Sunday, December 16, 2018

Curi Tanah Tetangga, Jenazah Sulit Dikafani

"Hati-hati menjalani hidup bertetangga, jangan seperti Mina. Akibat keserakahannya, ia berani "Mencuri" batas tanah tetangganya. Meski diingatkan, dia tetap bersikukuh, bahkan marah-marah. Nauzubillah, saat ia meninggal dunia, jasadnya sulit dikafani. Berkali-kali kain kafannya harus diganti karena tidak muat untuk membungkusnya."

Ilustrasi (Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Peristiwa-peristiwa ganjil banyak mewarnai proses pengurusan jenazah Mina (bukan nama sebenarnya). Mina yang merupakan seorang janda 5 orang anak ini berjuang sendiri dalam menghidupi anak-anaknya hingga sukses.

Ia pun membuka usaha warung soto ayam di Kota Gresik, Jawa Timur. Usaha soto ayam yang merupakan warisan dari mendiang suaminya ini cukup ramai dan terkenal di kalangan masyarakat.

Namun, sangat disayangkan untuk membuat pengunjung bersedia mampir dan makan di warungnya, Minta tidak segan-segan meminta bantuan dukun. Astagfirullah.

Tetangga sekitar sebenarnya sudah mengetahui kebiasaan buruk Mina. Namun, banyak orang yang tertipu terhadap perangai Mina yang manis apabila berbicara dengan orang yang baru ia kenal.

"Kalau ndak begini (minta bantuan dukun), mana laku," kilahnya saat dinasihati orang lain.

MERAMPAS HAK ORANG LAIN

Waktu pun terus bergulir, Mina tetap menjalankan aktivitasnya. Setiap kali dinasihati keluarga dan orang-orang dekatnya, wanita itu selalu bisa mengelak, bahkan menghadrik orang-orang yang menasehatinya.

"Kita ya akhirnya cuek saja, lah kalau dikasih tahu malah kita yang diclatu alias dicaci maki habis-habisan," ucap Sri, warga setempat.

Matahari mulai memerah di ufuk barat pagi itu, seperti biasa warung soto mulai dibuka pada pukul 06.00 pagi. Kesibukan mulai tampak pada warung soto berukuran tidak terlalu luas itu. Seorang pria paruh baya berjalan tergopoh-gopoh mendatangi warung milik Mina.

"Bu, pagar tanahmu itu apa tidak terlalu melebar ke barat, sepertinya ukuran tanah saya miring," tegur Rif'an, tetangga Mina.

Percekcokan pun pecah di warung itu hingga menarik perhatian pengunjung yang sedang asyik makan. Segala dalih dan alasan pun keluar dari mulut Mina, hingga Rif'an pun merasa malu.

"Akhirnya ya saya pergi. Tapi, memang harus dibicarakan, biar dia tahu. Kan saya mau bangun rumah untuk anak saya di tanah itu," aku Rif'an

Lebih menghebohkan lagi, bukan hanya Mina yang ikut marah-marah. Mereka pun tergopoh-gopoh mendatangi rumah Rif'an. Tanpa ba-bi-bu, mereka langsung melontarkan kata-kata hinaan kepada keluarga Rif'an.

"Apalagi anak tertuanya, dia marah-marah. Dia bilang, 'kami ini orang bodoh dan tidak tahu apa-apa yang tidak paham tentang dunia hukum, jangan tuduh yang macam-macam'," Padahal, jelas-jelas ibunya yang salah," ungkap Fadlu, kakak ipar Rif'an.

Fadlu juga menjelaskan bahwa ayah mertuanya juga pernah berkata bahwa ukuran tanah keluarga Rif'an yang berbatasan dengan Mina itu hanya dibatasi oleh sebuah pohon besar. Namun sayang, pohon yang usia telah tua itu pun mati.

"Tapi, kami punya surat tanah dan akta tanah, jelas-jelas tanah kami berkurang dari ukuran aslinya," jelas Rif'an.

KAIN KAFAN TIDAK MUAT

Peristiwa itu pun berlalu seiring dengan berjalannya waktu. Semua telah kembali dalam kondisi normal, meski pagar pembatas tanah yang ukurannya melebihi ukurannya itu tidak dibongkar. Keluarga Rif'an pun mengikhlaskan tanah itu.

"Damel dalan sangu kulo ten surga mawon (buat jalan bekal saya ke surga saja)," seloroh Rif'an sambil tertawa renyah.

Tapi di sisi lain, kondisi Mina yang semakin uzur membuat kesehatannya semakin menurun. Mina pun meninggal dunia di usia 83 tahun, awal Juni tahun 2015 yang lalu.

Tanpa menunggu waktu lama, jenazah almarhumah Mina pun segera dimandikan dan dirawati. Namun, kejanggalan mulai muncul saat jenazah Mina mulai dikafani.

"Saya pikir ukuran saya yang salah ketika memotong kain kafa. Ternyata tidak, setelah dipastikan ukurannya oleh wakil saya," ungkap Zaenab, warga yang mengkafani Mina.

