunkan risiko serangan kanker paru-paru, karena merupakan senyawa utama penyerang penyakit kanker.

Selain kanker, melon juga membantu menghilangkan asam urat. Melon juga merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin, dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia.

Vitamin A dan C-nya menyehatkan mata dan meningkatkan daya tahan tubuh. buah melon mempunyai daya di uretik yang sangat baik sehingga bisa menyembuhkan penyakit ginjal dan penyakit eksim yang parah dan akut. Serta, dapat menumpas penyakit asam urat.
Sunday, December 2, 2018

Simpan Ilmu Hitam, Jenazah Berbau Busuk

"Meski sudah berusia lanjut, Wilujeng (bukan nama sebenarnya) belum juga bertobat dari kesalahannya. Seolah tak merasa tua, ia masih saja menyimpan ilmu hitam untuk memikat para pria. Nauzubillah, saat ia meninggal dunia, jenazahnya yang sedang dimandikan mengeluarkan kotoran dari mulutnya. Lebih menghebohkan lagi, mulutnya menebarkan bau yang kurang sedap."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Di salah satu desa di Trenggalek, Jawa Timur hiduplah seorang wanita yang usianya tak muda lagi. Dialah Wilujeng (40), ia hidup sebatang kara, karena orang tuanya sudah mendahuluinya menghadap sang Kuasa. Ia pun hidup diurus pamannya, Bambang (bukan nama sebenarnya).

Suatu hari Wilujeng terkena musibah, ia terjatuh. Tapi aneh bin ajaib. Meski hanya jatuh dari ketinggian 1 meter, kedua kakinya lumpuh. Ia hanya bisa berjalan dengan kursi roda dan berbaring di atas kasur selama satu tahun lebih.

"Semua warga saling kasak-kusuk, jangan-jangan ini peringatan dari sang Mahakuasa," kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya kala bercerita tentang kejadian setahun yang lalu itu.

Mendapati keadaan keponakannya seperti itu, Bambang memboyong Wilujeng ke rumahnya. Ia berharap, dengan berada di rumahnya, keadaan Wilujeng bisa dipantau setiap saat.

"Ya karena saudara-saudaranya yang lain enggan merawatnya," sambungnya.

SEKARAT TIGA HARI

Waktu pun bergulir, hari-hari Wilujeng dihabiskan dengan derita di tempat tidur. Meski sudah berusaha diobati, namun penyakit Wilujeng tak mau pergi. Sampai pada akhirnya, ujung hidup Wilujeng tak terhindarkan. Tapi aneh, meski sudah bernapas susah payah, Wilujeng tak kunjung tenang.

"Tiga hari lamanya dia kesakitan. Sepertinya dia sedang menghadapi sakaratulmaut," kisah warga itu.

Lebih memilukan lagi, sebagaimana dibenarkan Bambang, pamannya, sepanjang tiga malam itu Wilujeng tidak terlelap sedikit pun. Dari bibirnya terdengar rintihan, gumam kesakitan yang tak terperikan.

"Aduuuhhh...., aduhhh, badanku... Aduhh...," begitu rintihnya sepanjang malam.

Bambang semakin panik, lalu bergegas ia pun menemui seorang ustad di desanya itu. "Mari kita pindahkan di atas tanah beralaskan tikar saja, biar dia nyaman," kata sang ustad begitu mendapati kondisi Wilujeng.

"Kita bacakan Yasin dan kita doakan, semoga Bu Wilujeng dimudahkan akhir hidupnya," ajak Ustad Mahfud kepada warga yang juga ikut datang saat itu.

Alunan lirih bacaan surat Yasin pun memecah kekresahan Bambang. Tapi, tiba-tiba salah satu warga berteriak kaget, "Astagfirullah."

Sontak suasana pun berubah gaduh.

"Ada belatung, dari mana ini," ucap warga nyaris bersamaan.

Semua warga pun terkejut karena tidak tahu dari mana asalnya binatang kecil itu. Belum terjawab keheranan itu, belatung-belatung itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Bahkan warga punt idak bisa menangkapnya.

Begitulah yang terjadi dalam perjalanan syakaratul mautnya selama tiga hari dan belatung terus berkeluaran dan akhirnya Wilujeng meninggal dunia.