Mau tak mau Zaenab harus mengganti kain kafannya. Namun, hingga tiga kali, kain kafan yang disiapkan selalu tidak cukup untuk membungkus jenazah Mina. Nauzibillah.

Penghuni Neraka Yang Ditolong Nabi

"Di dalam kitab Tanbihul Ghafilin disebutkan tentang syafa'at atau pertolongan Rasulullah kepada umat-Nya yang menjadi penghuni neraka. Setelah mendapatkan siksa nerak ayang amat pedih, penghuni neraka itu kemudian dimasukkan ke surga."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Kelak saat umat Nabi Muhammad Saw yang durhaka digiring oleh Malaikat Malik, mereka selalu memanggil, "Ya Muhammad". Tetapi, setelah melihat wajah Malaikat Malik yang begitu menakutkan, mereka lupa akan nama Rasulullah Saw.

Malaikat Malik kemudian bertanya, "Siapakah kamu?"

"Kami umat yang dituruni Alquran dan kami telah puasa bulan Ramadan," ujar mereka.

Lalu, Malaikat Malik berkata, "Alquran tidak diturunkan kecuali kepada Umat Rasulullah Saw." Maka, ketika itu mereka menjerit, "Kami umat Nabi Muhammad Saw!"

Malaikat Malik bertanya, "Tidakkah telah ada larangan dalam Alquran dari maksiat terhadap Allah SWT."

Umat tersebut tak memungkiri kemaksiatan yang pernah dilakukannya selama di dunia. Mereka pun menurut saja ketika digiring ke tepi neraka Jahannam untuk diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah.

DIALOG MALAIKAT MALIK

Malaikat Zabaniyah kemudian hendak melemparkan umat durhaka itu ke dalam neraka. Namun, beberapa diantaranya mengajukan permintaan, "Ya Malik, apakah diizinkan saya menangis."

Permintaan itu diizinkan. Lalu, mereka menangis sampai habis air mata, kemudian menangis lagi dengan darah sehingga Malaikat Malik berkata, "Alangkah baiknya menangis ini terjadi di dunia karena takut kepada Allah SWT, niscaya kamu tidak akan disentuh oleh api neraka pada hari ini."

Lalu, Malaikat Malik berkata kepada Malaikat Zabaniyah, "Lemparkan mereka kedalam neraka." Maka, dilemparlah mereka ke api neraka yang sangat panas. Spontan mereka pun menjerit, "Laa ilaaha illallah."

Maka, surutlah api neraka, Malaikat Malik berkata, "Hai api, sambarlah mereka."

Jawab api, "Bagaimana aku menyambar mereka, padahal mereka menyebut la ilaaha illallah." Malaikat Malik berkata, "Demikianlah perintah Tuhan Rabbul arsy." Maka, api neraka langsung membakar tubuh mereka.

Malaikat Malik berkata, "Jangan membakar muka mereka karena mereka telah lama sujud kepada Allah SWT, juga jangan membakar hati mereka karena mereka telah haus pada bulan Ramadan."

Kemudian bila telah selesai hukuman mereka, maka Allah SWT memanggil Jibril dan bertanya, "Bagaimana kamu melihat umat Muhammad? Apakah mereka minta apa-apa kepadamu?"

Jawab Jibril, "Ya Allah, alangkah jeleknya keadaan mereka dan mereka minta disampaikan salam mereka kepada Nabi Muhammad Saw dan diberitakan kepadanya keadaan mereka."

DIMASUKKAN KE SURGA

Maka, Allah SWT menyuruh Jibril menyampaikan semua pesanan itu kepada Nabi Muhammad Saw. Setelah bertemu Rasul, Malaikat Malik menyampaikan apa yang diucapkan penghuni neraka itu.

Maka, pergilah Nabi Muhammad Saw ke bawah Arsy dan bersujud serta memuji Allah SWT dengan ucapan yang tidak pernah diucapkan oleh seorang makhluk pun sehingga Allah SWT menyuruh Nabi Muhammad Saw, "Angkatlah kepalamu dan mintalah niscaya akan diberikan, dan ajukan syafa'atmu pasti akan diterima."

Maka, Nabi Muhammad Saw berkata, "Ya Tuhan, orang-orang yang durhaka dari umatku telah terlaksana pada mereka hukum-Mu dan balasan-Mu, maka terimalah syafa'atku."

Allah SWT berfirman: "Aku terima syafa'atmu terhadap mereka, maka pergilah ke neraka dan keluarkan dari padanya orang yang pernah mengucap la ilaaha illallah."

Maka, umat nabi yang menjadi penghuni neraka itu mendapatkan syafa'at rasul. ia dikeluarkan dari neraka dan kemudian dimasukkan ke surga.
Friday, December 14, 2018

Hidup Serakah, Mati Berakhir Susah

"Apapun profesinya, semestinya tidak serta merta merampas hak orang lain. Namun, hal itu tak berlaku bagi Supono. Meski sesuatu itu bukan baginya, ia berani menyerobotnya. Akibatnya, di ujung hidupnya, ia susah sakaratulmaut. Hanya jerit kesakitan yang terucap dari bibirnya."

Ilustrasi (Sumber Gambar@Source)

MakNyak.com - Supono (bukan nama sebenarnya), sosok seorang petani di Banyuwangi ini dikenal arogan dan tak ingin kalah dengan yang lain. Tidak ada rasa peduli kepada orang lain yang senasib dengannya. Kikir dan serakah, begitulah komentar warga tentang dirinya.

"Jangankan bersedekah, ada tetangga yang meminta bantuan pun dia tidak peduli. Padahal saat itu dia habis panen." ucap Miswan (60), warga setempat berkisah.

Memang, lanjut Miswan, Supono terbilang hidup berkecukupan. Ia mempunyai sawah yang luas, warisan orang tuanya. Maklum saja, dia memang anak satu-satunya.

"Dia cukup kaya, rumahnya di atas rata-rata dan hartanya pun banyak," lanjut Miswan.

Tapi, lanjut Miswan, karena sikapnya yang acuh tak acuh dengan tetangganya yang susah, ia pun sering jadi bahan pembicaraan.

"Banyak orang tidak menyukai tingkah lakunya," tegasnya.

ENGGAN BERIBADAH

Miswan kembali menuturkan, perilaku kurang terpuji Supono begitu terlihat ketika mengairi sawahnya. Memang, sawah di daerah itu mengandalkan pengairan dari sungai. Setiap sawah digilir untuk mendapatkan jatah air.

"Dia tidak peduli sama orang, air yang bukan jatahnya dia serobot," ujar petani lainnya membenarkan Miswan.

Tak ayal, sawah milik warga lainnya kurang air. Kalau sudah begitu, bisa dipastikan hasil panen padinya tidak maksimal.

"Padahal kalau ada orang yang mencari rumput di sawahnya pasti dimaki-maki," kenang Miswan.

Tak hanya itu yang disayangkan warga. meski istrinya dan anaknya rajin ibadah dan ikut pengajian, Supono seolah tak peduli. Baginya, bekerja melebihi segala-galanya. "Bahkan, malam-malam masih kesawahnya karena takut hasil tanamannya dirusak orang," imbuh Imah, warga lainnya.

Waktu pun terus bergulir, tanpa terasa usia Supono sudah lebih dari lima puluh tahun. Di usia senja itu, ia masih asyik dengan pekerjaannya hingga tak peduli dengan kesehatannya. Alhasil, tubuhnya pun ambruk karena serangan penyakit diabetes.

"Sudah sakit begitu dia masih tidak mau sadar diri. Diajak ke masjid, jawabannya nanti-nanti saja," imbuh Miswan.

Perlahan tapi pasti, penyakit itu menggerogoti tubuh dan hartanya. Betapa tidak, demi menyembuhkan penyakitnya hampir semua hartanya ia habiskan untuk berobat.

"Akhirnya sawahnya pun dijual, ya buat biayanya berobat," kenang Wisman.

MATI PUN SULIT

Setelah beberapa tahun hanya bisa berbaring di atas kasur sepertinya kesembuhan akan menghampirinya, akan tetapi apa daya, ajal mendahuluinya.

"Aduh, aduuh," erang Suppono ketika sakaratul maut.

Anehnya, ia tidak langsung meninggal, tetapi memerlukan beberapa jam. Tak ada kata "Allah" diu ujung hidupnya. Bersama hentakan napas terakhirnya, hanya kalimat, "Aduh.... aduh..... aduh.....'" yang keluar dari bibirnya.

Padahal Ustad Saebani tak henti-henti membisikkan "Allah... Allah.... Allah.....," di telinganya.

Namun, yang terekam dari tubuhnya hanya geliat-geliat kesakitan, teriakan dan keluh kesakitan. "Sampai-sampai orang-orang di sekitarnya ketakutan," kenang Wisman lagi.

Ustad Saebani pun membenarkan bahwa Supono berteriak sangat keras sepertinya merasa sangat kesakitan. Begitu keras pekikan kesakitan itu, Ustad Saebani sampai menyuruh salah seorang untuk mengambil tisu.

"Tolong ambilkan tisu, banyak busa yang keluar dari mulutnya," ujar Ustad Saebani.

Itulah ujung kehidupan Supono. Namun, keganjilan tak berhenti. Ketika jenazahnya akan dimandikan, lebih dari 3 orang untuk mengangkatnya.

"aduh... tolong... tolong, ini kalau hanya orang tiga tidak kuat. Berat sekali," ucap Yusuf, warga yang membantu proses perawatan jenazah.

Warga pun terheran dengan kejadian itu. Betapa tidak, berat almarhum semasa hidup tidak lebih dari 60 kg. "Biasanya tidak seberat ini," ucap Pak Muddin membenarkan.

Kejadian itu terus berlanjut saat mengusung jenazah Supono ke pemakaman. Hanya beberapa langkah mengusung, mereka sudah mengaku tidak kuat memanggul dan minta diganti.