"Apa yang telah diperbuat Wilujeng selama ini?" tanya ustad kepada Bambang.

Bambang pun terdiam, sebelum beberapa jurus kemudian ia berucap, "Dia banyak menyimpan ilmu hitam," ustad.

Nauzubillah, di detik itulah warga tahu bahwa yang bersangkutan menyimpan hal yang dilarang agama itu.

"Itu warisan orang tuanya," sambung Bambang.

MULUT KELUAR KOTORAN

Begitulah tragisnya kematian Wilujeng. Tak lama kemudian, warga pun berdatangan untuk melayat dan merawat jenazah Wilujeng.

Tak hanya ibu-ibu, bapak-bapak pun hadir untuk membantu mengurus dan menyalati jenazah Wilujeng.

Namun, tatkala jenazah Wilujeng sudah berada di tempat pemandian jenazah, hal aneh kembali terjadi.

"Masya Allah, bau apa ini?" tanya wagra kepada lainnya.

"Iya, baunya busuk sekali," sela yang lain.

Mudin yang penasaran bergegas menemui para ibu yang memandikan jenazah itu.

Betapa kagetnya mudin begitu mendapat informasi bahwa dari mulut Wilujeng keluar kotoran dan belatung.

"Ustad, jenazahnya aneh, banyak belatung keluar dari mulutnya," ucapnya ketakutan.

"Ah yang benar Pak," reaksi warga bergegas ikut memastikan apa yang terjadi.

Tak bertahan lama, warga pun beringsut menjauhi jenazah karena baunya yang busuk sangat menusuk hidung.

Semua pelayat terenyuh dan iba setelah mengerti kejadian ini. Warga sudah tau kebiasaan Wilujeng semasa hidupnya. Mereka pun iba dan menitikan air mata.

"Sudah-sudah, kita harus cepat-cepat memandikannya," seru sang Ustad memberikan solusi dari kegaduhan waktu itu.

Proses mengkafani jenazah pun di percepat agar kotoran itu tak terus keluar.

"Akhirnya ya kita cepat-cepat menguburkannya," sambung warga lainnya mengamini kisah itu.

Keanehan yang menerpa Wilujeng membuat warga tertegun. Ingatan mereka pun hinggap pada masa lalu wanita itu.

"Bapaknya dulu juga dukun ilmu hitam," kata seorang warga.

Dikisahkan, warga yang tinggal berdampingan dengan rumah Wilujeng punt idak diperkenankan masuk, kecuali saudaranya. Akhirnya misteri itu terungkap setelah kematian Wilujeng. Di rumah peninggalan ayahnya itu, terdapat satu kamar khusus.

"Pak Bambang juga mengakui kalau kamar itu digunakan untuk ritual ilmu hitam. Warga pun sudah tahu semua kalau almarhumah itu dikenal suka berbuat mesum," ungkap warga lainnya lagi.

Dari Abu Thalhah, dari nabi beliau bersabda, "Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam," (HR. Muslim No. 2.230).
Saturday, December 1, 2018

Senang Pamer Harta, Mau Mati Pun Susah

"Apa yang dialami Pak Darmin (bukan nama sebenarnya), layak menjadi pelajaran. Sikapnya yang pelit bin kikir dan suka pamer membuat akhir hidupnya menderita. Saat akan menjemput ajal, mulutnya meracau tak karuan selama berjam-jam. Lebih buruk lagi, dari mulutnya tercium bau tak sedap."

Ilustrasi

MakNyak.com - Sabtu siang, awal tahun 2013 yang lalu, warga Sukoharjo di Solo, Jawa Tengah diriuhkan oleh meninggalnya Pak Darmin. Lingkungan rumah Pak Darmin termasuk padat perumahan, meski tergolong pelosok. Sehingga saat Pak Darmin jatuh pingsan di kamar mandinya, segera menyebar ke tetangga-tetangga terdekatnya dengan cepat.

Warga pun berdatangan meski sebenarnya Pak Darmin terbilang banyak yang tak suka karena tabiatnya kurang menyenangkan.