"Semoga ini bisa menjadi pelajaran kita semua," pesan Ustad Saebani kepada warga seusai proses pemakaman Supono.

Tega Telantarkan Istri, Telantar di Hari Tua

"Seakan tak pernah tua, Roni (bukan nama sebenarnya) menghabiskan masa mudanya untuk hura-hura dan main wanita. Tak sedikit wanita yang tertipu rayuannya. Tak sedikit pula ia telantarkan anak-anaknya demi bersenang-senang dengan wanita lain. nauzibillah, di masa tuanya, ia pun hidup sebatang kara."


MakNyak.com - Roni merupakan seorang pemuda biasa yang berasal dari keluarga dengan ekonomi kecukupan. Ia mempunyai empat saudara dan dia merupakan anak pertama. Tanggung jawab sebagai anak pertama ini tidak membuatnya tumbuh menjadi sosok yang tangguh dan bisa dijadikan panutan oleh adik-adiknya. Ia justru menjadi seorang yang gaya bicaranya sangat tinggi dan sombong di masyarakat.

Ia tinggal bersama orang tuannya di salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik. Rumahnya yang sangat sederhana, berbanding terbalik dengan penampilan serta gaya bicaranya yang sok kaya. Ia juga sering merayu perempuan untuk dijadikan pendamping hidup, namun ujung-ujungnya, Roni meninggalkan perempuan itu.

"Beberapa kali dia mengajak perempuan untuk kerumahnya. Katanya sih mau dinikahi, tapi kemudian tidak jadi. Besoknya ganti lagi perempuan dan begitu lagi," ungkap salah satu tetangganya yang tidak mau disebutkan namanya.

TELANTARKAN ISTRI

Di kalangan tempatnya tinggal, dia terkenal sebagai orang yang banyak bicara, merasa pintar, kaya, dan bisa segalanya. padahal ia bekerja sebagai karyawan perusahaan biasa.

Gayanya yang selangit membuat tetangganya juga tidak simpati pada keluarganya. Mengingat keluarganya yang hanya buruh tani. Setelah beberapa kali ia menjajaki hubungan dengan beberapa perempuan, tanpa alasan jelas, ia pun meninggalkannya.

Ironisnya lagi, ia justru menikah dengan perempuan yang tidak jauh dari rumahnya. Perempuan ini merupakan perempuan yang mandiri, karena sejak dia muda sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan ia tinggal bersama dengan kakaknya.

Setelah menikah dan mempunyai anak, masyarakat mengira, dengan kelahiran anaknya, Roni akan bertobat dan tidak lagi 'medhok' (suka ganti-ganti perempuan dalam istilah Jawa).

Ternyata harapan itu tinggal harapan, Roni malah berkhianat dengan perempuan lain, bahkan sampai melakukan zina dan mempunyai anak. Istrinya tidak terima dan meminta untuk berpisah.

"Dia kayaknya tidak merasa berdosa kepada istrinya. Karena setelah melakukan kesalahan itu, istrinya meminta berpisah dan ia hanya mengiyakan, dan tidak mencoba untuk meminta maaf," ujarnya.

Setelah berpisah dengan istrinya, ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempatnya bekerja. Ia pamitan untuk pergi merantau ke luar Jawa untuk bekerja. Tapi, selama ada di luar pulau, mantan istrinya mendapatkan kabar kalau dia juga menikah lagi.

BERAKHIR DERITA

Setelah hampir bertahun-tahun ia merantau, Roni kembali ke kampung halamannya, namun ia tidak kembali pulang kepada kedua orang tuanya. Karena rumahnya sudah penuh dengan adik-adiknya yang sudah menikah dan tinggal sekalian di rumah orang tuanya.

Roni menikah lagi dengan perempuan yang dikenal pada saat merantau dulu. Ia tinggal di tempat istrinya yang sekarang.

Orang tuanya tidak bisa berbuat apa-apa lagi, orang tuanya hanya bisa membiarkan Roni berbuat semaunya. Mereka fokus untuk memberikan kasih sayang kepada anak Roni yang dibesarkan oleh mantan istrinya.

Bukan hanya sering berganti-ganti perempuan yang diajak ke rumahnya, beberapa temannya juga bersaksi bahwa dia sering ke lokalisasi untuk mencari hiburan. Uang hasilnya bekerja hanya di hambur-hamburkan untuk bersenang-senang dengan para perempuan. Hingga ia lupa bahwa setelah ada masa muda akan muncul masa tua.

Astagfirullah, ketika masa tuanya datang, ia lupa untuk menyiapkan bekal. Baik itu bekal akhirat maupun dunia. Kini ia tidak lagi bisa menikmati masa tuanya dengan nyaman. Ia tidak mempunyai tempat tinggal tetap. Kemudian, ia juga bekerja serabutan, karena setelah pulang dari luar Jawa, ia tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Kini hidupnya tidak tentu, kadang tinggal di tempat tetangganya, kadang juga, ia tinggal di rumah temannya. Hidupnya menjadi telantar, karena mantan-mantan istrinya tidak mau menampungnya. Meskipun sudah hidup telantar, tapi Roni masih tetap dengan gaya hidupnya yang belum mau untuk bertobat kepada Allah dan masih melakukan perbuatan maksiat.

"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman," (QS An Nur (24): ayat 2).
Friday, December 7, 2018

Melihat Bukti Keajaiban Haji

"Ibadah haji memang mengandung banyak misteri. Meski berhaji di tempat yang sama dan melakukan ritual yang sama, tetapi pengalaman masing-masing jamaah haji berbeda-beda. Ada yang mengalami kesembuhan dari sakit, ada yang merasa di azab, dan ada pula yang merasa diberi kemudahan selama ibadah. Benarkah keajaiban haji itu ada?"


MakNyak.com - Kisah nyata, ketika seorang yang akan menunaikan haji, berangkat dalam keadaan sakit, tetapi ia tetap memaksakan dirinya, di pesawat tiga penumpang terpaksa merelakan kursinya agar si sakit bisa berbaring karena tidak kuat duduk, maka tiga penumpang tersebut duduk di bawah.

Sepertinya penyakit berat. Akan tetapi apa yang terjadi ketika sampai di Kota Makkah mukarramah. ia mulai terlihat sehat. Uniknya, ketika sampai dan melihat Kakbah, ia sepertinya tidak pernah sakit dan langsung tawaf serta sa'i berjalan dan berlari-lari kecil.

Ada juga kisah seorang kakek yang sudah sangat sepuh, badannya sudah bongkok, dan kadang sering ling-lung. Kakek ini harus benar-benar dijaga kesehatannya dan jangan sampai sendiri dan dilepas karena bisa hilang.

Tetapi ternyata kakek ini termasuk yang paling sehat, tidak pernah sakit berat kecuali hanya pilek ringan. Termasuk juga yang paling semangat ketika melakukan manasik, yang lebih muda dari dia ada yang pingsan, ada yang kelelahan, bahkan kakek ini kuat naik gunung Jabal Rahmah sampai puncak dengan cepat.

Ada juga seorang tua yang sudah terkena stroke, sehingga selama gaji harus dibawa menggunakan kursi roda dan harus memakai selang kateter untuk kencing. Selain itu, juga sudah agak tidak nyambung ketika berbicara. Ia di urus oleh anaknya yang sangat berbakti kepada ayahnya.

Anaknya mengaku bahwa selama haji ayahnya bisa lebih tenang, tidak sebagaimana di rumah. Sehingga proses ibadah haji lebih mudah di laksanakan.

Cerita nyata seperti ini sudah banyak, mulai dari yang tadinya kakinya asam urat kambuh atau seorang nenek tua jumpo yang jalan saja harus dipapah. Ternyata ketika akan melihat dan sudah melihat Kakbah mereka kuat melakukan tawaf dan sa'i dengan total jarak berkilo-kilo dengan berdesak-desakan.

Subhanallah, itulah keajaiban haji yang banyak dijumpai dan dialami oleh umat Islam yang melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.

MULUT BISU

Apa yang dirasakan H Amir merupakan bukti bahwa Allah benar-benar membalas perbuatan dan ucapan yang tidak baik. Saat Arbain di Madinah, H Amir memang berniat untuk mengkhatamkan Quran sebelum dirinya kembali ke Makkah. Di hari terakhir, H Amir ini tanpa sengaja mengatakan kepada jamaah bahwa dia merasa bersyukur bisa menghatamkan Quran.

"Alhamdulillah, saya diberi kesehatan. Saya juga hampir mengkhatamkan Alquran. Kurang 1 juz saja," kata Amir kepada jamaah rombongannya saat itu.

Ajaibnya, setelah ia berkata seperti itu, Amir yang berangkat haji pada tahun 1998, itu langsung merasa kesakitan di tenggorokannya. Tubuhnya pun menggigil panas dingin. Bahkan, ia merasa bahwa mulutnya seperti orang bisu. Tidak mampu digunakan untuk bicara. Untungnya Amir segera tersadar jika ucapannya itu termasuk takabur.

"Padahal niat saya itu hanya bersyukur karena bisa menghatamkan. begitu mengucap itu, tubuh saya sakit semua. Tenggorokan sakit tidak bisa buat ngomong. Menggigil dan kepanasan," tegas Amir

Kemudian Amir bergegas mohon ampun di depan Masjid Nabawi dan sakit itu pun berangsur sembuh hingga bisa melanjutkan untuk ngaji.

"Saya sadar bahwa ini takabur. Hal yang baik pun atau tidak baik, tidak boleh diucapkan. Bangga atau sombong," lanjut pria asal Ujung Pandang.

SEMBUH DARI KANKER

Sementara Hj Susilawati mengatakan jika kankernya benar-benar sembuh setelah menunaikan ibadah haji. Sejak tahun 1998, Susi, panggilan Susilawati, divonis menderita kanker. Ia pun pasrah jika Allah mengambil nyawanya kapan saja. Namun, permintaan Susi saat itu ingin menunaikan ibadah haji.