"Namanya tetangga, kalau dia sakit bagaimana mungkin kami tidak menjenguk, ya meski orangnya begitu, kurang bergaul," ujar Siswandi, tetangganya.

Siswandi adalah supir taksi di Prawirotaman, Yogyakarta yang akrab dipanggil Adi.

Rumah Adi di Sukoharjo, tepat berhadap-hadapan dengan rumah Pak Darmin. Menurut ADi, ketika itu keponakan Pak Darmin, Eko datang buru-buru ke rumah Pak Darmin setelah ditelepon tantenya, istri Pak Darmin.

Kedatangan Eko yang terburu-buru itu diketahui oleh Adi. Karena tampak tergesa-gesa dengan wajah panik, Eko pun ditanyai oleh Adi, apa yang terjadi? Dari Eko diketahui baru saja Pak Darmin sedang pingsan, terjatuh di kamar mandinya. Akhirnya kabar tersebar. Kemudian para tetangganya yang lain, selain Adi pun menjenguknya.

Setelah Adi dan tetangganya yang lain masuk, pak Darmin sudah tampak sadar. Kata istrinya yang menemani di sampingnya, selain Adi, ia baru saja tersadar. Hal yang membuat Adi dan dua tetangganya yang menjenguk, saat sadar Pak Darmin sering meracau, berbicara sendiri setengah berteriak. Ekspresinya seperti takut dan melihat sesuatu.

"Jangan, jangan tidak mau, jangan dibuka," begitu Adi menirukan racauan Pak Darmin menjelang ajalnya.

Saat meracau itu Pak Darmin sambil memegangi mulutnya. Seperti ada yang tak mau lepas dari dalam mulutnya. Adi masih ingat. Pak Darmin memang memiliki gigi palsu yang konon berupa emas.

Di sekitar usianya 35-an, gigi depan Pak Darmin patah karena kecelakaan. Sejak itu Pak Darmin memasang gigi palsu yang katanya terbuat dari emas. Ketika berbincang dengan tetangganya, ia selalu mengatakan, gigi palsunya terbuat dari emas. Mungkin selain untuk menutupi rasa malu mengenakan gigi palsu, ia mengalihkan persepsi orang. Ada nilai lain di balik gigi palsunya, bukan gigi palsu biasa, tapi terbuat dari emas. Karena tabiat orangnya memang selalu pamer dengan harta kekayaannya.

MENEBAR BAU BUSUK

Sebelum Adi dan tetangganya yang lain beranjak pulang, tiba-tiba Pak Darmin mengalami sakaratul maut. Napasnya terasa tersendat-sendat di kerongkongannya.

Seperti ada yang tersendak. Matanya melotot melihat tetangganya yang menjenguk. Sedangkan istrinya tampak bingung dan sedih melihat kondisi suaminya.

Ada sekitar dua puluh menit Pak Darmin terus dalam kondisi napasnya tersendak-sendak di kerongkongannya. Anehnya, saat itu, menurut Adi, tak ada yang terbesit membawa Pak Darmin ke rumah sakit. Istrinya lama-lama justru mulai tampak menangis menyaksikan apa yang dialami suaminya.

Setelah melewati waktu sekitar dua puluh menit, Pak Darmin pun sedikit bisa mengeluarkan suara, tubuhnya pun mulai melemah meminta istrinya melepaskan gigi palsunya.

"Setelah dilepas, ia mulai tenang," lanjutnya.

Tapi tak lama kemudian, napasnya tersendak-sendak kembali. Sembari ada bau yang tak mengenakan keluar dari mulut Pak Darmin setelah gigi palsunya dilepas. Pak Darmin terus seperti terlihat menahan rasa sakit dengan napasnya yang tersendak-sendak. Saat napasnya normal, tatapannya kosong.