"Saya saat itu ingin pergi haji. Kemudian saya berdoa agar diberi kesempatan untuk melihat Alif (cucunya) tumbuh besar," tutur muslimah 70 tahun ini.

Tepat saat menunaikan ibadah haji, ketika di kediaman Khadijah, lantas Susi disarankan oleh jamaah lain untuk mengguyurkan air zamzam ke sekujur tubuhnya.

"Saya kan minum air zamzam, kemudian saya guyur itu zam-zam ke sekujur tubuh saya," terangnya.

Tepat setelah mengguyur air zam-zam, Susi merasa kondisi fisiknya benar-benar berubah. Ia merasa sangat sehat. Ajaibnya lagi, Susi yang sebelumnya menjalani kemoterapi bisa berjalan hingga 13 kilometer. Sepulang haji, Susi merasa bahwa Allah memberikan mukzijat kepadanya.

"Ketika saya kontrol, dokter bilang kalau kanker saya hilang. Dokternya sendiri juga heran. Subhanallah," tandas Susi penuh syukur.

HARUS INTROSPEKSI

Menurut DR Sahid HM MAg, semua peristiwa yang terjadi dalam melaksanakan ibadah haji bisa dijadikan introspeksi. Orang yang melaksanakan ibadah haji bisa dijadikan introspeksi. Orang yang melaksanakan ibadah haji itu berharap akan mendapatkan sesuatu yang baik ketika pulang dari ibadahnya nanti.

Sebagian mengindikatori bahwa orang yang baik akan mendapatkan yang baik. Sebaliknya, jika orang melakukan kejahatan, itu akan mendapatkan sesuatu yang kurang baik. Biasanya itu berkaitan dengan personal.

"Seseorang akan menyadari dengan perbuatan yang pernah ia lakukan dulu. Misalnya, dulu pernah memukul orang, maka pada saat di Tanah Suci dipukul orang," jelas Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya.

Manusia tidak bisa menilai sendiri, apakah baik dan tidak. Bisa jadi ketika melaksanakan ibadah haji, juga mendapatkan ujian. Sebelum berangkat haji sudah melakukan hal-hal yang baik, tapi di Tanah Suci mendapatkan hambatan. Itu bisa jadi cobaan dari Allah. Paling penting introspeksi diri.

"Biasanya orang itu menjustifikasi dirinya sendiri, kemudian diceritakan kepada orang lain. Permasalahan personal itu tidak bisa digeneralisir dan tidak bisa dijadikan ukuran," imbuhnya.

Pada saat akan menunaikan ibadah haji, perbanyak perilaku yang baik. Melakukan ibadah vertikal dan horizontal. Meningkatkan ibadah kepada Allah dengan cara shalat yang baik, membaca Alquran dan banyak melakukan zikir.

Selain melaksanakan hubungan yang baik dengan Allah, orang yang akan melaksanakan ibadah haji juga harus melakukan hubungan baik dengan tetangga, teman, dan kerabat. Karena pada saat tawaf dan sai akan berbarengan dengan banyak orang juga. Ibadah yang dilakukan juga banyak, jadi butuh energi yang ekstra.

"Jika mendapatkan 'keajaiban' lebih baik yang diceritakan yang baik-baik diceritakan yang baik-bai saja agar bisa memotivasi orang lain untuk berbuat yang lebih baik lagi," ujar dosen Syariah ini.

Secara psikologi juga dipersiapkan bagaimana agar diri tidak merasa benci, iri, dengki, sombong dan takabur terhadap orang lain. Perlu di ingat lagi bahwa kita berangkat haji bukan untuk pamer dan kesombongan, tapi untuk menghadap Allah. "Mentalitas spiritual dan psikologis perlu dibangun sejak akan berangkat haji. Sehingga dalam menjalankan ibadah haji, sudah siap secara mental dan psikologi," tandasnya.
Monday, December 3, 2018

Mengenal Buah Seribu Rahmat

"Buah Melon yang segar ternyata memiliki banyak manfaat, diantaranya antikanker, antistroke hingga menurunkan kadar kolesterol. Namun, tahukah Anda selain menyembuhkan beberapa penyakit, Rasulullah Saw mengatakan bahwa buah ini juga mengandung seribu keberkahan dan seribu rahmat."

Buah Melon ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Segarnya buah melon membuat buah ini banyak digemari. Buah yang memiliki nama latin Cucumis melo ini termasuk dalam jenis suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Melon masih memiliki ikatan saudara dengan semangka dan garbis.

Sejak masuk ke pasar Indonesia pada tahun 70-an, buah melon langsung menyandang predikat sebagai buahnya orang kaya karena harganya yang mahal dan masih langka. Namun saat ini, melon sudah dibudidayakan di Indonesia sehingga semua orang dari berbagai lapisan masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga relatif murah.