Pak Wahyu, tetangga yang datang bersama Adi tersadar. Pak Wahyu meminta Eko untuk mengambil wudu dan membacakan Alquran. Menurut Adi, Pak Wahyu waktu itu tampaknya sadar, kalau Pak Darmin sedang dalam proses sakaratulmaut. Dengan eko terus membacakan Alquran di sampingnya. Tetangganya yang lain pun turut membaca doa. Pak Darmin terlihat semakin tenang. Seiring dengan tenangnya keadaan yang dialami Pak Darmin, ia menghembuskan napas terakhir,. Tiba-tiba tak sadarkan diri untuk selama-lamanya. "Baru meninggal setelah gigi palsunya dilepas dan dibacakan Alquran itu,"ujar Adi

KIKIR ALIAS PELIT

Semasa hidupnya, Pak Darmin terkenal orang pelit dan jarang bergaul dengan tetangganya. Ia memang tergolong orang yang berharta di lingkungannya. Bisnisnya barang antik. Sedangkan tetangganya yang lain rata-rata hanya buruh dan pekerja biasa. Dalam hal-hal yang sepele, ia sangat cerewet dan mudah marah.

Seperti dicontohkan Adi, ada tetangganya yang meminjam selang air untuk keperluan mengalirkan air saat punya hajat. Karena tidak segera dikembalikan, Pak Darmin marah dan tak mau meminjamkan lagi selangnya pada tetangganya.

Adi juga pernah merasakan sendiri bagaimana tabiat kurang bersahabatnya Pak Darmin. Pohon mangga depan rumah Adi musim kemaru meranggas. Karena diterpa angin dan sering ada lembaran daunnya yang terjatuh di halaman Pak Darmin, marahnya bukan kepalang. pak Darmin mengata-ngatai Adi, kalau tak punya waktu memotong daun mengganya suruh sewa orang, nanti Pak Darmin yang akan membayarnya. Pak Darmin ebgitu sering melecehkan dan kurang menjaga perasaan orang lain karena kelebihan hartanya.

"Saya sudah tau tabiatnya ya diam saja, minta maaf, ngapain meladeni," ujarnya.

Meski tergolong orang kaya di kampungnya, pak Darmin ketika ada tetangganya yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit, tidak dengan mudah mau menjenguknya. ia biasanya mau berpartisipasi kalau tetangganya mau menyewa mobil pickup-nya. Anehnya, ia tak pernah bersimpati untuk memberikan potongan harga. Ia tetap menarik bayaran seperti halnya ongkos angkot pada umumnya. Tapi warga di sekitarnya tak ada yang ambil pusing dengan sikap Pak Darmin. Semuanya sudah sama-sama maklum.

"Warga sudah memaafkan. Pokoknya, dianggap wong ra nggenah," pungkasnya.
Friday, November 30, 2018

Wanita Pelit, Mati Terhimpit Bumi

"Akibat sikap pelit semasa hidupnya, jenazah Wati susah dikubur. Bahkan, seolah-olah jenazah itu terhimpit oleh kuburnya. Padahal, sudah berulangkali galiannya dilebarkan, tapi tetap saja jenazahnya terhimpit."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - "Bu, mohon sedekahnya," pinta pengemis pria dengan pakaian compang-camping.

"Eh kamu pengemis, masih muda udah jadi pengemis. Pergi!!! Jangan ngemis di toko ini lagi! Bikin sial aja!" seru Wati dengan muka ketusnya.

Pria itu lantas pergi meninggalkan pemilik tokonya. Mukanya tertunduk lesu lantaran harapannya sirna. Tadinya, pengemis pria tersebut berharap mendapat uluran sedekah dari Wati. Paling tidak, sebungkus roti atau uang recehan bisa digunakan untuk menyambung hidupnya.

MEMBENTAK IBU

Begitulah ulah Wati sehari-hari. Jangankan kepada pengemis, saat Lebaran pun, Wati tak sedikit pun memberi orang tuanya sendiri. Padahal, sekilas perhiasan emas melingkar di setiap pergelangan tangannya. Toko rotinya juga tak pernah sepi pelanggan. Entah apa yang menyebabkan Wati memelihara sikap pelit.

Kabarnya, Wati ini pernah bercerita ke salah satu tetangganya perihal kekayaan yang didapatkannya. Dalam dialog keduanya, bisa disimpulkan bahwa Wati itu orangnya memang pelit.

"Cari duit itu susah tahu. Ngapai dikasih-kasihkan," ujar Wati menceritakan.

"Bukan dikasihkan, Bu Wati. Kan, namanya sedekah." balas Ratna, tetangganya.

"Kalau mau dapat duit, ya kerja dong. Jangan berharap diberi uang terus," ujarnya bersikeras.

Ungkapan Wati ini memang ada benarnya. Karena jika tidak berusaha dengan bekerja, maka bagaimana seseorang bisa mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Hanya, wagra geleng-geleng saja melihat sikapnya yang terlalu pelit.

Ratna tentu tahu persis kebiasaan Wati sehari-hari. Selain tokonya saling berdampingan, juga menjadi tetangga di wilayah Mojokerto. Ia membenarkan bahwa Wati memang tidak hanya pelit kepada pengemis saja, melainkan dengan keluarganya sendiri. yang membuat Ratna keheranan, dengan ibunya sendiri, Wati juga sangat berani.

"Boro-boro minta duit. Berkunjung saja tidak pernah," terang Ratna.

Ia melihat sendiri bagaimana Wati memperlakukan ibunya, Wati bercerita, saat ibunya berkunjung dan meminjam uang ke toko Wati. Bukan sambutan manis yang didapatkan ibunya, melainkan umpatan.

"Ibu ini sukanya bikin susah anak saja. Gak tau toko lagi sepi ya?" bentak Wati kepada ibunya yang juga tak sengaja terdengar oleh Ratna.

Kalimat ejekan, olokan, hinaan, seolah sudah menjadi kebiasaan Wati sehari-hari. Begitu juga dengan suami Wati yang dikenal judes. Jarang sekali bersilaturahim dengan warga sekitar. "Bukan bermaksud menjelekkan almarhumah. Tapi memang itulah kenyataan yang pernah saya lihat sendiri. Sifatnya itu dibawa almarhum sampai mati," tutur Ratna menghela napas panjang.

Begitulah gambaran sikap Wati yang sangat sok di lingkungan masyarakat. Ia senantiasa tidak pernah menghargai orang lain. Bahkan ia sendiri tidak malu mengucapkan kata-kata kotor dan hinaan. Rupanya, sampai akhir hayat pun, Wati tak pernah berubah. Dari kasak-kusuk cerita warga, saat sakaratul maut, Wati diazab Allah.

Seminggu sebelum meregang nyawa, Wati lumpuh akibat stroke. Sejak dulu ia memang mengidap penyakit jantung. Sedikit-demi sedikit, harta kekayaannya berkurang. Hingga pada suatu titik, hartanya ludes tak tersisa sedikitpun. Belum lagi setelah uangnya digunakan untuk biaya pengobatan anaknya yang kecelakaan.

"Aaaaaahhhhhhh..... sakiittttt!" jerit Wati mengagetkan semua tetangga kanan kirinya.

"Yan! Cepat ambilkan gelang mama!" teriak Wati kepada Yanto, anaknya.

Sungguh aneh benak Wati ini. Meski kondisinya sakit, ia tetap saja berpikir soal hartanya. Sedikit-sedikit berteriak. Jika tidak begitu, ia lantas meronta-ronta karena merasakan kesakitan di kakinya.

Kian lama, teriakan Wati semakin keras. Hampir tiap malam, suara Wati sampai terdengar di ujung gang kampungnya. Jika ada orang dari kampoeng sebelah lewat, suara Wati dikiranya jeritan dari makam yang tak jauh dari rumahnya.

"Suaranya itu loh, kayak orang kena siksa," ungkap warga sebelah yang kebetulan kaget bukan kepalang mendengar jeritan wati.

KUBUR MENYEMPIT

Dua pekan kondisi Wati semakin memburuk. Karena tak kuat menahan, Wati pun meregang nyawa dengan kondisi yang membuat warga merinding.

"Astagfirullah, pas saya melayat, saya lihat mata bu Wati masih melotot. Padahal oleh keluarganya sudah dipejamkan," celetuk tetangganya.

"Malahan saya lihat itu tubuhnya kurus kering kayak kayu yang terbakar. Baunya juga enggak enak," tambah warga yang lain.

Satu lagi keanehan yang terjadi saat proses pemakaman Wati. Warga yang sudah berkumpul turut mendoakan agar Wati mendapatkan ampunan Allah. Kendati ada banyak warga yang sering disakiti, termasuk keluarganya sendiri, mereka semua hadir.