Buah ini berasal dari Timur Tengah, bahkan melon sudah ada di Mesir sejak zaman 2400 SM. Biji melon dibawa ke Haiti oleh Columbus dan akhirnya disebarluaskan oleh para penjelajah Spanyol, berikutnya sampai ke Kalifornia.

Buah melon cukup digemari karena rasanya yang manis dan segar. Selain dikonsumsi secara langsung, buah yang satu ini juga sering dijadikan campuran dalam aneka minuman, ada pula yang mengonsumsinya sebagai jus.

SERIBU BERKAH

Selain menyegarkan, buah yang satu ini juga pernah disebut oleh Rasulullah dalam sebuah hadis, "Bilamana kamu makan buah-buahan, makanlah melon, karena itu adalah buah-buahan surga dan mengandung seribu keberkahan dan seribu rahmat. Memakannya akan menyembuhkan setiap penyakit."

Buah ini disebut sebagai buah dari surga yang mengandung seribu keberkahan dan seribu rahmat. Disebutkan pula, Rasulullah Saw selama hayatnya sering kali makan buah melon dengan kurma segar. Khasiat terkandung di dalamnya, baik untuk membersihkan kandung kemih, pencernaan, memperbaiki cairan sumsum tulang belakang, dan mempertajam penglihatan.

Melon mengandung vitamin B, C dan provitamin A, zat antikanker, serta antioksidan betakarotin. Fungsi betakarotin menghambat proses penuaan sel. Sel-sel di dalam tubuh kita makin lama makin tua, dan jika sudah terlanjur tua, tugas betakarotin meremajakannya kembali. Selain itu, betakarotin yang ada di dalam tubuh berubah menjadi vitamin A yang akan memacu sistem kekebalan tubuh yang membuat kita tidak mudah sakit.

Melon juga banyak mengandung asam alegat, yang sangat ampuh menggempur bibit sel kanker jenis apapun, dan juga membantu menormalkan tekanan darah. Buah yang berwarna hijau ini juga mengandung kalium yang bermanfaat untuk mencegah darah menggumpal, membersihkan kulit, melancarkan saluran pencernaan, dan menurunkan kadar kolesterol.

ANTIKANKER

Buah melon juga banyak mengandung protein, kalsium dan fosfor. Kandungan mineral pada buah melon, bahkan mampu menghilangkan keasaman tubuh dan mempunyai sifat menyembuhkan sembelit. Keasaman tubuh perlu dihilangkan karena akan mengganggu pencernaan, khususnya pada organ lambung.

Buah melon mengandung antikoagulan yang disebut adenosine sehingga mampu menghentikan penggumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya penyakit stroke atau jantung. Sementara itu, kandungan karotenoid buah melon dapat mencegah kanker dan menurunkan risiko serangan kanker paru-paru, karena merupakan senyawa utama penyerang penyakit kanker.

Selain kanker, melon juga membantu menghilangkan asam urat. Melon juga merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin, dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia.

Vitamin A dan C-nya menyehatkan mata dan meningkatkan daya tahan tubuh. buah melon mempunyai daya di uretik yang sangat baik sehingga bisa menyembuhkan penyakit ginjal dan penyakit eksim yang parah dan akut. Serta, dapat menumpas penyakit asam urat.
Sunday, December 2, 2018

Simpan Ilmu Hitam, Jenazah Berbau Busuk

"Meski sudah berusia lanjut, Wilujeng (bukan nama sebenarnya) belum juga bertobat dari kesalahannya. Seolah tak merasa tua, ia masih saja menyimpan ilmu hitam untuk memikat para pria. Nauzubillah, saat ia meninggal dunia, jenazahnya yang sedang dimandikan mengeluarkan kotoran dari mulutnya. Lebih menghebohkan lagi, mulutnya menebarkan bau yang kurang sedap."

Ilustrasi ( Sumber Gambar @Source )

MakNyak.com - Di salah satu desa di Trenggalek, Jawa Timur hiduplah seorang wanita yang usianya tak muda lagi. Dialah Wilujeng (40), ia hidup sebatang kara, karena orang tuanya sudah mendahuluinya menghadap sang Kuasa. Ia pun hidup diurus pamannya, Bambang (bukan nama sebenarnya).

Suatu hari Wilujeng terkena musibah, ia terjatuh. Tapi aneh bin ajaib. Meski hanya jatuh dari ketinggian 1 meter, kedua kakinya lumpuh. Ia hanya bisa berjalan dengan kursi roda dan berbaring di atas kasur selama satu tahun lebih.

"Semua warga saling kasak-kusuk, jangan-jangan ini peringatan dari sang Mahakuasa," kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya kala bercerita tentang kejadian setahun yang lalu itu.

Mendapati keadaan keponakannya seperti itu, Bambang memboyong Wilujeng ke rumahnya. Ia berharap, dengan berada di rumahnya, keadaan Wilujeng bisa dipantau setiap saat.

"Ya karena saudara-saudaranya yang lain enggan merawatnya," sambungnya.