"Ayo Pak, turunkan mayitnya," kata penggali kubur.

Dengan beramai-ramai, jenazah Wati pun diturunkan.

"Loh Pak, kuburannya ini kurang lebar. Jenazahnya terhimpit," timpal penggali lainnya.

Kemudian jenazah Wati kembali diangkat ke atas. Segeralah para penggali kubur itu meluaskan galian kuburnya. Hingga beberapa menit kemudian, galian kuburnya sudah siap.

"Oke cukup. Sekarang coba turunkan. pelan-pelan."

"Astagfirullah, Kok semakin sempit ya?" ujar penggali kubur dengan keheranan.

"Itu jenazahnya yang panjang atau jenazahnya terhimpit ya, Bu?" bisik seorang wanita di atas galian kubur kepada warga yang lain.

"Iya benar sekali. Jenazahnya yang terhimpit Bu."

Warga yang melayat pun semakin riuh tatkala melihat keanehan tersebut. Hingga akhirnya, mau tak mau, karena waktu mendekati Maghrib, jenazah Wati tetap dipaksa dikuburkan. Ada yang mengaitkan dengan sikap pelitnya, ada juga yang mengaitkan karena Wati jahat kepada ibunya. Yang jelas, dari proses pemakaman jenazah Wati, kesimpulan warga adalah bahwa karena sikap pelit itulah yang membuat jenazahnya terhimpit.
Monday, November 26, 2018

Diuji Sakit Karena Lupa Nazar

"Natasha Rizki sempat melupakan nazarnya untuk berhijab. Bersyukur Allah menyadarkannya lewat sakit yang ia derita di Ramadan lalu. Akhirnya, berkat dukungan suami, ia pun mantab berhijab."


MakNyak.com - Setelah umrah beberapa waktu lalu. Natasha Rizki mengaku risih mengenakan pakaian terbuka. Sang suami pun sempat menegurnya.

"Desta (sapaan untuk sang suaminya) sebenarnya enggak melarang. Cuma dia suka bilang, apa itu enggak kependekan?" jelas aktris yang akrab disapa Chaha ini.

Keinginan Chaha ini pun tidak begitu saja datang. Sebelumnya, ia sempat bernazar untuk berhijab jika nantinya ia terpilih membintangi film hijab.

"Keinginan itu muncul saat aku ditawari main di film Hijab. Pas casting, tiba-tiba saja aku berucap dalam hati. 'Ya Allah, kalau aku dapat film ini, aku janji akan berhijab'. Itu nazar aku. Eh, ternyata aku langsung dikabarin lolos casting. Antara senang dan takjub juga," jelasnya.

TEGURAN LEWAT SAKIT

Karena kesibukan yang dilakoninya, nazar yang diucapkan tahun 2014 lalu sempat terlupakan. Akibatnya, seminggu sebelum Ramadan wanita cantik ini mengalami sakit yang membuatnya tergolek tak berdaya di tempat tidur. Di saat sakit itulah, Chaha merasa bahwa dirinya telah berdosa dan lupa akan nazar yang ia buat.

"Saat sakit aku baru ingat soal nazar itu," tegasnya.

Kendati tidak ada halangan dirinya untuk berhijab, Sang suami pun mendukung keputusannya tersebut. Natasha pun memutuskan berhijab saat Ramadan. Foto-foto cantik mengenakan hijab pun terlihat di akun Instagram miliknya.

"Awalnya sempat berasa gak enak, badan aku tuh sempet drop, sempat sakit, sempat masuk rumah sakit juga, cuma gak dirawat sih. Cuma dari situ ya udah akhirnya berasa aja gitu tiba-tiba si Desa bilang 'Kamu kalau udah siap pakai, udah mantep hatinya pakai aja hijabnya' kata dia gitu," Jelas Chaha.

Dukungan dari sang suami menjadi kekuatan bagi dirinya untuk mantab berhijab. Ia tidak ingin keputusannya tersebut hanya niat semata. Chaha ingin keputusannya berhijab niat karena Allah dan tanpa ada paksaan dan mengikuti tren artis yang kini banyak berhijab.

"Desta sempat bilang, kalau aku memang sudah siap untuk berhijab, ya lebih baik dipakai. Aku dengarnya sangat terharu. Sampai akhirnya dua hari sebelum puasa, aku pun mulai berhijab," terangnya.

"Akus empat deg-degan, gimana orang lain tetangga ngelihat aku dengan hijab. Tapi, alhamdulillah itu tidak terjadi. Orang yang aku temui biasa aja melihat aku yang sekarang," pungkasnya.
Sunday, November 25, 2018

Indahnya Dakwah Lewat Budaya

"Islam di Indonesia tidak lepas dari wali sanga. Mereka mempunyai cara yang unik dalam menyebarkan agama Islam, yakni memakai budaya sebagai metode dakwahnya. Hasilnya sangat istimewa, Islam diterima dengan baik dan indah."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Sebagai warga negara Indonesia, kita harus bangga dengan peninggalan budaya bangsa kita. Sebab, dari peninggalan itulah menjadi watak jati diri kita untuk mengadapi era globalisasi.

Islam di nusantara tidak lepas dari peran wali sanga. Apa itu Islam nusantara? Islam nusantara adalah sebuah konsep yang menggali dan mengangkat kekhasan Islam yang ada di nusantara. Islam nusantara sebuah konsep yang menggunakan metode dakwah melalui kebudayaan yang ada. Kemudian oleh wali sanga, digunakanlah metode ini untuk mengislamkan nusantara.

Ini adalah upaya mencari jalan tengah atau ijtihad yang berlandaskan pada sumber-sumber hukum Islam.

CARA WALI SANGA

Bagaimana wali sanga bisa mentransformasikan keyakinan masyarakat Hindu ke Islam pada saat itu. Contohnya, masyarakat nusantara yang waktu itu masih meyakini dengan sesajen. Tujuannya, sesajen itu digunakan agar bisa mendatangkan keberkahan. Dalam sesajen itu, ada masakan-masakan yang juga diyakini untuk mengusir setan.

Nah, para kiai saat itu tidak menghilangkan sesajen. Tapi, tidak lagi ditaruh dipojok-pojok rumah, melainkan untuk para tetangganya. Masyarakat bisa menghidangkan sesajen tersebut dengan cara mengundang para warga dan tetangga sekitar. Kemudian bisa menikmati sajian tersebut dengan meminta untuk mendoakan keluarganya agar diberi kesehatan, keselamatan dan lainnya.

Sesajen itu akhirnya berubah menjadi selametan. Sebab, para Kiai saat itu mengatakan kepada masyarakat bahwa itu bukan sesajen, melainkan selametan dimana bersama-sama berdoa agar mendatangkan keberkahan.

UKHUWAH FATHONIYAH

Pendekatan seperti inilah yang bisa menyelesaikan masalah-masalah umat hari ini. Kiai Hasyim Asyari juga menegaskan, yang paling penting, Islam Indonesia harus menjadi penopang nasionalisme. Pendekatan ini memang lebih berhasil untuk menyelesaikan konflik. Dan, tanpa harus ada kekerasan dan gencatan senjata.

Perlu diketahui bahwa di Indonesia masih menjunjung tinggi semangat ukhuwuah islamiyah, ukhuwuah fathoniyyah. Kita bisa melihat di negara-negara Timur Tengah bahwa konflik masih saja terus terjadi. Misalnya di Afghanistan, Iran, Suriyah, Turki dan Yaman, masih saja konflik terus terjadi.

Ini semua dikarenakan tidak adanya semangat ukhuwah fathoniyyah. di negara-negara tersebut, ketika ada konflik, selalu untuk menyelesaikannya menggunakan kekerasan. Sedangkan Islam nusantara adalah Islam yang datang dan melebur dengan budaya di nusantara.

Nah, sementara oleh Kiai Hasyim Asyari, semangat inilah yang terus dijaga. Beliau selalu menyatakan bahwa Islam janganlah di pertentangkan. Islam nusantara memiliki kriteria dalam membawa Indonesia menuju negara yang besar.

Di dalam Islam nusantara, dituntut untuk menghormati budaya. Justru karena Islam semakin kuat, maka budaya harus semakin dilestarikan.