SEKARAT TIGA HARI

Waktu pun bergulir, hari-hari Wilujeng dihabiskan dengan derita di tempat tidur. Meski sudah berusaha diobati, namun penyakit Wilujeng tak mau pergi. Sampai pada akhirnya, ujung hidup Wilujeng tak terhindarkan. Tapi aneh, meski sudah bernapas susah payah, Wilujeng tak kunjung tenang.

"Tiga hari lamanya dia kesakitan. Sepertinya dia sedang menghadapi sakaratulmaut," kisah warga itu.

Lebih memilukan lagi, sebagaimana dibenarkan Bambang, pamannya, sepanjang tiga malam itu Wilujeng tidak terlelap sedikit pun. Dari bibirnya terdengar rintihan, gumam kesakitan yang tak terperikan.

"Aduuuhhh...., aduhhh, badanku... Aduhh...," begitu rintihnya sepanjang malam.

Bambang semakin panik, lalu bergegas ia pun menemui seorang ustad di desanya itu. "Mari kita pindahkan di atas tanah beralaskan tikar saja, biar dia nyaman," kata sang ustad begitu mendapati kondisi Wilujeng.

"Kita bacakan Yasin dan kita doakan, semoga Bu Wilujeng dimudahkan akhir hidupnya," ajak Ustad Mahfud kepada warga yang juga ikut datang saat itu.

Alunan lirih bacaan surat Yasin pun memecah kekresahan Bambang. Tapi, tiba-tiba salah satu warga berteriak kaget, "Astagfirullah."

Sontak suasana pun berubah gaduh.

"Ada belatung, dari mana ini," ucap warga nyaris bersamaan.

Semua warga pun terkejut karena tidak tahu dari mana asalnya binatang kecil itu. Belum terjawab keheranan itu, belatung-belatung itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Bahkan warga punt idak bisa menangkapnya.

Begitulah yang terjadi dalam perjalanan syakaratul mautnya selama tiga hari dan belatung terus berkeluaran dan akhirnya Wilujeng meninggal dunia.

"Apa yang telah diperbuat Wilujeng selama ini?" tanya ustad kepada Bambang.

Bambang pun terdiam, sebelum beberapa jurus kemudian ia berucap, "Dia banyak menyimpan ilmu hitam," ustad.

Nauzubillah, di detik itulah warga tahu bahwa yang bersangkutan menyimpan hal yang dilarang agama itu.

"Itu warisan orang tuanya," sambung Bambang.

MULUT KELUAR KOTORAN

Begitulah tragisnya kematian Wilujeng. Tak lama kemudian, warga pun berdatangan untuk melayat dan merawat jenazah Wilujeng.

Tak hanya ibu-ibu, bapak-bapak pun hadir untuk membantu mengurus dan menyalati jenazah Wilujeng.

Namun, tatkala jenazah Wilujeng sudah berada di tempat pemandian jenazah, hal aneh kembali terjadi.

"Masya Allah, bau apa ini?" tanya wagra kepada lainnya.

"Iya, baunya busuk sekali," sela yang lain.

Mudin yang penasaran bergegas menemui para ibu yang memandikan jenazah itu.

Betapa kagetnya mudin begitu mendapat informasi bahwa dari mulut Wilujeng keluar kotoran dan belatung.

"Ustad, jenazahnya aneh, banyak belatung keluar dari mulutnya," ucapnya ketakutan.

"Ah yang benar Pak," reaksi warga bergegas ikut memastikan apa yang terjadi.

Tak bertahan lama, warga pun beringsut menjauhi jenazah karena baunya yang busuk sangat menusuk hidung.

Semua pelayat terenyuh dan iba setelah mengerti kejadian ini. Warga sudah tau kebiasaan Wilujeng semasa hidupnya. Mereka pun iba dan menitikan air mata.

"Sudah-sudah, kita harus cepat-cepat memandikannya," seru sang Ustad memberikan solusi dari kegaduhan waktu itu.

Proses mengkafani jenazah pun di percepat agar kotoran itu tak terus keluar.

"Akhirnya ya kita cepat-cepat menguburkannya," sambung warga lainnya mengamini kisah itu.

Keanehan yang menerpa Wilujeng membuat warga tertegun. Ingatan mereka pun hinggap pada masa lalu wanita itu.

"Bapaknya dulu juga dukun ilmu hitam," kata seorang warga.

Dikisahkan, warga yang tinggal berdampingan dengan rumah Wilujeng punt idak diperkenankan masuk, kecuali saudaranya. Akhirnya misteri itu terungkap setelah kematian Wilujeng. Di rumah peninggalan ayahnya itu, terdapat satu kamar khusus.

"Pak Bambang juga mengakui kalau kamar itu digunakan untuk ritual ilmu hitam. Warga pun sudah tahu semua kalau almarhumah itu dikenal suka berbuat mesum," ungkap warga lainnya lagi.

Dari Abu Thalhah, dari nabi beliau bersabda, "Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam," (HR. Muslim No. 2.230).